Penyebab dan Cara Mengatasi Katarak Pada Lansia
Penyebab dan Cara Mengatasi Katarak Pada Lansia

Semakin bertambahnya usia maka semua orang akan berisiko mempunyai gangguan penglihatan khususnya jika telah memasuki lanjut usia (lansia).

Gangguan penglihatan yang paling umum diderita oleh orang tua ini adalah Katarak. Negara Indonesia menempati urutan pertama penderita katarak di Asia Tenggara dan urutan kedua di dunia setelah Eutopia.

Usia ditenggarai menjadi faktor terbesar seseorang mengalami gangguan penglihatan ini. Katarak akan membuat pandangan sang penderita menjadi seperti melihat dalam kaca yang berembun.

Jika tidak segera ditangani secara serius maka katarak dapat menyebabkan kebutaan. Hasil survey yang dilakukan di 15 provinsi pada tahun 2014-2016 menunjukkan sekitar 70-80% katarak didapuk sebagai penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan.

Baca nanti:

Penyebab mata katarak

Proses penuaan menyebabkan penurunan dan perubahan fungsi penglihatan menjadi terganggu dengan lensa mata berubah menjadi buram (blur).

Pada usia 40-50 tahun akan mulai muncul gejala-gejala awal timbulnya katarak pada mata dengan diagnosa yang ringan dan tidak terlalu mengganggu penglihatan.

Mengetahui tanda-tanda mata katarak sejak dini akan mengurangi risiko mengalami kebutaan, selain itu juga akan mudah untuk ditangani dan diobati oleh dokter mata.

Pada usia di bawah 50 tahun sebaiknya mulai rutin melakukan pemeriksaan mata minimal dua tahun sekali untuk mendapatkan kesehatan mata secara akurat.

Setelah usia di atas 50 tahun ke atas dan mempunyai riwayat penyakit diabetes maka pemeriksaan mata ke dokter minimal harus dua kali dalam satu tahun.

Beberapa faktor risiko berikut ini menjadi penyebab katarak pada lansia atau orang dewasa.

  • Mempunyai paradangan mata seperti glaukoma.
  • Mempunyai riwayat cedera pada mata.
  • Pernah mengalami diabetes (Penderita diabetes mempunyai risiko lebih tinggi terkena mata katarak).
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti Kortikostreoid, Chlorpromazine dan phenothiazine atau sejenisnya.
  • Mempunyai riwayat menjalani operasi mata.
  • Salah satu atau kedua orang tua mempunyai riwayat mata katarak.
  • Mendapatkan radiasi sinar UV dalam jangka panjang.
  • Konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok.
  • Pola makan yang tidak sehat dan mengalami kurang gizi terutama vitamin C, E dan Karotenoid.

Bagaimana mata bisa katarak?

Penuaan usia akan menyebabkan beberapa fungsi mata mengalami kelainan yang dapat membuat mata mengalami katarak. Bagaimana itu bisa terjadi?

  • Penggumpalan protein pada mata akan menyebabkan gangguan penglihatan menjadi kurang jelas dan kurang tajam.
  • Seiring berjalannya waktu, katarak akan mengubah warna lensa mata menjadi kekuningan hingga kecokelatan.

Susunan utama lensa mata adalah protein dan air, oleh sebab itu mata berwarna putih terang yang bertugas untuk menangkap cahaya dan menyesuaikan fokus penglihatan mata.

Memasuki usia senja, protein yang dimiliki oleh mata akan menumpuk atau menggumpal sehingga menyebabkan warna mata berubah menjadi keruh dan mengganggu lensa dalam menangkap cahaya.

Semakin lama protein menggumpal dan tak segera mendapatkan tindakan medis maka akan membuat penglihatan semakin memburuk. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk katarak berkembang, sehingga penderita bisa melakukan pengobatan katarak sejak dini ke dokter mata.

Gejala mata katarak

Gejala katarak paling umum yang dialami oleh penderita gangguan penglihatan ini adalah sebagai berikut:

  • Gangguan penglihatan seperti kabur (blur) dan berawan.
  • Muncul bintik-bintik kecil pada penglihatan.
  • Penglihatan terganggu pada beberapa bidang visi.
  • Salah satu mata terganggu penglihatannya
  • Penglihatan memburuk ketika tidak mendapatkan pencahayaan yang cukup terang.
  • Penglihatan terganggu ketika malam tiba terutama jika cahaya remang-remang.
  • Warna yang ditangkap oleh mata akan luntur atau kabur.
  • Tidak ada kacamata atau kontak lensa yang bertahan lama.
  • Melihat halo atau cincin berwarna putih pada benda bercahaya seperti senter, bola lampu atau lampu kendaraan.
  • Penglihatan ganda

Mencegah mata katarak

Sejauh ini tidak ada pengobatan katarak tanpa operasi, oleh sebab itu mengetahui cara pencegahan agar katarak tidak berkembang dengan pesat dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini:

1. Menggunakan katamata gelap saat di luar ruangan yang terik

Paparan sinar ultra violet (UV) dari matahari dapat menyebabkan risiko mata katarak lebih besar dan dapat memperparah katarak yang sudah ada.

