Viral ibu marahi anak karena hanya ranking 3, ini 10 dampak buruknya bagi anak
Viral ibu marahi anak karena hanya ranking 3, ini 10 dampak buruknya bagi anak. (Instagram @letstalkandenjoy)

Mempunyai anak yang pandai dan cerdas tentu impian semua orang tua, namun bagaimana jika anak tidak seperti yang diharapkan? Apakah orang tua layak untuk memarahi anak?

Baru-baru ini beredar sebuah video viral seorang ibu yang memarahi anaknya karena hanya mampu ranking tiga di Sekolah Dasar (SD). Berbagai kata dengan nada tinggi keluar dari mulut Rahmawati, ibunda Safira.

Dalam video, Safira hendak memberikan raport kepada ibunya, namun setelah sang ibu mengetahui jika Safira hanya mampu mendapatkan ranking 3, maka ibunya langsung mencecar Safira dengan berbagai pertanyaan.

Sang ibu menanyakan siapa saja yang mendapatkan ranking satu dan dua, Safira pun menjawab, “Ranking satu Uni, ranking dua Meni, ranking tiga adek,” jawab Safira sambil menangis tersedu.

Kembali, ibunya menanyakan siapa adek yang dimaksud oleh Safira, “Adek siapa?” tanya ibunda dengan nada tinggi.

“Adek Safira,” jawab sang anak yang langsung ditimpali dengan pertanyaan dari sang ibunda, ia disuruh untuk mengurutkan siapa saja yang mendapatkan ranking di atas Safira, “Sebutkan lagi dari awal!,” kata sang ibu.

Setelah menjawab pertanyaan sang ibunda, lantas bocah SD tersebut disuruh untuk menyebutkan siapa saja yang mendapatkan ranking di bawah Safira. “Ranking empat siapa?” tanya sang ibu dengan nada tinggi.

“Ranking empat Merida, ranking lima Anugerah, ranking 6 Haikal,” jawab Safira yang masih menangis. Tak puas sampai di situ, ibunya lantas menanyakan mengapa Safira hanya bisa mendapat ranking tiga.

“Kenapa kamu cuma dapat ranking tiga? Kenapa bisa? Kenapa bisa hah? Kenapa bisa?” tanya ibunya Safira dengan nada yang lebih tinggi.

Safira menjawab jika ibu guru yang memberikan ranking tiga kepadanya, “Ibu guru yang ngasih,” jawab bocah SD tersebut.

Tak puas, ibunya pun mencecar dengan berbagai kalimat bernada tinggi, “Selalu kau dapat nilai 100, selalu kau duluan keluar ujian setelah Uni, kenapa dia yang dapat ranking satu, Meni ranking dua, kau yang dapat ranking tiga?” ucap sang ibu.

Belum sempat menjawab, kembali sang ibu menanyakan kelakuan Safira ketika di dalam kelas, “Kau selalu masuk, ndak pernah yang namanya izin. Bagaimana kelakuanmu di dalam kelas?” desak ibunda.

Baca juga: Viral: Bayi Menangis Karena Dipaksa Tiup Lilin Ulang Tahun. Ini Bahayanya Bagi Anak!

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Dari video yang sudah terlanjur viral tersebut, memaksa sang ibu untuk membuat klarifikasi dengan melibatkan pihak sekolah seperti kepala sekolah dan wali kelas.

Banyak warga net yang mengecam dan menyayangkan apa yang diperbuat oleh Rahmawati kepada putrinya tersebut. Salah satu nitizen mengatakan tak seharusnya kemampuan sang anak dipaksakan.

“Kenapa sih kemampuan anak harus dipaksakan? Itu ibunya bukan bersyukur malah kek orang kesurupan,” tulis @ahmad*** di Instagram.

Rahmawati tidak ada niatan sama sekali untuk membuat video tersebut viral. Ia pun mengaku khilaf dan berjanji tidak akan membuat video-video yang berpotensi viral kembali.

“Saya mengaku salah, saya khilaf. Saya benar-benar gak ada niat untuk memviralkan video itu dan saya berjanji tidak akan membuat video-video viral seperti itu lagi,” sesal dan janji Rahmawati yang diunggah di akun Instagram @berauterkini.

Dampak Buruk Memarahi Anak

Efek memarahi anak ketika belajar atau masih dalam pembelajaran seperti di sekolah sangat berpengaruh terhadap kecerdasan, mental dan psikologi anak.

Anak dengan kemampuan belajar yang baik cenderung mendapatkan dukungan dan kenyamanan dari keluarga.

Hal ini berbeda dengan anak yang mendapatkan murka hingga aniaya oleh orang tua jika hasil belajar tidak sesuai ekspektasi. Berikut 10 dampak negatif akibat anak sering dimarahi orang tua.

10 dampak anak sering dimarahi dan dipukul

  1. Anak akan menjadi tidak percaya diri.
  2. Anak akan memiliki sifat egois dan sulit diberitahu (keras kepala).
  3. Anak sulit diatur hingga suka menentang.
  4. Anak akan menjadi apatis, kurang sensitif dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
  5. Anak akan mempunyai sifat tertutup atau introvert bahkan dengan orang tuanya sendiri.
  6. Anak akan mempunyai sifat pemarah dan sulit mengendalikan emosi
  7. Anak mengalami depresi hingga gangguan mental
  8. Anak akan menyimpan perlakuan buruk yang ia terima hingga ia tua nanti.
  9. Anak mempunyai trauma terhadap perlakuan orang tua.
  10. Kecerdasan anak akan terganggu dan cenderung menurun.

Bahkan masih banyak dampak negatif lainnya lagi apa bila anak sering mendapatkan perlakuan buruk dari orang tuanya. Harap diingat bahwa memarahi anak bukanlah jalan terbaik untuk membuat anak menjadi lebih baik.


Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat empat layanan profesional, yaitu: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT ANAK/BAYI. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here