Wabah Mematikan Setiap 100 Tahun
Kenapa Selalu Ada Wabah Mematikan Setiap 100 Tahun Sekali? Kebetulan? (Img: Wikipedia.org)

Sejarah mencatat setiap 100 tahun sekali selalu ada wabah atau pandemi mematikan yang menewaskan ribuan hingga jutaan orang di seluruh dunia.

Setidaknya terdapat empat siklus gelap yang dialami umat manusia di bumi sampai saat ini. Wabah atau pandemi mematikan terburuk sepanjang sejarah terjadi pada tahun 1720, 1820, 1920 dan 2020.

Jika diamati, pandemi mematikan tersebut selalu muncul setiap 100 tahun sekali dan selalu diakhiri dengan angka 20. Pandemi apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

Baca juga: Indonesia Borong Jutaan Obat Virus Corona Avigan dan Klorokuin

Wabah atau Pandemi Mematikan Setiap 100 Tahun Sekali

1. Wabah Marseille (1720)

Pes Justinians Plague
Penyakit Pes. (Img: romeacrosseurope.com)

Wabah Marseille atau dikenal juga dengan penyakit Pes dan The Great Plague of Marseille terjadi pada tahun 1720 di kota Marseille Prancis.

Diperkirakan jumlah korban meninggal dunia akibat wabah yang terjadi di benua Eropa ini mencapai 100.000 orang.

Penularan penyakit Pes melalui lalat yang terinfeksi virus kemudian menularkannya ke manusia.

2. Pandemi Kolera (1820)

Kolera Ketiga
Penyakit Kolera.

Pandemi Kolera atau dikenal juga dengan nama Kolera Asiatik yang terjadi untuk pertama kalinya di benua Asia.

Pandemi Kolera Asiatik disebabkan oleh bakteri yang ada di Sunga Gangga dan dapat dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru benua Asia.

Tercatat, wabah mematikan ini mencapai Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Timur hingga terdeteksi di pantai Mediterania.

Di Asia Tenggara seperti Thailand terdapat korban meninggal sebanyak 30.000 orang dan di Indonesia khususnya Semarang sebanyak 1.225 orang meninggal dunia.

Diperkirakan jumlah korban meninggal akibat pandemi Kolera Asiatik pertama mencapai 100.000 kematian di benua Asia saja.

3. Flu Spanyol (1920)

Flu Spanyol
Flu Spanyol. (Img: Underwood Archives—Getty Images)

Flu Spanyol terjadi pada tahun 1920 akibat dari adanya mutasi genetik virus influenza hingga berubah menjadi virus yang sangat berbahaya.

Tak tanggung-tanggung, Flu Spanyol menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia dan pernah tercatat hingga ke pulau-pulau terpencil di Pasifik.

Tidak hanya wilayah terpencil, virus flu ini juga terdeteksi hingga mencapai Kutup Utara.

Tercatat, Flu Spanyol memicu badai sitokin yang mengobrak-abrik sistem kekebalan tubuh manusia di seluruh dunia sehingga banyak orang yang mengalami malnutrisi, pasein yang tidak dilayani di rumah sakit hingga memaksa pembuatan kamp medis.

4. Covid-19 (2020)

Jumlah orang positif virus corona dan jumlah korban tewas
Virus corona atau Covid-19. (Img: abcnews.go.com)

Awal mula virus corona atau Covid-19 muncul di kota Wuhan, Hubei, China pada Desember 2019 dan terus menyebar keluar kota hingga ke seluruh dunia.

Diketahui sampai saat ini telah terjadi sebanyak 338.747 kasus di seluruh dunia dan menewaskan sebanyak 14.688 orang. Di Indonesia sendiri saat ini telah terjadi 514 kasus dan menewaskan 48 orang.

Belum ada obat atau vaksin virus corona, pengobatan atau perawatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala dan mencegah terjadinya kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja melakukan uji coba vaksin virus corona yang diterapkan di China pada minggu ini.

Sambil menunggu proses uji coba tersebut, upaya agar tidak terinfeksi virus corona adalah dengan melakukan karantina terhadap suatu wilayah dan membatasi interaksi sosial (Social distancing).

Selain itu, mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan hand sanitizer secara rutin juga terbukti ampuh mencegah terinfeksi virus corona.


Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

lowongan kerja perawat home care insan medika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here