Balita Dititipkan di PAUD, Sempat Hilang 2 Minggu Hingga Ditemukan Tewas Tanpa Kepala

0
277
Ditemukan balita meninggal tanpa kepala di Samarinda Kalimantan Timur
Ditemukan balita meninggal tanpa kepala di Samarinda Kalimantan Timur. (Zakarias Demon & Merdeka.com/Saud Rosadi)

Jasad balita tanpa kepala ditemukan di dalam parit atau sungai kecil Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 8 Desember 2019. Sepasang suami istri bernama Bambang Sulistyo (37) dan Meliasari (30) meyakini jasad balita tersebut adalah sang buah hatinya yang telah hilang sejak 22 November.

Anak pasangan Bambang dan Meliasari tersebut hilang setelah dititipkan di sekolah usia dini atau PAUD. Meski begitu, polisi tetap melakukan penyelidikan dan uji kode gen DNA untuk memastikan adanya kecocokan.

Diketahui bahwa anak yang dimaksud oleh Bambang dan Meliasari bernama Yusuf Achmad Ghazali berusia 4 tahun. Mereka mengaku mengenali jasad tersebut dari ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan oleh anaknya.

Disampaikan juga oleh Lukman sebagai pamannya Yusuf bahwa pakaian yang dikenakan oleh Yusuf mirip seperti yang ada pada jasad balita tersebut.

“Kami sudah tidak mengenali fisik, namun pakaian yang digunakan mendekati kemiripan bahwa itu keponakan kami yang hilang dua minggu lalu,” kata Lukman yang dikutip dari BBC.com.

Baca juga:

Hilang ketika dititipkan di PAUD

Ketika itu, Samarinda diguyur hujan lebat sehingga Yusuf dan teman-temannya harus menunggu jemputan dengan bermain di dalam kelas, namun para guru luput mengawasi anak-anak tersebut.

Sejak saat itulah Yusuf dinyatakan hilang meski telah dilakukan upaya pencarian di sekitar PAUD termasuk menyusuri parit yang dilakukan oleh masyarakat besama pihak kepolisian.

Hasil yang didapat pun nihil karena minimnya petunjuk, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Muhammad Ridwan mengatakan bahwa jika nantinya Yusuf ditemukan meninggal maka pihak PAUD yang bersalah.

“Jika nantinya, Yusuf ditemukan meninggal maka pihak PAUD dinyatakan lalai. Tapi jika ditemukan dalam kondisi lain maka akan ditelusuri apakah ada tindak pidana atau tidak,” kata Ridwa dikutip dari BBC.com.

Ditemukan 4,5 km dari PAUD

Jasad balita tanpa kepala ditemukan di Jalan Pangeran Antasari Gang III, Samarinda yang berjarak 4,5 kilometer dari PAUD Jannatul Athfaal. Pihak kepolisian menduga balita tersebut terjerembap ke dalam parit yang berjarak 20-30 meter dari gedung PAUD lalu terseret arus hingga 4,5 kilometer.

Dugaan tersebut dilihat dari luka dan bagian tubuh yang hancur pada jasad balita tersebut. Dikutip dari Detik.com, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan “Bagian tubuh hancur, sudah membusuk,” kata Damus.

Bambang yang mengaku sebagai ayah dari jasad balita tersebut menolak untuk dilakukan autopsi dan ingin segera untuk memakamkan anaknya. “Habis dimandikan, langsung bawa pulang,” tegas Bambang seperti yang dilansir dari Merdeka.com.

Ditemukan sisik binatang

Melalui visum et repertum yang sempat dilakukan di rumah sakit pada jasad balita tersebut ditemukan sisik binatang. Dilansir dari Kumparan.com, Damus mengatakan bahwa ditemukan sisik binatang pada organ tubuh korban.

“… dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit ditemukan sisik binatang pada organ tubuh korban,” kata Damus dikutip dari Kumparan.com.

Selain itu, polisi tidak menemukan unsur kriminalitas dalam kematian Yusuf setelah melakukan prarekonstruksi. Terdapat setidaknya 22 adegan yang diperagakan oleh orang-orang yang terakhir bersama Yusuf.

Meski begitu, polisi terus berupaya mendalami dan menyelidiki kasus tewasnya balita Yusuf. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui penyebab meninggalnya Yusuf.


Insan Medika adalah perusahaan Home Care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat empat layanan premium seperti PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT (NON MEDIS), PERAWAT LANSIA DAN PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

[os-widget path=”/moreinsan/jika-butuh-bunda-pilih-menggunakan-layanan-baby-sitter-atau-perawat-bayi-anak”]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here