bahaya vape bagi kesehatan
bahaya vape bagi kesehatan. (technews.tw)

Rokok elektrik atau vape bagi sebagian orang dijadikan sebagai pengganti rokok konvensional atau rokok tembakau. Banyaknya varian rasa liquid atau cairan pada rokok elektrik juga menjadi salah satu opsi kenapa seseorang memilih vape.

Ada pula yang memilih rokok elektrik untuk mengurangi risiko dampak buruk dari rokok tembakau. Padahal berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mengungkapkan telah ada setidaknya 2,290 korban akibat vape.

Disinyalir kandungan Tetrahydrocannabinol pada produk vape dapat menyebabkan penyakit E-Cigaretter or Vaping Product use Associated Lung Injury (EVALI).

Baca juga: Ribuan Orang Terkena Penyakit EVALI Akibat Rokok Elektrik (Vape). Ini Faktanya

Penyakit Evali menimbulkan masalah pada sistem pernapasan seperti batuk, nyeri dada, sesak napas hingga gejala seperti pneumonia. Tak hanya itu, penyakit akibat vape ini juga menimbulkan masalah seperti sakit perut, mual, muntah, diare, demam, kedinginan hingga penurunan berat badan.

Menelisik lebih dalam, dampak berbahaya apa saja yang dapat ditimbulkan dari rokok elektrik? Berikut 5 fakta mengenai vape yang wajib kamu tahu.

1. Sama bahayanya seperti rokok tembakau

Faktanya, liquid atau cairan rokok elektrik terbuat dari ekstrasi tembakau yang mengandung nikotin dan ribuan bahan kimia berbahaya seperti rokok konvensional berbahan dasar tembakau.

Perbedaan antara rokok elektrik dengan rokok tembakau hanya terletak pada bentuk dan proses untuk mendapatkan uang atau asapnya saja dan juga liquid pada vape mempunyai banyak perasa.

2. Merugikan kesehatan dan menyebabkan kecanduan

Meski rokok elektrik tidak menggunakan tembakau dengan cara dibakar seperti rokok konvensional, ternyata kandungan nikotin yang banyak ditemukan pada rokok konvensional juga tidak dapat dipisahkan dari rokok elektrik.

Faktanya nikotin termasuk zat yang beracun yang dapat menaikkan tekanan darah, memacu adrenalin dan meningkatkan denyut jantung hingga memicu serangan jantung.

Selain itu, nokotin yang terkandung dalam rokok elektrik ternyata jauh lebih banyak daripada rokok tembakau, efeknya dapat menimbulkan kacanduan seperti heroin atau kokain.

3. Membahayakan organ tubuh

Dua organ tubuh yang akan mengalami dampak buruk akibat penggunaan vape adalah paru-paru dan jantung.

Kandungan nikotin lagi-lagi menjadi pemicu utamanya dan dapat menyebabkan risiko peradangan pada paru-paru hingga mengurangi kemampuan jaringan pelindung di dalamnya.

Melalui gangguan pada paru-paru ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit bronkiolitis obliterans atau paru-paru popcorn (popcorn lung).

Jantung juga dipaksa untuk melepaskan hormon epinefrin (adrenal) yang menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat.

4. Menyebabkan gangguan pada janin

Disinyalir lebih aman daripada rokok, hal inilah yang menyebabkan beberapa wanita ikut-ikutan untuk menghisap vape. Padahal kandungan dalam vape yaitu nikotin dan berbagai zat berbahaya lainnya dapat menyebabkan gangguan pada janin.

Harap diingat bahwa perokok pasif vape juga sama bahayanya dengan perokok pasif dari pembakaran tembakau. Selain berdampak buruk bagi ibu hamil, kandungan nikotin dapat memengaruhi perkembangan otak anak.

5. Barang ilegal di banyak negara

Setidaknya terdapat 10 negara yang telah melarang peredaran rokok elektrik atau vape, yaitu:

  • Australia
  • Yordania
  • Hongkok
  • Kanada
  • Arab Saudi
  • Singapura
  • Belanda
  • Argentina
  • Venezuela
  • India

Pelanggaran kepemilikan barang ilegal vape di negara tersebut akan dikenakan kurungan penjara maksimal 3 tahun dan denda sekitar 140 juta.

Selain kelima fakta tersebut, vape terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak khususnya bidang kesehatan dan kedokteran. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bahaya vape untuk mengetahui dampak nyatanya.

Para ahli curigan akan kandungan formaldehida yang ada pada vape dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker di tubuh manusia.

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Saat ini tersedia empat layanan utama, yaitu: Perawat Medis, Perawat Orang Sakit (Non Medis), Perawat Lansia dan Perawat Bayi/Anak. Dapatkan penawaran dengan harga menarik khusus pembaca artikel ini.* Pesan sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here