Penjelasan paru-paru basah atau pneumonia, gejala, penyebab, pencegahan dan pengobatan
Penjelasan paru-paru basah atau pneumonia, gejala, penyebab, pencegahan dan pengobatan

Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur yang menginfeksi di salah satu kantung paru atau keduanya. Kantung paru-paru yang terkena infeksi akan meradang dan mengeluarkan lendir atau cairan, sehingga orang Indonesia sering menyebut penyakit ini dengan nama “Paru-paru Basah“.

Dalam banyak kasus, anak-anak sangat rentan terkena penyakit radang paru atau pnuemonia, setidaknya terdapat lebih dari 800.000-900.000 anak di seluruh dunia mengidap penyakit jenis ini.

Tidak tanggung-tanggu, lebih dari 1 juta anak harus meregang nyawa setiap tahunnya akibat penyakit pneumonia. Banyaknya kasus kematian ini diakibatkan oleh ketiadaan vaksin dini yang didapat.

Dikutip dari VOA Indonesia, vaksin disebut sebagai kunci utama untuk memerangi virus penyebab pneumonia atau paru-paru basah.

Maria Knoll dari Johns Hopkins sebagai pakar epidemiologi mengatakan “Kami mempelajari tujuh lokasi berbeda di Afrika dan Asia dan dalam berbagai kondisi, sebagian di wilayah endemi malaria, sebagian di desa dan kota dan semua itu kami menemukan lebih banyak virus daripada bakteri,” terangnya saat berbicara kepada VOA melalui Skype.

Baca juga: 5 Daftar Penyakit Kronis Lansia Ini Akan Kita Alami Saat Menua

Penyebab Pneumonia atau paru-paru basah

Salah satu penyebab paling umum pneumonia yang mengakibatkan kinerja paru-paru untuk mendapatkan dan menyuplai oksigen ke sel darah adalah bakteri Streptococcus Pneumoniae.

Penyakit pneumonia sangat mudah menular, hanya melalui bersin dan batuk maka virus atau bakteri dapat berpindah ke orang lain.

Jenis-jenis Pneumonia berdasarkan penyebabnya

  • Pneumonia Bakterial. Lebih dari 30% pneumonia disebabkan oeh bakteri, selain bakteri Streptococcus Pneumoniae yang banyak menyebabkan paru-paru basah, ternyata ada juga bakteri Chlamydophlla pnuemonia dan Legionlla pneumophila yang mudah menular.
  • Pnuemonia Viral. Anak-anak sangat rentan terkena virus pneumonia, walau risikonya tidak terlalu besar ketibang terkena bakteri pneumonia. Dalam beberapa waktu setelah pengobatan yang tepat, anak-anak dapat dengan segera pulih.
  • Pneumonia Mycoplasma. Selain bakteri dan virus, penyebab lain terjadinya penyakit pneumonia adalah mycoplasma. Walau mycoplasma tidak termasuk virus dan juga bakteri namun organisme jenis ini dapat mengakibatkan paru-paru basah pada anak-anak dan remaja.
  • Pneumonia Jamur. Orang dengan sistem imun rendah dan mempunyai penyakit kronis sangat rentan terkena jamur penyebab pneumonia. Jenis jamur ini banyak ditemukan di tanah.
  • Pneumonia aspirasi. Penyebab seseorang terkena penyakit pneumonia dapat terjadi ketika tidak sengaja menghirup objek asing yang mengandung bakteri, virus atau jamur pneumonia dari muntahan, ludah/lendir dari bersin atau makanan dan minuman.
  • Pneumonia nosokomial. Penyakit jenis ini banyak ditemukan di rumah sakit dan telah mempunyai kekebalan lebih tinggi terhadap antibiotik.
  • Pneumonia komoniti. Sesuai namanya, penyakit jenis ini disebabkan oleh lingkungan atau kominitas sekitar yang juga mempunyai virus, bakteri atau jamur penyebab pneumonia.
  • Pneumonia ventilator. Penggunaan ventilator yang tidak higinis dan bersih dapat menyebabkan penyakit paru-paru basah.