Sinar ultraviolet dapat merusak protein yang ada di lensa mata, oleh sebab itu menggunakan kacamata gelap atau hitam sangat dianjurkan untuk menghindari mata mengalami katarak.

2. Melakukan pemeriksaan kesehatan mata ke dokter secara rutin

Lebih baik mengetahui sejak dini tanda-tanda mata akan mengalami katarak dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mata ke dokter.

Ketika dokter dapat mengetahui kesehatan mata terutama yang berisiko tinggi terkena katarak maka dapat lebih mudah untuk ditangani dan diobati.

3. Menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat

Salah satu penyakit yang dapat meningkatkan risiko mata katarak adalah diabetes. Menjaga kesehatan tubuh sejak dini agar terhindar dari berbagai penyakit kronis dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Rajin olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hindari makanan yang banyak mengandung gula dan makanan cepat saji.

4. Mengkonsumsi makanan sehat kaya akan vitamin

Mulailah untuk rajin mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin, antioksidan dan nutrisi untuk kesehatan tubuh dan juga mata.

Biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan sangat menyehatkan tubuh dan menjaga kesehatan mata agar tidak mudah terkena katarak.

Sebuah penelitian menunjukkan mengkonsumsi buah atau sayur yang kaya akan antioksidan seperti vitamin c dan lutein dapat memeberikan efek yang signifikan untuk mengurangi risiko munculnya katarak pada mata.

5. Stop merokok dan minum minuman beralkohol

Merokok dapat menciptakan lebih banyak radikal bebas yang tidak baik untuk kesehatan mata. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko terjadinya katarak.

Begitu juga dengan berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol, minuman keras ini dapat meningkatkan risiko mata katarak lebih besar dari pada orang yang tidak pernah mengkonsumsi minuman keras.

Beberapa langkah di atas juga dapat untuk mencegah penyebab katarak di usia muda agar ketika sudah berusia tua tidak mengalami katarak pada lansia.

Mengatasi Mata Katarak

Sejauh ini belum ditemukan obat katarak atau ramuan untuk mengatasi mata katarak, satu-satunya cara untuk mengobati katarak adalah dengan melakukan operasi.

Dokter akan melakukan operasi katarak menggunakan bius lokal atau tetes tanpa harus rawat inap. Dibutuhkan kurang lebih 1-2 jam untuk dokter melakukan operasi mata katarak.

Tujuan operasi katarak adalah mengganti lensa mata dengan lensa tiruan berbahan dasar plastik atau silikon yang dapat digunakan seumur hidup.

Jika operasi penggantian lensa tidak dapat tercapai maka pasien diharuskan menggunakan kacamata atau lensa kontak setelah menjalani operasi katarak guna memperbaiki penghilahatan.

Rasa yang tidak nyaman akan dirasakan selama beberapa hari pasca operasi katarak. Jika katarak terjadi pada kedua mata maka operasi hanya akan dilakukan di salah satu mata saja untuk kemudian melakukan operasi untuk yang kedua kalinya di mata yang satunya lagi.

Waktu tunggu yang ditubuhkan setelah operasi katarak yang pertama kali adalah 6 hingga 12 minggu.

Hasil operasi katarak

  • Mengatasi mata katarak dengan melakukan operasi menunjukkan hasil yang cukup baik dan mendekati keberhasilan sempurna.
  • Sekitar 90% pasien yang menjalani operasi katarak berhasil sembuh jika tidak mempunyai gangguan atau masalah lain pada mata.
  • Setelah menjalani operasi, sebagian besar pasien tidak lagi membutuhkan kacamata sebagai alat bantu.
  • Beberapa pasien yang berhasil menjalani operasi katarak ada yang tetap harus menggunakan kacamata untuk membantu melihat dalam jarak dekat atau pun jauh.
  • Sangat jarang terjadi komplikasi saat atau setelah operasi katarak dilakukan.
  • Beberapa penyebab operasi katarak tidak menghasilkan penglihatan yang lebih baik diakibatkan karena tingkat keparahan katarak sudah sangat akut.

Salah satu keluarga Anda khususnya orang tua (lansia) membutuhkan pendampingan dari perawat home care yang berdedikasi tinggi untuk kesehatan orang tercinta? Gunakan home care Insan Medika untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari perawat lansia, perawat medis, perawat orang sakit (non-medis) dan perawat bayi/anak berkebutuhan khusus. Dapatkan harga spesial khusus pembaca artikel ini,* hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here