Kenapa orang tua dapat berperilaku seperti anak kecil
Kenapa orang tua dapat berperilaku seperti anak kecil. (Yahoo.com)

Pernahkah kamu bertanya tentang orang tua yang telah lanjut usia (lansia) kadang mempunyai sifat kekanak-kanakan? Mulai dari cara berpikir, bersikap hingga berperilaku kembali seperti anak kecil.

Hal tersebut dapat dijelaskan secara medis dan psikologis, semakin bertambah tua usia seseorang maka dapat memengaruhi pola pikir yang tak lagi sama seperti ketika masih muda. Baca juga: Tiga Jenis Gangguan Kesehatan Kejiwaan dan Mental Pada Lansia

Kemampuan otak untuk menerima, menyimpan dan memproses sebuah informasi kadang akan sedikit kesulitan dan bahkan gagal paham. Beberapa di antarnya disebabkan oleh penyakit seperti pikun, alzheimer dan demensia.

Dikutip dari Lifestyle Kompas bahwa adanya hubungan antara penuaan usia dan penurunan kognitif. Hasil penelitian membuktikan bahwa sel induk saraf yang terletak di dalam otak tertentu memiliki peran utama dalam fungsi kognitif seperti memori, pembelajaran dan perilaku emosional.

Tak hanya kemampuan kognitif saja yang memengaruhi perilaku dan sifat orang tua seperti anak kecil, melainkan juga kekuatan dan kesehatan tubuh yang ia miliki.

Menurunnya kekuatan atau kesehatan fisik dan tak lagi mempunyai aktivitas rutin harian seperti bekerja akan membuat lansia merasa tersisih, kesepian dan beranggapan bahwa dirinya tak lagi dibutuhkan orang lain.

Ditambah lagi jika lansia tak ada yang menemani dalam kesehariannya, tidak ada lagi anak-anak di rumah yang selalu ada untuknya karena sibuk bekerja dan tak ada lagi sang kekasih akan sangat memukul psikologisnya.

Dalam kondisi seperti ini, lansia harus mengambil sikap antara menerima dan menyesuaikan dengan keadaan atau menolak keadaan dengan mengambil sikap melawan (bereaksi berlebihan ) dan menarik diri (menyendiri).

Tak ayal, beberapa lansia ada yang mempunyai perilaku seperti anak kecil. Sulit untuk diberitahu atau dinasehati, misalnya seperti melarang orang tua untuk membersihkan kamar mandi namun tetap saja ia akan melakukannya.

Risikonya adalah terjatuh atau terpeleset yang akhirnya melukai dirinya sendiri. Tidak hanya itu saja, kadang orang tua sangat “membandel” karena sudah berulang kali diberitahu namun tetap saja melakukan hal yang sama.

Baca nanti:

Cara menghadapi orang tua yang sudah lanjut usia

1. Meluangkan waktu

Pada dasarnya orang tua sangat membutuhkan kehadiran orang lain khususnya dari anak-anaknya. Meluangkan waktu bagi orang tua seperti menemaninya bercerita, membuatkan makanan kesukaannya atau hanya sekadar mengawasinya saja sudah lebih dari cukup.

2. Mendengarkan dan meresponnya

Beberapa lansia mungkin akan mengulangi setiap cerita atau omongannya secara terus menerus walau hal tersebut sudah pernah dibahas sebelumnya.

Cukup dengarkan dan berusahalah untuk merespon setiap apa yang ia ungkapnya, seperti mengatakan “Oh begitu ya, lalu bagaimana selanjutnya?”.

Jangan pernah menyuruhnya untuk menghentikan obrolan yang selalu dia katakan berulang kali, biarkan dia bercerita tanpa harus merasa tersinggung.

3. Memberikan tanggung jawab

Walau pun sudah tidak lagi muda, ternyata orang tua atau lansia masih suka untuk menerima tanggung jawab.

Berikanlah tanggung jawab yang sekiranya dia mau dan bisa jalankan, memberikan peran yang berfungsi di dalam keluarga akan membuat orang tua merasa lebih dihargai dan dipercayai.

4. Mengajak orang tua berkegiatan

Jika fisik dan kesehatan orang tua masih memungkinkan untuk melakukan kegiatan ringan, jangan sungkan untuk mengajaknya melakukan aktivitas fisik seperti berkebun, membersihkan dan merapikan ruangan atau hanya sekadar berjalan-jalan.

Ajaklah ia sesekali berlibur ke tempat yang ia sukai, mungkin di alam yang bebas atau hanya sekadar berbelanja di mall itu sudah cukup lebih baik dari pada membiarkan orang tua tetap di rumah saja.

5. Menggunakan jasa home care perawat lansia

Alternatif di saat seluruh anggota keluarga tidak bisa selalu ada di samping orang tua untuk mengasuh, merawat dan menemaninya adalah dengan menggunakan layanan jasa home care perawat lansia (caregiver).

Seluruh kebutuhan dan keinginan orang tua seperti memandikan, memberikan makan, mengenakan pakaian, olahraga atau mengobrol dan memberikan permainan akan dilakukan oleh para caregiver.

Insan Medika adalah satu-satunya perusahaan home care terbaik di Indonesia yang mempunyai caregiver paling berkualitas serta berpengalaman dalam bidangnya.

6. Mendaftarkan orang tua ke panti jompo

Selain menggunakan layanan home care perawat lansia live-in 24 jam di rumah, ada alternatif lainnya yaitu menempatkan orang tua di panti jompo (panti werdha) atau bisa juga disebut dengan senior living.

Saat ini banyak senior living di Jakarta yang mampu memenuhi kebutuhan para lansia dengan menyediakan hunian, suasana dan pelayanan yang dikhususkan untuk para lansia (senior). Baca juga: Tiga Panti Jompo Eksklusif Terbaik Untuk Para Senior di Jakarta


Butuh perawat lansia yang profesional dan berpengalaman dengan harga terbaik? Home care Insan Medika solusi yang tepat untuk merawat dan mengasuh orang tua yang Anda cintai di rumah. Tersedia empat layanan utama, yaitu: Perawat Medis, Perawat Orang Sakit (Non Medis), Perawat Lansia dan Perawat Bayi/Anak. Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here