Wajib Baca Ini Dulu Sebelum Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo
Wajib Baca Ini Dulu Sebelum Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo. (Img: servanthoodproject.org)

Tidak semata-mata menitipkan orang tua di panti adalah kelakuan anak kurang ajar.

Ketika keadaan di rumah pun mendesak, atau alasan lain yang mengharuskan dan tak bisa dipungkiri lagi maka penitipan pun menjadi alternatif.

Karena ketika kita bicara soal “Panti Jompo” berarti tidak menutup kemungkinan bahwa adanya persetujuan, persyaratan, serta kesepakatan dari pihak keluarga, juga termasuk orang tua sendiri, perihal bagaimana nyaman dan baiknya mereka diperlakukan.

Tapi, tidak serta-merta semua orang tua dapat begitu saja mau, juga rela terpisah dari keluarga anak-anaknya ketika mereka menginjak usia lanjut.

Walau di panti jompo mereka dipertemuka dengan banyak orang baru dan banyak teman, rindu akan hangatnya berkumpul bersama anak atau pun cucu tak bisa ditepis.

Meski sebuah panti memiliki jam-jam kunjung tertentu, tetap saja perbedaan itu pasti amat berasa dan mungkin terasa berat sebelum kerasan.

Pun biaya yang perlu dikeluarkan oleh keluarga tidak sedikit, terlebih untuk biaya penitipan dan perawatan.

Amat disayangkan jika melihat suatu hari orang tua dipulangkan karena pembiayaannya kurang atau malah nunggak.

Perlu diperhitungkan matang-matang antara untung dan ruginya, dengan segala pertimbangan yang ada jika menitipkan orang tua di panti menjadi salah satu pilihan, sebelum mencapai solusi.

Namun, beberapa penyebab perubahan yang terjadi kepada lansia dalam keluargnya, meliputi:

Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan yang seharusnya layak bagi seorang lanjut usia didapatinya dengan kurang memadai, hingga timbul beberapa penyakit lain yang menyebabkan dirinya hipertensi, atau mungkin hal lain seperti diabetes, serta gangguan penglihatan dan lainnya.

Ekonomi

Dikarenakan kondisi yang semakin renta maka semangat untuk mencari mata pencaharian semakin menurun, dan tak banyak yang bisa dilakukan bagi seorang lanjut usia.

Kondisi fisik yang terbatas bergesekan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, hal ini sering kali sulit diterimanya.

Anti Sosial

Kerap seseorang ketika semakin menua lebih condong untuk mengisolasi diri, diakibatkan juga kurangnya dukungan dari pemuda-pemudi disekitarnya untuk membawanya ke tengah masyarakat.

Perubahan Peran

Aktivitas yang tidak lagi seperti biasanya membuat lansia tidak lagi banyak campur tangan terhadap beberapa hal yang biasa dilakukannya ketika mampu.

Keadaan fisik yang tak mendukung dirinya melakukan sesuatu yang diingini memunculkan beberapa gerutu, diucapkan atau pun dipendam.

Namun, perbedaan penyebab perubahan yang terjadi pada seorang lanjut usia di panti ialah, sebagai berikut:

  1. Pola hidup yang mengikuti aturan panti.
  2. Adaptasi dengan kenalan baru.
  3. Terlibat dalam kegiatan masyarakat yang direncanakan khusus untuk orang dewasa.
  4. Mengisi waktu dengan mencari tau apa yang ada di lingkungan baru.
  5. Kegiatan baru yang sering dilakukan membuatnya berkembang.

Kita bisa lihat dan mengambil paling tidak 1 persen informasi untuk ditambahkan ke dalam bahan pertimbangan.

Karena dari sekian penyebab-penyebab yang terjadi di atas tadi, pasti masih ada penyebab lain yang sifatnya situasional atau pun dikarenakan faktor x yang tidak kita ketahui secara mudah.

Beberapa penyebab perubahan di atas tadi mengantarkan seorang lanjut usia menghadapi masalahnya sendiri.

Misalnya masalah yang harus dihadapi adalah ketika seorang lansia tinggal dengan keluargnya, nilai-nilai yang berbeda dengan generasi di bawahnya membuat seorang lanjut usia menjadi kurang tenang dan was-was, ditambah dengan kondisinya yang terbatas.

Baca Juga : Kenapa Orang Tua (Lansia) Dapat Berperilaku Seperti Anak Kecil

Terapi kognitif untuk lansia
Terapi kognitif untuk lansia. (best-alzheimers-products.com)

Berbeda dengan yang tinggal menetap di panti, secara umum lansia akan mengeluhkan dan merasakan seperti berikut:

  1. Walau juga ada penghuni panti yang lain, perasaan kurang bahagia kerap kali muncul karena di satu sisi merasa kesepian.
  2. Berkurangnya kebebasan untuk menentukan pilihan hidup, walau di panti merasa senang karena ada yang mengurus, di saat yang bersamaan juga merasa terkekang.
  3. Merasa terlantar karena jauh dari anak dan cucu, serta keluarganya yang lain.
  4. Cenderung kurang dapat memaknai hidup.
  5. Kurang bersemangat.
  6. Keadaan yang dianggap membosankan karena terus berulang menyebabkan pandangannya atas hidup menjadi pesimis, seolah pesimis yang berperan serta menggeser optimis.

Mengingat bahwa stigma atas “menitipkan orang tua di panti jompo” terdengar kurang baik, juga mengingat bahwa memang diperlukan keputusan yang benar-benar matang demi kebahagiaan orang tua.

Sebagai bahan pertimbangan lain, sebaiknya dilakukan riset yang lebih mengenai baik atau pun buruk, tepat atau tidak, serta benar ataukah salah.

Karena kehilangan arti hidup sangat tidak mengenakkan dan keadaan tersebut dapat terjadi di berapa pun usia dewasa yang kita pijak.

Bahagia diperuntukkan untuk semua orang, tanpa terkecuali orang tua (lansia).


Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDISPERAWAT ORANG SAKITPERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS live-in 24 jam. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca Juga :

lowongan kerja perawat home care insan medika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here