Sinus Preauricular adalah lubang kecil yang ada pada daun telinga bagian atas menyerupai bekas tindik atau lesung pipi. Sekitar 5 persen populasi manusia di dunia mempunyai lubang kecil (sinus preauricular) di daun telinganya.
Umunya sinus preauricular hanya terjadi pada salah satu telinga saja yaitu bagian kanan, namun tidak menutup kemungkinan kedua daun telinga mempunyai lubang kecil ini.
Adanya lubang kecil pada daun telinga tersebut diakibatkan oleh cacat sejak dalam kandungan ketika janin bayi berusia 6 minggu. Tidak sempurnanya proses pembentukan telinga menjadi faktor utama.
Sinus preauricular tidak berbahaya, kendati begitu lubang kecil di daun telinga tersebut dapat mengalami infeksi dan menimbulkan permasalahan pada kesehatan.
Baca juga: Sinusitis: Jenis, Gelaja, Penanganan dan Pengobatan
Penyebab Sinus Preauricular
Orang tua tidak perlu khawatir apabila sinus preauricular ada pada bayi karena sejatinya kondisi ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena tidak akan mengganggu fungsi pendengaran.
Orang tua dapat melakukan konsultasi langsung kepada dokter spesialis THT untuk mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan demi kebaikan sang bayi.
Teori Sinus Preauricular
Sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terbentuknya sinus preauricular. Terdapat beberapa teori menyebutkan bahawa:
- Sinus preauricular adalah sisa evolusi ingsan ikan selama berjuta-juta tahun. (Teori Neil Shubin).
- Cacat proses pembentukan pada lengkungan faring pertama dan kedua.
- Faktor keturunan. Orang tua yang mempunyai sinus preauricular berisiko menurunkan kondisi ini kepada anaknya.
- Jenis kelamin. Perempuan lebih banyak mempunyai kondisi sinus preauricular daripada laki-laki.
Gejala Sinus Preauricular Mengalami Infeksi
Masalah kesehatan dapat muncul ketika lubang atau sinus preauricular mengalami infeksi akibat bakteri atau kotoran. Beberapa gejala yang akan dialami adalah:
- Lubang sinus preaucirular mengeluarkan cairan atau nanah.
- Sinus preauricular berbau.
- Telinga mengalami peradangan atau pembengkakan.
- Telinga menjadi kemerahan.
- Timbul rasa sakit atau nyeri.
- Mengalami demam.
Dalam kondisi yang buruk, sinus preauricular dapat mengalami abses atau penumpukan nanah. Dibutuhkan penanganan atau tindakan medis seperti operasi yang dilakukan oleh dokter.
Cara Mengobati Infeksi Sinus Preauricular
Cara menyembuhkan sinus preauricular adalah dengan melakukan pemeriksaan langsung kepada dokter agar gejala tidak semakin memburuk dan berisiko menimbulkan komplikasi.
Obat penyakit sinus preauricular dapat diperoleh dari resep dokter seperti antibiotik untuk mematikan bakteri yang menjadi penyebab infeksi.
Selain penggunaan obat, dokter dapat melakukan tindakan medis seperti penyedotan cairan nanah yang ada pada sinus preauricular hingga melakukan bedah kecil.
Agar infeksi tidak terjadi kembali, dokter dapat melakukan penutupan lubang kecil di daun telinga ini dengan prosedur tindakan operasi.
Cara Merawat Sinus Preauricular
Agar tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti iritasi atau infeksi, hindari menusuk, menyentuh atau memencet lubang sinus preauricular.
Selain, menjaga telinga khususnya lubang sinus preauricular tetap kering serta bersih sangat diwajibkan.
Question and Answer (Q&A) tentang Sinus Preauricular
Q: Apa yang dimaksud lubang telinga?
A: Lubang kecil pada telinga disebut dengan Sinus Preauricular atau Fistula Preaurikular Kongenital.
Q: Apa itu Preauricular?
A: Sinus Preauricular adalah lubang kecil menyerupai bekas tindik atau lesung pipi yang ada di daun telinga bagian depan atas.
Q: Kenapa di dekat telinga ada lubang kecil?
A: Proses pembentukan telinga yang tidak sempurna saat janin berusia 6 minggu di dalam kandungan.
Q: Kenapa daun telinga bisa bengkak?
A: Sinus preauricular dapat mengalami iritasi dan infeksi sehingga menimbulkan gejala seperti bengkak, nyeri, keluar nanah, telinga memerah dan demam.
Baca juga:
- Cara Mengobati Luka Bernanah Agar Cepat Kering dan Sembuh
- Meningitis: Penyebab, Jenis, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan
- Benarkah Menginjak Kecoa Dapat Menyebabkan Infeksi Cacing di Kaki? Ini Faktanya!