Cara mencegah dan mengatasi anak kurang gizi
Cara mencegah dan mengatasi anak kurang gizi

Setiap orang tua pasti menginginkan tumbuh kembang sang anak selalu sehat tanpa ada gangguan kesehatan.

Dalam masa pertumbuhan, anak sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Memberikan asupan gizi yang sehat dan seimbang akan membantu anak mendapatkan tumbuh kembang yang sempurna.

Orang tua harus memerhatikan apa saja yang dimakan oleh anak sejak dini, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan anak.

Begitu pula ketika anak terlalu banyak mengkonsumsi “makanan jahat” seperti junk food maka dapat menyebabkan anak obesitas. Kegemukan yang terjadi pada anak dapat membahayakan kesehatan hingga jiwanya.

Baca juga: Remaja Ini Kehilangan Penglihatan Secara Permanen Karena Junk Food?

Agar anak terhindar dari kekurangan nutrisi, maka perhatikanlah kebutuhan gizi pada anak sejak dini bahkan ketika dalam usia balita.

Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi

Ketika anak kekurangan gizi maka dapat dilihat dari penampakan tubuhnya, berikut ini ciri-ciri jika anak mengalami masalah gizi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Badan kurus (Wasting)

Anak yang kekurangan gizi akan mempunyai berat badan yang tidak normal jika diukur menggunakan Indikator Berat Badan.

Pengukuran massa berat badan tubuh anak dapat menggunakan rumus Berat Badan dibagi Tinggi Badan (BB/TB). Jika angka yang didapatkan <-2 sampai -3 standar deviasi (SD) maka anak dapat dikatakan kurus atau wasting.

Anak-anak yang tidak mendapatkan kebutuhan gizi yang baik dan telah mempunyai berat badan yang kurus maka berisiko lebih tinggi terjangkit penyakit seperti diare hingga gizi buruk.

2. Badan pendek (stunting)

Tinggi badan anak dipengaruhi oleh kebutuhan gizi anak usia dini, jika hal tersebut tidak terpenuhi maka berisiko mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan.

Gangguan pertumbuhan anak atau stunting dapat terjadi jika sang anak tidak mendapatkan pemenuhan gizi yang cukup selama masa pertumbuhannya, dalam kata lain bahwa stunting membutuhkan waktu yang cukup lama.

Masalah gizi pada balita atau bayi yang baru berusia 3 bulan telah berisiko mengalami stunting lebih tinggi hingga anak telah berusia 3 tahun.

Mengindentifikasi anak mengalami stunting dapat menggunakan indikator Tinggi Badan anak dibagi Usia anak (TB/U). Jika didapatkan nilai yang kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) maka anak dikategorikan mengalami stunting.

3. Mudah lelah dan lemah

Anak yang kekurangan gizi akan sangat mudah lelah padahal tidak banyak melakukan aktivitas, begitu pula ketika anak melakukan aktivitas yang cukup berat maka anak akan kesulitan untuk melakukannya.

Hal tersebut diakibatkan karena anak kekurangan nutrisi seperti vitamin A, zat besi dan yodium atau mineral.

Memberikan makanan yang dianjurkan untuk anak gizi kurang yang berfokus kepada pemenuhan nutrisi-nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan anak.

Gajala anak kekurangan gizi

Secara umum gejala-gejala berikut ini akan dialami oleh anak ketika mempunyai masalah gizi:

  • Hilangnya nafsu makan anak.
  • Gangguan pertumbuhan fisik anak seperti tidak mempunyai berat badan dan tinggi badan yang ideal.
  • Mudah lesu dan lemah karena tidak mempunyai kekuatan otot tubuh yang cukup.
  • Kulit kering dan rambut mudah rontok.
  • Pipi dan mata anak akan terlihat cekung.
  • Jika mempunyai luka maka penyembuhannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
  • Mudah mengalami sakit akibat terserang penyakit atau virus.
  • Memiliki risiko terkena komplikasi

Selain itu, masalah emosional dan gangguan intelektual anak akan terganggu. Anak akan mudah marah dan sedih berlebihan tanpa sebab.

