Menjadi lansia yang bahagia, sehat dan produktif
Menjadi lansia yang bahagia, sehat dan produktif. (aginginplace.org)

Mempunyai kesehatan dan ekonomi yang baik ketika memasuki masa lanjut usia (lansia) memang dambaan bagi semua orang. Tentu untuk mencapai hal ini harus dimulai sejak dini.

Banyak orang tidak menyadari bahwa usianya terus bertambah tua namun tidak juga segera melakukan usaha untuk berinvestasi kepada kesehatan. Terang saja, orang tua yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas sangat rentan terkena berbagai jenis penyakit.

Beberapa penyakit fisik yang sangat ditakuti oleh lansia adalah stroke, diabetes, jantung, alzheimer dan demensia, namun tanpa disadari beberapa penyakit kejiwaan seperti depresi dan stres juga berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup lansia.

Dikutip dari Lifestyle Okezone.com, dr Eka Viora mengatakan bahwa satu orang meninggal akibat depresi setiap 40 detik dan 35 orang dari 1.000 orang lansia yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga berisiko tinggi mengidap depresi.

“Pensiunan yang biasa memiliki kesibukan bila tidak mempunyai persiapan sebelum pensiun bisa menjadi stres dan birisiko tinggi mengalami berbagai jenis penyakit,” kata Ditektur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan tersebut.

Hal apa saja yang harus disiapkan sejak dini agar bisa menjadi lansia bahagia dan produktif? Berikut uraian yang dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: Kenapa Orang Tua (Lansia) Dapat Berperilaku Seperti Anak Kecil?

1. Melakukan pencegahan

Hal yang paling bijak dan mudah untuk dilakukan adalah melakukan pencegahan daripada mengobati. Hal ini sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat meski telah memasuki usia senja.

Mulai untuk membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat dan pola makan sehat. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan mengingat keduanya sangat berkaitan.

Rajin melakukan olahraga setiap hari minimal 30 menit di pagi hari sangat baik untuk kesehatan pernapasan, jantung, paru-paru, jantung dan mencegah terjadinya obesitas.

Selain itu, pola makan yang sehat juga harus diperhatikan. Hindari untuk mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan dapat merugikan kesehatan seperti makanan berlemak, berminyak, mengandung tinggi gula dan garam serta berhenti merokok.

Baca juga: 5 Tips Kesehatan untuk Lansia Agar Terhindar dari Penyakit Kronis

2. Rutin melakukan kontrol

Sedia payung sebelum hujan, begitulah kiyasan yang sekiranya cocok dalam kasus seperti ini. Mengetahui sejak dini potensi penyakit melalui rutin melakukan kontrol di rumah sakit sangat dianjurkan.

Dikutip dari CNN Indonesia, dr Siti Setiati menyarankan agar setiap orang mulai rutin untuk melakukan cek kesehatan secara menyeluruh ketika telah memasuki usia 40 tahun ke atas.

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kondisi tubuh agar ketika suatu bibit penyakit ditemukan maka dapat segera dilakukan proses penyembuhan dan pengobatan yang tepat.

Selain itu jika suatu penyakit dapat diketahui sejak dini maka dokter dapat melakukan pencegahan, perawatan dan pengobatan yang tebat untuk meningkatkan peluang kesembuhan yang besar bagi pasien.

Baca juga: 5 Daftar Penyakit Kronis Lansia Ini Akan Kita Alami Saat Menua

3. Menjaga dan meningkatkan kesehatan

Penting sekali menjaga kesehatan bagi orang tua atau lansia agar tidak memicu suatu penyakit muncul dan menimbulkan kerugian yang besar.

Beberapa kebiasaan yang buruk seperti merokok atau makan makanan tidak sehat sekiranya untuk segera berhenti melakukan aktivitas tersebut.

Terutama bagi lansia yang telah mempunyai riwayat penyakit atau mempunyai risiko terserang suatu penyakit untuk selalu menjaga kesehatan dan berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan kesehatan melalui olahraga dan makanan yang sehat.

4. Melakukan vaksin

Vaksin tidak hanya dilakukan kepada balita atau anak-anak saja melainkan juga orang tua lanjut usia, hal ini karena untuk mencegah suatu penyakit biasa berubah menjadi penyakit yang mematikan.

Beberapa contoh penyakit yang dapat menimbulkan risiko tinggi akibat lansia tidak divaksin adalah flu, herpes dan hepatitis. Khususnya vaksin flu sangat direkomendasikan kepada lansia untuk menghindari penyakit pneumonia yang banyak menyerang lansia.

Orang tua umumnya akan mengalami penurunan kesehatan baik dari segi imunitas atau kekebalan tubuh hingga lemahnya fisik, oleh sebab itu penting untuk melakukan vaksin bagi lansia.

Baca juga: Pentingnya Lansia Mendapatkan 5 Jenis Vaksin Berikut Ini

5. Hidup positif dan produktif

Pikiran positif sangat penting untuk membuat otak bekerja dengan baik dan tubuh pun merasa lebih releks tidak tegang. Mulai bangun pikiran yang positif sejak dini, hindari untuk berpikir negatif atau berprasangka buruk.

Hadirkan aura-aura positif baik dari dalam diri atau pun dari lingkungan seperti keluarga dan komunitas sesama lansia. Beberapa panti jompo saat ini telah mempunyai layanan aktivitas bagi para anggota untuk melakukan berbagai hal positif dan produktif.

Baca juga: Tiga Panti Jompo Eksklusif Terbaik Untuk Para Senior di Jakarta

Selain itu, peran aktif keluarga untuk memberikan keahlian dan perhatian khusus bagi orang tua juga sangat baik agar lansia tetap produktif dan aktif meski telah memasuki usia yang tak muda lagi.

6. Menggunakan layanan home care

Terkadang walau lansia mempunyai keterbatasan fisik dikarenakan suatu penyakit tetap mempunyai tekad untuk bisa mandiri, padahal hal ini sangat berbahaya bagi dirinya sendiri.

Misalnya lansia sudah tidak sanggup untuk berjalan maka wajib menggunakan kursi roda, ada kalanya lansia tetap nekat berjalan dan akhirnya terjatuh.

Menggunakan layanan home care dapat menjadi solusi ketika tidak ada anggota keluarga yang selalu siap dan siaga untuk menemani, merawat dan mengasuh orang tercinta ini.

Segala kegiatan, aktivitas dan kebutuhan orang tua akan dipenuhi dan dituruti oleh setiap perawat home care layaknya kasih anak kepada orang tua.


Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Tersedia empat layanan utama, yaitu: Perawat Medis, Perawat Orang Sakit, Perawat Lansia dan Perawat Bayi/Anak. Khusus pembaca artikel ini berhak mendapatkan harga spesial.* Pesan sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here