Dampak Negatif Smartphone Bagi Anak
Dampak Negatif Smartphone Bagi Anak

Smartphone atau gawai adalah alat komunikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. Melalui segenggam alat ini, semua hal dapat dilakukan.

Mulai dari bertukar pesan menggunakan aplikasi chatting, berbelanja hingga membayar tagihan. Mempunyai segudang fitur dan manfaat yang dapat membantu pekerjaan menjadi cepat dan mudah.

Di balik kemudahan dan manfaat penggunaan gadget atau gawai tersebut, ternyata menyimpan dampak negatif smartphone bagi kesehatan.

Risiko lebih besar terhadap kesehatan akan dialami oleh anak-anak. Daripada menggunakan jasa baby sitter, orang tua lebih memilih membelikan anaknya sebuah smartphone.

Ketika anak-anak menggunakan telepon pintar baik dalam jangka pendek atau jangka panjang akan mempunyai risiko gangguan kesehatan yang lebih besar dari pada orang dewasa.

Radiasi yang dihasilkan oleh gadget kepada anak yang masih dalam tahap perkembangan fisik dan mental dapat mempengaruhi kinerja otak dan kemampuan bersosialnya.

Berikut 10 dampak negatif smartphone bagi anak-anak yang wajib diketahui oleh orang dewasa.

Baca juga: Anak Tiba-Tiba Kejang Tak Terkendali Tanpa Sebab? Lakukan Ini Ketika Anak Anda Kejang!

1. Gangguan perkembangan otak anak

Pertumbuhan otak pada anak usia 0-2 tahun mempunyai laju yang sangat cepat hingga ia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh stimulasi oleh lingkungannya.

Stimulasi yang berlebih dari sebuah gadget seperti gawai, komputer, televisi dan tablet sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak anak.

Risiko paling serius adalah anak mempunyai keterlambatan secara kognitif, gangguan proses belajar dan berpikir, tantrum, mempunyai sifat impulsif yang berlebih hingga mengganggu kemandirian sang anak.

2. Gangguan Tumbuh Kembang Fisik Anak

Penggunaan gawai oleh anak-anak mempengaruhi aktivitas fisiknya, semakin sering menggunakan gadget maka gerak fisiknya juga semakin berkurang.

Usia belia yang dimiliki oleh seorang anak seharusnya digunakan untuk banyak melakukan aktivitas fisik seperti berlarian, melompat, menari, bermain, olahraga, bersepeda dan lain-lain untuk membantu pertumbuhan fisik anak menjadi sehat dan kuat.

3. Obesitas atau Kegemukan pada Anak

Kurangnya aktivitas fisik sang anak ketika terlalu banyak menggunakan gawai mempunyai dampak buruk yang serius seperti obesitas. Membekali anak dengan berbagai alat elektronik seperti gawai, televisi hingga konsol video game meningkatkan obesitas hingga 30%.

Anak-anak yang menderita obesitas mempunyai risiko terkena penyakit berbahaya seperti diabetes, stroke dini hingga serangan jantung. Jangan biarkan anak terlalu banyak berdiam diri dengan tidak melakukan aktivitas fisik agar terhindar dari berbagai penyakit mematikan.

4. Gangguan Mental Anak

Dampak buruk konten yang dinikmati oleh anak-anak melalui gawai mempunyai potensi untuk mengacaukan mental anak.

Berdasarkan studi penggunaan teknologi yang berlebihan mampu meningkatkan depresi dan kecemasan anak, mengurangi tingkat konsentrasi, autisme, bipolar hingga berbagai gangguan mental lainnya.

Dampak buruk dari konten netagtif yang dinikmati oleh anak-anak dari gadget juga dapat menimbulkan perilaku agresif. Tanyangan video atau bermain video gim bertema kekerasan dan seksual meningkatkan risiko kesehatan mental anak-anak.

5. Pelupa atau Pikun Digital

Berbagai macam media sosial yang sering digunakan oleh anak-anak melalui gawai dapat menghadirkan informasi yang begitu cepat dan instan.

