Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

0
544
Arthritis atau radang sendi
Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan. (Img: painhealth.css.uwa.edu.au)

Radang sendi atau artritis adalah kondisi sendi menjadi kaku atau sulit digerakkan akibat adanya peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi.

Radang sendi dapat diakibatkan oleh beberapa jenis penyakit seperti penyakit degeneratif, autoimun dan juga batu kristal asam urat.

Radang sendi dapat terjadi pada usia muda seperti anak-anak, remaja, dewasa hingga orang lanjut usia (lansia).

Baca juga: Daftar 17 Penyakit Pada Lansia Yang Patut Diwaspadai

Gejala Radang Sendi

Tanda-tanda dari seseorang mengalami peradangan sendi yang umum ditemukan adalah:

  1. Ruang gerak sendi terganggu atau terbatas.
  2. Kulit kemerahan pada area sendi yang meradang.
  3. Sendi terasa kaku.
  4. Terjadi pembengkakkan pada sendi.
  5. Timbul rasa nyeri dari yang paling ringan hingga yang berat.
  6. Atrofi otot, mengecilnya ukuran otot pada area sendi.
  7. Menurunnya kekuatan otot bagian sendi.
  8. Adanya suara gesekan ketika sendi digerakkan.
  9. Muncul tulang tambahan di area sendi yang meradang.
  10. Timbul benjolan pada bagian radang sendi.

Penyebab Radang Sendi

Radang sendi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi tergantung dari penyebabnya, yaitu:

  • Gout arthritis.
    Kondisi di mana penumpukan kristal asam urat terjadi di dalam sendi.
  • Septic arthritis.
    Peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur pada sendi, atau pun virus. Disebut juga sebagai infection arthritis.
  • Reactive arthritis.
    Peradangan sendi dipicu oleh reaksi radang yang terjadi pada bagian tubuh lain. Seringnya pula dipicu oleh infeksi bakteri pada saluran kemih. Kondisi ini disebut sebagai Sindrom sindrom reiter.
  • Rheumatoid arthritis.
    Terjadinya sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri hingga menyebabkan terjadinya radang sendi.
  • Osteroarthritis.
    Kondisi di mana kerusakan atau penipisan tulang rawan yang akhirnya menjadi penyebab terjadinya gesekan langsung antar tulang.

Baca juga: Sering Pegal Linu? Hati-Hati 10 Penyakit Berbahaya Berikut Ini

Faktor Risiko Radang Sendi

Risiko seseorang mengalami radang sendi semakin besar apa bila mempunyai:

  1. Obesitas.
  2. Riwayat trauma sendi.
  3. Usia.
  4. Riwayat dalam keluarga.

Pencegahan Radang Sendi

  • Kontrol rutin jika memiliki penyakit yang potensial meradangkan sendi.
  • Jaga postur tubuh saat berdiri maupun duduk.
  • Aktif bergerak.
  • Olahraga teratur.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Konsumsi makanan yang tinggi serat.
  • Konsumsi teh hijau.
  • Konsumsi vitamin-D dan kalsium.
  • Konsumsi kunyit untuk bumbu makanan.
  • Konsumsi makanan kaya omega 3.
  • Perbanyak buah-buahan dan sayuran.
artritis atau radang sendi
Pencegahan radang sendi. (Img: buoyhealth.com)

Pantangan Makanan Radang Sendi

Baca juga: Inilah Menu Makanan untuk Lansia dalam Satu Hari

  1. Makanan/minuman yang manis.
    Karena gula dapat memicu pelepasan sitokin, yaitu protein kecil yang membawa sinyal peradangan dalam tubuh dan mengakibatkan reaksi peradangan akan terjadi dan membuat persendian yang tegang semakin lemah.
  2. Susu.
    Perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi susu dari produk tertentu, atau makanan olahan dari susu. Jika rasa tak nyaman muncul setelah mengonsumsi produk susu dari hewan, tidak ada salahnya menggantikan susu dari kedelai atau almond.
  3. Kandungan asam lemak omega 6.
    Semua nutrisi akan menyehatkan jika kadarnya seimbang. Walau asam lemak omega 6 berperan dalam pembentukan sel, namun jika berlebihan kandungan ini dapat membuat peradangan semakin buruk, seperti berlebihan mengonsumsi kuning telur atau daging merah.
  4. Kandungan tinggi lemak jenuh.
    Dikarenakan berat badan cenderung mudah naik karena kandungan tersebut, maka baiknya menghindari makanan cepat saji seperti kentang goreng, donat, burger, serta junk food lainnya.
  5. Makanan yang mengandung banyak garam.
    Kerusakan sendi dapat meningkat akibat kadar natrium yang tinggi hingga membuat sel-sel dalam tubuh menahan air. Sebagai gantinya, baik menggunakan bawang putih, paprika, lada, perasan jeruk nipis atau lemon pada masakan.

