Tujuan dan fungsi vaksin kepada lansia
Pentingnya lansia mendapatkan vaksin atau imunisasi. (caringpeopleinc.com)

Setiap orang akan mengalami penuaan dan semakin tua seseorang maka kekebalan tubuh akan menurun. Hal ini wajar mengingat organ-organ penting tubuh akan mengalami penurunan performa.

Lansia dengan usia di atas 65 tahun sebaiknya mendapatkan vaksin atau imunisasi secara berkala setiap tahunnya. Tujuan vaksin pada lansia adalah agar terhindar dari berbagai jenis penyakit atau infeksi.

Terdapat berbagai jenis vaksin, namun pada lansia umumnya hanya akan mendapatkan beberapa jenis vaksin saja. Vaksin dibuat menggunakan virus, bakteri atau keduanya yang telah dilemahkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan, oral atau aerosol (dihirup).

Fungsi vaksin yang berisi bakteri atau virus yang sudah dilemahkan tersebut digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh (antibodi) secara alami.

Vaksin apa saja yang sebaiknya lansia terima? Berikut 5 jenis vaksin yang direkomendasikan untuk para manula:

Baca juga: Tiga Jenis Gangguan Kesehatan Kejiwaan dan Mental Pada Lansia

1. Vaksin Influenza

Pentingnya lansia usia 60 atau 65 tahun ke atas untuk mendapatkan vaksin influenza agar dapat mencegah terjadinya komplikasi, apa lagi jika lansia menderita penyakit diabetes maka proses penyembuhannya akan memakan waktu yang lama dan berisiko menimbulan penyakit baru seperti pneumonia, miningitis dan sepsis.

Vaksin influenza dapat diberikan kepada lansia sebanyak setahun sekali dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu agar tubuh mulai membangun sistem kekebalan tubuh melawan virus.

2. Vaksin Herpes Zoster

Jika di masa mudanya seseorang pernah mengalami penyakit cacar maka sangat penting mendapatkan vaksin herpes zoster ini. Virus air atau cacar ular (herpes zoster) dapat terus berada di dalam tubuh penderitanya dan dapat kambuh sewaktu-waktu.

Semakin lemah kekebalan tubuh seseorang maka akan membuat virus ini semakin kuat dan pada titik tertentu dapat menyebabkan komplikasi seperti neuralgia postherpetik.

Vaksin herpes zoster dapat diberikan kepada orang dengan usia 50 hingga 60 tahun setiap lima tahun sekali.

3. Vaksin Pneumococcal

Infeksi bakteri Streptococcus Pneumoniae dapat menyerang seseorang yang mempunyai kekebalan tubuh yang menurun. Bakteri yang disebut juga dengan pneumokokus ini dapat memicu penyakit seperti pneumonia, meningitis dan sepsis.

Risko akibat terserang penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada pendengaran, kerusakan otak, amputasi hingga kematian. Pemberian vaksin pneumococcal akan diberikan dalam dua jenis, yaitu konjugasi dan polisakarida.

4. Vaksin Hepatitis B

Penurunan fungsi hati akibat penuaan pada lansia dapat meningkatkan risiko tertular virus hepatitis B apa lagi jika telah menderita penyakit seperti hemofilia, diabetes, ginjal dan penyakit kronis lainnya yang menyebabkan kekebalan tubuh menurun.

Pemberian vaksin hepatitis B umumnya telah dilakukan sejak bayi, namun jika Anda tidak yakin pernah mendapatkan vaksin ini maka konsulitasikan kepada dokter.

5. Vaksin Difteri, tetanus dan pertusis

Pemberian vaksin difteri, tetanus dan pertusis (DTP) umumnya diterima oleh setiap orang dewasa setiap 10 tahun sekali. Apa lagi kepada lansia yang tidak lagi mempunyai kekebalan tubuh yang prima.

Mintalah rekomendasi kepada dokter untuk mendapatkan vaksin jenis ini.


Itulah 5 vaksin untuk lansia yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga kesehatan tetap baik dan terhindar dari berbagai jenis penyakit menular. Insan Medika tidak pernah merkomendasikan berbagai jenis pengobatan apa pun, selalu konsultasikan kepada dokter Anda.

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan puluhan penghargaan baik dari dalam negeri atau pun luar negeri. Seluruh perawat seperti Perawat Medis, Perawat Orang Sakit, Perawat Lansia, Perawat Bayi/Anak yang telah berpengalaman dan profesional. Hubungi Insan Medika.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here