Pengertian dan Perbedaan Antara ODP, PDP dan Suspect
Pengertian dan Perbedaan Antara ODP, PDP dan Suspect. (Img: freep.com)

Saat membaca berita seputar infeksi virus corona atau Covid-19. Kita akan sering mendengar atau membaca istilah dari ODP, PDP dan Suspect.

ODP, PDP dan Suspect merupakan kelompok risiko pada orang yang berkaitan dengan infeksi virus.

Sebelum seseorang dinyatakan sebagai pasien Covid-19 misalnya, mereka umumnya akan masuk ke dalam salah satu dari ketiga kelompok yang berisiko terinfeksi virus.

Baca juga: Pengertian Wabah, Epidemi dan Pandemi pada Suatu Penyakit

Pengertian ODP, PDP dan Suspect

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

Seseorang dikatakan masuk dalam kategori ODP apabila ia sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat penyebaran virus.

Anda juga akan masuk sebagai ODP apabila pernah berkontak langsung dengan pasien positif virus tertentu.

Orang yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang belum menunjukkan gejala sakit.

2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Artinya, orang yang masuk ke dalam kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien) dan menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan sesak napas.

3. Suspect

Sementara itu, suspect adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi suatu virus yang telah menunjukkan gejala virus dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif virus.

Pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequenting.

Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi virus di tubuh pasien suspect tersebut: Apakah positif atau negatif.

Status ODP, PDP dan Suspect

Status ODP,PDP dan suspect, didapat dari proses tracking yang dilakukan pemerintah dengan mengaitkan data-data yang ada di lapangan.

Pasien yang masuk dalam salah satu dari ketiga kelompok tersebut akan diberitahu oleh petugas kesehatan terkait dan umumnya diinstruksikan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Jika bukan salah satu dari ketiganya, apa yang harus dilakukan?

Pada kasus virus corona (Covid-19) Kementerian Kesehetan Republik Indonesia sudah mengeluarkan protokol kesehatan yang bisa diikuti untuk mengantisipasi penyebaran infeksi virus corona.

Sehingga, meski Anda bukan ODP, PDP atau pun Suspect Covid-19, sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

Protokol Kesehatan Terhadap Virus Corona

1. Jika Merasa Sakit

Bagi Anda yang merasa kurang sehat Anda mengalami demam 38’C dan batuk atau pilek, istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu, minum obat.

Jika keluhan tidak kunjung reda dan mulai muncul sesak napas, segera berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Saat berobat, Anda harus lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegah penyebaran penyakit:

  • Gunakan masker selama di perjalanan dan selama menunggu giliran diperiksa dokter.
  • Apabila tidak memiliki masker, ikuti batuk dan bersin yang benar, yaitu dengan tidak menutup mulut menggunakan telapak tangan melainkan siku bagian dalam.
  • Usahakan tidak menggunakan transportasi umum.

Setelah pemeriksaan, jika ternyata tidak memenuhi kriteria sebagai suspect Covid-19, Anda akan dirawat sesuai kondisi penyakit yang diderita.

Suspect Covid-19

Sementara itu, apabila Anda memenuhi kriteria untuk masuk sebagai suspect Covid-19, maka petugas akan merujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah dan aturan langkah penanganan seperti di bawah ini:

  • Suspect Covid-19 akan diantar ke rumah sakit rujukan menggunakan ambulan dari faskes terkait, didampingi oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).
  • Dirumah sakit rujukan, petugas akan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan melakukan isolasi.
  • Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium dan hasil akan keluar 24 jam setelah pemeriksaan dilakukan.
  • Jika hasilnya positif, maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.
  • Lalu, selama dirawat, sampel akan diambil setiap hari. Anda akan dinyatakan sembuh apabila hasil pemeriksaan sudah negatif selama dua kali berturut-turut.
  • Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

Jika Tidak Sakit

Jika Anda merasa sehat tapi pernah melakukan perjalanan ke negara dengan banyak warga yang terjangkit Covid-19 atau merasa pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19, segera hubungi hotline virus Corona di 119 ext.9 untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Status ODP, PDP dan suspect memang bisa didapatkan selain karena peran pemerintah yang terus melakukan pelacakan.

Namun sebagai masyarakat, kita juga harus senantiasa aktif memeriksakan diri dan melaporkan apabila merasakan gejala Covid-19.

Jangan sampai menjadi carrier (individu pembawa virus) yang menularkan ke orang di sekitar tanpa disadari. Kesadaran untuk terus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah, meski terlihat sederhana tapi merupakan langkah penting agar penyebaran penyakit ini bisa ditekan.

Achmad Nasikin.,S.Kep.,Ns
Ditinjau oleh dr. Reni Utari.

Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

lowongan kerja perawat home care insan medika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here