Akibatnya, anak-anak akan dipaksa untuk menerima dan memproses berbagai informasi dengan cepat, hal ini bukannya berdampak positif melainkan negatif.

Semakin banyak informasi yang diterima oleh anak-anak maka mengakibatkan sulitnya untuk berkonsentrasi, hal ini akan berdampak terhadap gangguan belajar dan berpikir anak.

6. Kurang Istirahat dan Munculnya Gangguan Tidur

Cahaya yang dihasilkan oleh gawai menghasilkan sinar biru (blue light) yang dapat mengganggu waktu istirahat dan tidur anak. Cahaya biru dari gawai ini dapat membingungkan otak dan tubuh manusia, waktu yang seharusnya untuk tidur malah terganggu oleh sinar biru yang umum ditemukan pada siang hari.

Sebanyak 75% anak usia 9-10 tahun mengalami gangguan jam tidur dikarenakan penggunaan gadget secara berlebihan.

Kurangnya jam tidur dapat berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi anak ketika belajar di sekolah. Ketika anak kekurangan istirahat atau tidur maka otak sulit untuk berfungsi secara maksimal.

Baca juga: Sulit Tidur? Berikut Cara Tidur Cepat Dalam Waktu 30 Detik, Buktikan!

7. Terpapar Radiasi Memicu Kanker pada Anak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 mengkategorikan gawai dan gadget nirkabel ke dalam Risiko 2B atau penyebab kemungkinan kanker yang diakibatkan oleh radiasi alat elektronik itu.

Pada tahun yang sama, James McNamee dari Lembanga Kesehatan Kanada mengatakan “Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa. Otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang, jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa.”

Baca juga: 15 Daftar HP dengan Tingkat Radiasi Tertinggi! Salah Satunya Mungkin Punya Anda

8. Gangguan pada Mata

Paparan cahaya dari gadget terhadap mata akan membuat kering, buram, sakit kepala hingga yang lebih serius merusak mata. Perintahkan kepada anak untuk tidak terlalu lama menatap layar gadget dan batasi penggunaannya maksimal 1-2 jam per hari.

Dr. Devina Nur Annisa, SpM spesialis mata di Jakarta Eye Center mengungkapkan penggunaan smartphone dalam waktu lama dan jarak dekat menyebabkan kontraksi otot cilliaris dalam bola mata atau disebut juga dengan akomodasi.

Akomodasi yang terjadi secara berlebihan pada mata dapat menimbulkan mata minus. Lebih berisiko terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

9. Kecanduan Gadget

Hal yang tidak kalah buruknya adalah kecanduan gadget, ketika anak-anak kecanduan gadget maka semua akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Mulai dari berkurangnya aktivitas fisik, berkurangnya jam belajar anak, gangguan tidur, gangguan pola makan hingga kerusakan pada mata.

10. Berhenti Belajar

Ketika anak-anak menggunakan gawai untuk memecahkan masalah atau menjawab persoalan dengan cara instan maka tingkat motivasi belajarnya akan menurun.

Anak-anak akan lebih memilih menggunakan gawai daripada buku untuk menjawab atau mencari tahu sesuatu dengan cara instan.

Semua hal yang didapatkan secara cepat dan instan maka tidak akan bertahan lama.

Itulah 10 dampak buruk ponsel atau gadget bagi anak-anak. Peran orang tua dan orang dewasa dalam membimbing dan mendidik anak untuk bijak dalam menggunakan gawai sangat dibutuhkan.

Daripada membarikan gawai kepada anak agar senang tidak rewel, lebih baik menggunakan jasa baby sitter atau perawat anak dari Insan Medika. Seluruh perawat berpengalaman, minimal SMK Kesehatan hingga D3 Kebidanan. Dapatkan penawaran spesial khusus pembaca artikel ini dengan melakukan pemesanan melalui link hubungi Insan Medika.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here