Selain itu dalam hal belajar anak akan mengalami kesulitan dan lambat dalam menangkap pelajaran.

Mencegah anak kurang gizi

Agar anak tidak mengalami kurang gizi maka orang tua harus berusaha keras untuk memenuhi nutrisi yang seimbang. Masa pertumbuhan anak sangat bergantung kepada apa yang ia makan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, oleh sebab itu berikanlah makanan kepada anak yang mempunyai gizi seimbang, yaitu:

  • Memberikan buah dan sayur dalam setiap menu makanan.
  • Memberikan makanan yang mempunyai sumber kabohidrat, seperti kentang, roti, nasi dan sereal.
  • Memberikan makanan yang mempunyai sumber protein, seperti daging, telur, ikan dan kacang-kacangan.
  • Memberikan asupan vitamin dari susu dan produk turunannya.

Selain memberikan makanan yang sehat dan bergizi tak lupa anak harus banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau aktivitas di luar ruangan.

Berikan juga imunisasi atau vaksin sesuai jadwal atau rekomendasi yang diberikan oleh kementerian kesehatan atau provinsi setempat agar anak tidak mudah terserang penyakit infeksi.

Mengatasi anak kurang gizi

Dalam menangani anak yang kekurangan gizi maka dapat disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Dokter anak atau ahli gizi akan memberikan rekomendasi yang tepat untuk anak yang mengalami malnutrisi.

Jika anak masih dalam tahap kekurangan gizi yang ringan maka dapat melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Periksakan anak kepada dokter

Dokter akan melakukan analisis terhadap kondisi anak dan memberikan rekomendasi yang tepat agar anak kembali pulih dan tidak mengalami gangguan perkembangan.

Dokter atau ahli gizi akan melakukan pemeriksaan secara mendalam pada anak, seperti:

  • Mengukur indeks massa tubuh (BMI) anak
  • Melakukan pemeriksaan penyebab anak mengalami kurang gizi
  • Melakukan tes darah
  • Melakukan tes berdasarkan riwayat medis sang anak

Jika dokter menemukan hasil pemeriksaan yang mengarah ke anak mengalami kurang gizi maka akan diberikan obat atau vitamin untuk anak kurang gizi demi meningkatkan nafsu makan sang anak.

2. Menerapkan pola makan yang baik pada anak

Penanganan anak yang mengalami kekurangan gizi haruslah dengan perhatian khusus mengingat tumbuh kembang anak yang terganggu.

Memberikan banyak makanan yang mengandung cukup tinggi kalori, serat, mineral, protein dan vitamin dapat membantu anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

Selain itu mengatur pola makan yang baik seperti memperbanyak memberikan asupan makanan juga sangat bagus untuk mengembalikan kondisi anak.

Baca juga: Anak Susah Makan? Lakukan 6 Cara Atasi Anak Susah Makan Berikut Ini

3. Mendampingi perkembangan sang anak

Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter dan telah juga memberikan pola makan yang baik untuk anak maka proses terakhir adalah selalu memantau perkembangan atau mendampingi tumbuh kembang sang anak secara intensif.

Jika Anda tidak mempunyai waktu yang banyak untuk merawat sang buah hati, maka Anda dapat menggunakan layanan home care perawat anak yang secara khusus melakukan perawatan dan pendampingan kepada anak secara profesional.

Baca juga: Ketahuilah Hal-Hal Berikut Ini Sebelum Menggunakan Jasa Perawat Anak


Ingin sang buah hati diasuh oleh perawat anak profesional minimal lulusan D3 Kebidanan yang telah berpengalaman? Insan Medika perusahaan home care terbaik di Indonesia solusi yang tepat, pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Khusus pembaca artikel ini berhak mendapatkan harga spesial.* Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here