Cara tidur kembali setelah terbangun di malam
Cara tidur kembali setelah terbangun di malam

Apakah kamu pernah mengalami gangguan tidur (sleep disorder) seperti suka terbangun di malam hari lalu susah tidur kembali?

Bagi sebagian orang hal ini sangat tidak diinginkan apa lagi jika keesokan harinya ada acara yang sangat penting.

Kebangun tengah malam dan tidak bisa tidur lagi umumnya terjadi karena ada gangguan dari dalam diri sendiri atau faktor eksternal seperti suara yang berisik, suhu ruangan, getaran dan sejenisnya.

Dalam dunia kedokteran atau istilah medis untuk jenis gangguan tidur yang paling umum diketahui adalah insomnia.

Gangguan tidur yang sering dirasakan ini dapat memengaruhi psikologis penderitanya, mulai dari jiwa, kesehatan fisik, emosional dan kehidupan sosial.

Jenis-Jenis Gangguan Tidur

Ternyata gangguan tidur mempunyai banyak jenis, tidak hanya insomnia saja.

Berikut jenis-jenis gangguan tidur yang mungkin sedang Anda alami.

1. Insomnia

Mungkin sebagian besar orang pernah mengalami gangguan tidur jenis ini, insomnia dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk tidur dan susah mendapatkan kualitas tidur yang baik di waktu yang seharusnya.

Insomnia dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • Insomnia primer adalah sebuah tipe gangguan tidur yang tidak ada kaitannya dengan kondisi medis lainnya.
  • Insomnia sekunder adalah sebuah tipe gangguan tidur yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seperti adanya penyakit kanker, depresi, asma, stroke dan pengaruh penggunaan obat-obatan atau minuman beralkohol.

2. Narkolepsi

Pernahkah Anda mengalami rasa kantuk yang sangat berat di siang hari dan tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat? Mungkin Anda mempunyai gangguan tidur jenis ini.

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh adanya kelainan neourologis yang melibatkan sistem saraf pusat pada otak.

Sejauh ini belum dapat disimpulkan apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur narkolepsi ini, namun hasil penelitian menunjukkan jika seseorang dengan hipokretin (zat kimia di otak yang mengatur waktu tidur) rendah cenderung berisiko mengalami narkolepsi.

Beberapa penyakit kronis pada otak sangat berperan untuk menimbulkan jenis gangguan tidur ini, contohnya:

  • Tumor atau kanker otak
  • Cedera pada kepala
  • Peradangan pada otak
  • Multiple sclerosis

3. Hypersomnia

Seseorang dengan gangguan tidur hypersomnia ini akan selalu merasa ngantuk di sepanjang hari meskipun telah tidur nyenyak semalaman. Saking ekstreamnya, penderita hypersomnia dapat menghabiskan 16-20 jam sehari hanya untuk tidur.

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia normal hanya membutuhkan waktu 6-8 jam untuk tidur setiap harinya.

Gangguan tidur jenis hypersomnia ini mempunyai dua tipe, yaitu:

  • Hypersomnia primer adalah sebuah gangguan tidur yang disebabkan oleh adanya gangguan fungsi sistem saraf pusat dalam mengatur waktu tidur dan bangun.
  • Hypersomnia sekunder adalah sebuah gangguan tidur yang disebabkan karena tidak mendapatkan kualitas dan waktu tidur yang maksimal, adanya riwayat penyakit kronis hingga pengaruh penggunaan obat-obatan dan alkohol.

4. Parasomnia

Pernahkah teman atau saudara Anda berbicara atau melakukan aktivitas fisik saat ia tertidur lelap? Ya, itu adalah salah satu gangguan tidur yang dinamakan dengan parasomnia.

Gejala gangguan tidur parasomnia tidak hanya sekadar berbicara dan menggerakkan fisik tanpa disadari oleh pengidapnya saja, malainkan mereka dapat berjalan hingga makan dengan tetap tidur.

Parasomnia banyak dialami oleh anak-anak dan remaja, harap diketahui bahwa hal ini wajar dan tidak menimbulkan masalah secara psikologis dan psikiatris yang harus dikhawatirkan.

5. Sleep Apnea

Gangguan tidur jenis ini dipengaruhi oleh sistem pernapasan serius yang disebabkan karena adanya penyempitan dan pengenduran pada dinding tenggorokan sebagai saluran udara utama.

Gejala yang paling umum dari sleep apnea adalah dengkuran (ngorok) keras, kesulitan dalam bernapas dapat menyebabkan kesulitan tidur (insomnia) hingga berkeringat secara berlebihan.

