Fakta Kehamilan dan Virus Corona yang Wajib Ibu Hamil Ketahui

2
288
Fakta Kehamilan dan Virus Corona yang Wajib Ibu Hamil Ketahui
Fakta Kehamilan dan Virus Corona yang Wajib Ibu Hamil Ketahui. (Img: Getty Images/iStockphoto)

Ibu yang sedang hamil dianggap lebih rentan terkena virus corona atau Covid-19. Kehamilan akan membuat sistem imun di dalam tubuh berubah sehingga lebih rentan terkena penyakit, misalnya influenza.

Namun, hal ini bukanlah alasan yang membenarkan bahwa ibu hamil akan lebih rentan terkena dampak dari infeksi virus corona.

Menurut para ahli obstetri dan ginekologi dari Royal College Inggris (RCOG), wanita hamil memang berisiko lebih tinggi untuk tertular virus jenis baru ini dibandingkan wanita yang tidak sedang “berbadan dua.”

Secara umum, gejala yang ditunjukkan biasanya sama seperti pasien positif COVID-19 pada umumnya.

Sekalipun ibu hamil terkena coronavirus, tidak ada bukti yang menyatakan akan terjadinya penularan dari ibu ke janin atau bayinya.

Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan untuk melakukan serangkaian langkah pencegahan agar tidak tertular virus corona.

Baca juga: Begini Proses Virus Corona Menjangkiti Tubuh Manusia

Bagaimana Pengaruh Virus Corona Terhadap Kehamilan?

Hingga kini, efek virus corona terhadap kehamilan masih terus diteliti mengingat virus ini masih menyebar secara masif dalam skala global.

Sejauh ini, fakta yang diungkapkan oleh para ilmuwan maupun ahli medis tentang hubungan antara coronavirus dengan kehamilan dan janin adalah sebagai berikut:

  • Gejala positif COVID-19 pada ibu hamil tidak berbeda dengan orang pada umumnya.
  • Meski ibu hamil lebih rentan terinfeksi virus corona, gejala yang ditunjukkan akan sama saja dibandingkan orang yang tidak sedang mengandung. Gejala coronavirus sendiri umunya adalah demam 38 derajat celcius atau lebih dan batuk kering dengan level ringan hingga sedang.
  • Lain halnya jika ibu hamil tersebut memiliki penyakit lainnya, seperti asma, penyakit paru-paru, dan masalah pada hati. Hal ini kemungkinan besar membuat gejala yang diderita menjadi lebih parah dan menjurus komplikasi sebagaimana juga dialami oleh pasien COVID-19 lainnya yang tidak sedang menjalani kehamilan.

Apakah Bayi Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Di Wuhan, Tiongkok, yang merupakan pusat wabah virus corona, pernah dilaporkan ada kasus bayi baru lahir yang positif COVID-19 saat umurnya baru usia 30 jam.

Meski pun demikian, penyebabnya bayi tersebut tertular virus ini belum bisa dipastikan.

Beberapa praktisi kesehatan menduga bayi tersebut terkena virus corona sejak dalam kandungan.

Sebagian lagi berpendapat newborn tersebut tertular dengan cara konveksional, yakni terkena percikan droplet dari sang ibu ketika berada di dekat sang bayi.

Berbeda dengan kasus tersebut, Akademi Obstetri dan Ginekologi Amerika Serikat (ACOG) dan Ginekologi Amerika Serikat (ACOG) mempublikasikan hasil penelitian kecil terhadap ibu hamil yang terinfeksi COVID-19.

Hasilnya, semua ibu hamil dalam peer-review tersebut melahirkan sehat yang tidak terpapar virus corona.

Berdasarkan dengan kasus tersebut, kesimpulan sementara yang dapat ditarik adalah tidak ada risiko penularan virus corona dari ibu hamil ke janin.

Hal ini juga dikuatkan dari publikasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yang menegaskan bahwa coronavirus tidak ditemukan pada cairan ketuban.

Coronavirus pun tidak terdeteksi pada air susu ibu. Dengan kata lain, ibu yang positif COVID-19 pun tetap bisa menyusui bayinya, meski tetap ada kemungkinan terjadinya penularan virus tersebut melalui droplets karena melakukan kontak jarak dekat dengan bayi.

Sejauh ini, para peneliti belum bisa memastikan metode persalinan yang bisa menghindari bayi dari kemungkinan tertular COVID-19 dari ibu yang positif.

Dengan demikian, prosedur kelahiran normal atau caesar masih didasarkan atas pertimbangan awam, seperti berat badan janin maupun kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri.

Bagaimana Cara Terhindar dari Virus Corona Bagi Ibu Hamil?

Tindakan pencegahan penularan virus corona pada ibu hamil sama dengan orang-orang pada umumnya, yakni:

  • Menutup hidung dan mulut dengan siku ketika batuk atau bersin.
  • Hindari orang-orang yang terlihat sakit, termasuk batuk dan pilek.
  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Ibu hamil juga tidak disarankan untuk melakukan perjalanan jauh, terutama ke daerah yang terjangkit virus corona.

Artikel ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

lowongan kerja perawat home care insan medika

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here