Gejala pneumonia atau paru-paru basah

Penyakit pneumonia atau paru-paru basah sangat identik kaitannya dengan sistem pernapasan, berikut gejala penyakit pneumonia:

  • Batuk dan disertai dahak secara terus menerus
  • Demam, menggigil disertai keringat
  • Gangguan pernapasan
  • Nyeri dada
  • Hilangnya nafsu makan
  • Detak jantung tak beraturan dan terasa lebih cepat

Selain gejala di atas, penyakit pneumonia juga dapat menyebabkan gejala berikut ini untuk beberapa kasus yang cukup jarang terjadi:

  • Sakit kepala
  • Sangat lelah dan lemas
  • Muntah dan mual
  • Nyeri otot dan sendi
  • Batuk darah

Pencegahan Penyakit Pneumonia

Pencegahan penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dapat dilakukan sejak dini, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Pemberian Vaksin. Lagi-lagi vaksin sangat efektif untuk mencegah penyakit pneumonia. Pemberian vaksin dapat dilakukan oleh siapa saja, baik anak-anak dan juga orang dewasa. Pada balita usia di bawah dua tahun akan mendapatkan vaksin yang berbeda dengan anak-anak usia dua hingga lima tahun. Pemberian vaksin pneumonia harus melalui konsultasi dan anjuran dari dokter.
  • Menjaga kebersihan. Melalui penyebarannya yang sangat mudah, virus, bakteri dan jamur penyebab pneumonia dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Budaya mencuci tangan sangat baik untuk diterapkan untuk diri sendiri dan juga keluarga.
  • Tidak merokok. Merokok terbukti membuat kesehatan organ tubuh khususnya paru-paru mengalami kerusakan. Ketika sistem kekebalan paru-paru tidak sempurna maka sangat mudah terkena infeksi pneumonia.
  • Pola hidup sehat. Melakukan olahraga dan makan makanan sehat membantu menjaga kesehatan tubuh lebih baik. Ketika tubuh berada dalam keadaan sehat maka akan mempunyai sistem kekebalan yang lebih kuat untuk melawan berbagai jenis virus atau bakteri.

Faktor Risiko Penyakit Pneumonia

Beberapa faktor risiko berikut ini harus diwaspadai untuk meminimalisir terjadinya penyakit pneumonia:

  • Balita atau anak-anak usia di bawah 5 tahun.
  • Orang tua atau lanjut usia (lansia) lebih dari 65 tahun.
  • Mengidap penyakit kronis seperti asma, diabetes, gagal jantung dan penyakit paru dan mempunyai kekebalan tubuh yang lemah
  • Merokok

Pengobatan Pneumonia

Penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan berbeda cara pengobatannya dengan penyebab lainnya, untuk menyembuhkan orang terkena penyakit paru-paru basah ini, maka dokter biasanya akan melakukan pengobatan pneumonia berdasarkan penyebabnya:

  • Antibiotik. Orang yang terkena penyakit pneumonia akibat bakteri akan diobati menggunakan antibiotik dengan mempertimbangkan jenis bakteri apa yang menginfeksi paru.
  • Antivirus. Jika orang mengidap penyakit pneumonia yang disebabkan oleh virus maka tidak bisa disembuhkan menggunakan antibiotik. Dokter akan memberikan antivirus untuk melawan virus seperti oseltamivir atau zanamivir.
  • Obat batuk. Ketika seseorang terkena radang paru atau pneumonia maka akan mempunyai gejala batuk, tingkat terparahnya bisa disertai dengan batuk darah. Pemberian obat batuk untuk meredakan batuk yang terjadi secara terus menerus.
  • Obat penghilang rasa nyeri dan sakit. Gejala umum dari penyakit pneumoni adalah timbulnya rasa nyeri pada sendi atau otot, sakit kepala hingga demam. Pemberian obat penghilang rasa nyeri dan sakit akan meredakan gejala tersebut.

Itulah penjelasan mengenai penyakit pneumonia atau paru-paru basah, penyebab, pencegahan, faktor risiko dan pengobatannya.

Butuh perawat bayi (bidan) atau baby sitter dan perawat lansia profesional live-in 24 jam di rumah? Dapatkan perawat home care di Insan Medika, seluruh perawat berpengalaman dan kompeten. Siap kerja kapan saja dan di mana saja, seluruh kota di Indonesia. Dapatkan harga spesial khusus pembaca artikel ini dengan melakukan pemesanan melalui website Insan Medika.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here