Sleep apnea terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sleep apnea obstruktif adalah gangguan tidur yang menyebabkan otot tenggorokan mengendur dan menyempit.
  • Sleep apnea sentral adalah gangguan tidur yang disebabkan karena otak tidak bisa mengirim sinyal ke otot pengatur pernapasan.
  • Sleep apnea kompleks adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh gabungan antara sleep apneaobstruktif dan sleep apnea sentral.

6. Sleep Paralysis

Istilah populer untuk jenis gangguan tidur ini adalah ketindihan atau tindihan. Seseorang yang mengalami sleep paralysis akan merasakan kelumpuhan di sekujur tubuh lalu dibarengi dengan halusinasi menyeramkan hingga sulit mengatur napas.

Kondisi tindihan dapat terjadi dalam beberapa saat atau menit, harap diketahui bahwa kelumpuhan tidur ini tidak ada kaitannya dengan penyakit kejiwaan dan tidak berbahaya sama sekali.

Sleep paralysis terjadi karena ketidaksinkronan antara otak dengan tubuh, ketika otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun namun tubuh sudah dalam kondisi setengah sadar dan setengah tidur.

Periode tidur seseorang mempunyai dua jenis tidur yang terjadi secara berganti-ganti, yaitu:

  • Rapid Eye Movement (REM) atau tidur dengan gerakan mata cepat.
  • Nonrapid Eye Movement (NREM) atau tidur dengan gerakan mata lambat.

Ketindihan sering muncul di tengah periode tidur REM yang mana kondisi ini dapat menyentak tubuh untuk bangun padahal siklus REM belum selesai.

Cara mengatasi gangguan tidur

Berbagai jenis gangguan tidur di atas jika sering terjadi maka dapat menimbulkan masalah baru seperti lesu atau tidak semangat dalam menjalani aktivitas hari tersebut.

Agar hal itu tidak terjadi, maka Anda dapat melakukan beberapa cara agar bisa tidur lagi setelah terbangun di tengah malam, yaitu:

1. Jangan menyalakan lampu

Hindari cahaya yang terlalu terang dan sebaiknya tidak ada cahaya agar otak dan tubuh tidak terkecoh dan menganggap cahaya tersebut adalah cahaya matahari.

Jika Anda membutuhkan cahaya untuk mengambil air minum atau pergi ke toilet, sebaiknya gunakan cahaya seperlunya saja dan jika dirasa tetap dapat beraktivitas dalam gelap itu jauh lebih baik.

2. Jangan menggunakan handphone

Dalam keadaan tiba-tiba terbangun di tengah malam jangan sekali-kali menggunakan atau menyalakan handphone apa pun alasannya.

Menggunakan handphone dapat mengganggu kualitas dan jam tidur.

Jika ingin mengetahui jam, sebaiknya lihat pada jam dinding atau jam tangan.

3. Tetap dalam posisi tidur

Cara agar bisa tidur lagi setelah terbangun adalah tetap dalam posisi tidur, apa pun posisinya baik telentang atau tengkurap, sebaiknya jangan berdiri atau duduk.

Ketika tubuh berdiri atau duduk maka otak akan mengkondisikan tubuh untuk terjaga.

4. Kembali pejamkan mata

Cara tidur cepat tidur setelah terbangun di tengah malam adalah tetap memejamkan mata. Teknik ini cukup efektif karena otak tidak akan banyak menerima rangsangan dari luar terutama dari cahaya.

Jika terpaksa harus membuka mata sebaiknya lakukan secepatnya, jangan berlama-lama untuk membuka mata.

5. Tenang dan jangan banyak berpikir

Setelah posisi tubuh tetap tidur, mata terpejam maka cara tarkhir adalah dengan menenangkan diri atau tetap rileks menikmati tidur yang terjeda dan jangan banyak berpikir.

Mungkin kondisi sleep paralysis menakutkan dan dapat menyebabkan tidur tidak tenang, namun dengan menerapkan cara ini dijamin dapat tidur kembali tanpa harus terjaga.


Punya keluhan sakit yang membutuhkan bantuan keperawatan dari tenaga kesehatan seperti Perawat Medis, Perawat Orang Sakit (Non Medis), Perawat Lansia dan Perawat Bayi/Anak di rumah secara live-in tanpa harus ke rumah sakit? Yuk gunakan layanan home care Insan Medika. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Pesan sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here