Minyak untuk Meredakan Radang Sendi

  1. Rosemary.
    Minyak yang sifatkan astrigen, antibakteri, antioksidan, analgesik, antirematik. Selain untuk nyeri sendi, biasanya minyak ini digunakan untuk mengatasi asam urat. Minyak ini memiliki cara kerja yang memanaskan area dan membuat saraf mati rasa.
  2. Kemenyan.
    Ekstrak dari resin pohon Boswellia ini memiliki efek anti inflamasi pada gout. Walau pada jaman dahulu digunakan untuk sebagai pengharum karena aromanya yang menenangkan.
  3. Basil.
    Minyak Basil memiliki sifat anti inflamasi yang dapat meredakan pembengkakan serta peradangan, juga mengurangi sensasi terbakar karena sifat pendinginannya.
  4. Sereh.
    Minyak Lemongrass membantu dalam mengobati asam urat karena sifat antimikroba dan antibakterinya. Sebuah studi Bioactivity Analysis of Sereh essential oil diterbitkan dalam International Food Research Journal yang menyatakan bahwa minyak esensial ini dapat mengurangi kadar asam urat ketika dikonsumsi.
  5. Thyme.
    Minyak thyme dikenal memiliki beberapa senyawa seperti asam ursolat dan oleanolic yang menunjukkan sifat anti inflamasi dan flavonoid. Minyak ini membantu dalam menurunkan peradangan dengan menghambat oksida nitrat, sebuah molekul yang meningkatkan peradangan menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy and Farmacology.

Vitamin untuk Radang Sendi

  1. Wellness Calcium Citrate.
  2. Calcium-D Redoxon (CDR).
  3. Vidronan Gummy.
  4. Protecal Osteo.
  5. Zevit Grow.
  6. Welmove.
  7. Blackmores Calcimag Multi.
  8. Natulero Bone Strength.
  9. Nature’s Health Coral Calcium.
  10. Sea-quill Osteo Cal.

Baca juga: 5 Vitamin Yang Sangat Baik Untuk Orang Tua. Nomor 3 Sebaiknya Dikonsumsi!

Komplikasi Radang Sendi

Ada pula hal-hal yang dapat terjadi jika radang sendi tidak ditangani dengan baik, seperti:

  • Osteoporosis.
  • Kelainan bentuk.
  • Kematian jaringan tulang (osteonecrosis).
  • Gangguan tidur.
  • Produktifitas menurun.
  • Gangguan kecemasan atau depresi.
  • Kerentanan terhadap infeksi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Dislokasai sendi.

Pengobatan Radang Sendi

Jika kondisi semakin parah, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan oleh dokter. Agar mengetahui tepatnya sejauh mana kondisi peradangan, serta memantau radang sendi yang dialami.

Obat Radang Sendi

Selalu konsultasikan dan periksakan diri Anda untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Artikel ini tidak menjadi anjuran untuk Anda mengkonsumsi obat radang sendi tanpa resep dari dokter!

  1. Paracetamol.
  2. Aspirin.
  3. Ibuprofen.
  4. Naproxen sodium.
  5. Obat opioid (resep dokter).
  6. Capsaicin (obat oles).
  7. Natrium diklofenak (obat oles).

Diagnosis Radang Sendi

Seperti yang dilansir pada alodokter.com, setelah tanya jawab perihal keluhan sendi yang bermasalah, pemeriksaan selanjutnya dilakukan untuk melihat tanda-tanda peradangan serta keterbatasan gerak sendi.

Pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan berupa:

  • Tes darah. Untuk mencari tau penyebab dari radang sendi.
  • Pemindaian dengan USG, rontgen, CT scan, MRI, guna mendeteksi peradangan yang ada.
  • Analisis cairan sendi. Untuk mengetahui apa terjadi peradangan atau infeksi pada sendi.
  • Arthrocentesis. Deteksi tanda-tanda infeksi pada sendi.

Fisioterapi Radang Sendi

Upaya pengembalian fungsi gerak yang berkurang dan bermasalah akibat peradangan pada sendi.Dilakukan untuk memperkuat otot-otot pada area sendi demi meningkatkan kempuan gerak.

Operasi Radang Sendi

Guna memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Operasi biasanya dilakukan jika gejala terhadap radang sendi kian buruk dan tidak mampu lagi ditanggulangi oleh obat radang sendi akut.

Jenis operasi yang dilakukan berupa:

  • Arthroplasty.
  • Osteotomy.
  • Arthrodesis.

Q & A (Questions and Answers) Tentang Radang Sendi atau Arthritis

Q: Apa obat tradisional radang sendi?
A: Obat tradisional yang biasa digunakan untuk radang sendi ialah gel lidah buaya, kayu putih, jahe, teh hijau, bubuk kunyit, air garam, nanas, borage oil.

Q: Apa penyebab radang sendi?
A: Penyebab radang sendi umumnya diakibatkan oleh penyakit degeneratif, autoimun dan juga batu kristal asam urat.

Q: Apakah radang sendi penyakit berbahaya?
A: Radang sendi dapat berubah menjadi penyakit berbahaya apa bila tak dicegah lebih dini

Q: Nyeri sendi gejala sakit apa?
A: Nyeri sendi ialah gejala dari bermasalahnya tulang rawan, tulang ligamen, tendon atau otot. Yang mengcau pada arthritis atau pun arthralgia.


Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca Juga:

lowongan kerja perawat home care insan medika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here