Studi Harvard Univeristy Seharusnya Virus Corona Telah Masuk ke Indonesia
Studi Harvard Univeristy Seharusnya Virus Corona Telah Masuk ke Indonesia

Sampai sejauh ini Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus corona meski mendapat volume penerbangan yang cukup banyak dari China khususnya Wuhan.

Direktur Surveilans dan Karantia Kesehatan drg R. Vensya Sitohang, MEpid tidak menemukan korban virus corona setelah menguji kesehatan terhadap 50 spesimen sampel dari pasien yang diduga terinfeksi Novel Coronavirus.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang diprediksi oleh para peneliti Harvard University yang diterbitkan di MedRxiv.

Mereka beranggapan bahwa studi yang dilakukan memprediksi virus corona telah masuk ke Indonesia melalui penerbangan yang berasal dari Wuhan.

Mengenai itu, dr Dirga Sakti RAmbe, MSc, SpPD dari OMNI Hospitals Pulomas menanggapi hasil studi yang dilakukan oleh Hardvard Univerity tersebut.

“Itu adalah perkiraan yang dibuat berdasarkan metode statistik yang dapat dipertanggungjawabkan. Tentu saja, secara saintifik, harus menjadi perhatian,” kata dr Dirga dilansir dari detikcom.

Meski begitu, dr Dirga mengatakan bahwa mungkin saja virus telah masuk ke Indonesia namun tidak terdeteksi.

908 Korban Tewas dan Hampir 40 Ribu Positif Virus Corona

Pemerintah China telah mengembangkan vaksin virus corona dari obat Remdesivir, namun hal tersebut tidak cukup untuk mencegah jumlah kematian korban yang terus bertambah.

Tercatat hingga Senin (10/2/2020) jumlah korban meninggal dunia akibat infeksi virus corona telah mencapai 908, yang mana angka tersebut lebih banyak daripada jumlah korban tewas akibat wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada tahun 2002-2003 lalu.

Tidak hanya jumlah korban tewas saja yang bertambah banyak, sejauh ini telah dikonfirmasi sekitar 40 ribu orang positif virus corona yang kebanyakan berasal dari China.

Sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Kendati jumlah korban virus corona terus bertambah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mengatakan bahwa kasus wabah yang terjadi di China masih “stabil”.

Menurut Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, dr. Michael Ryan, masih terlalu dini untuk mengatakan wabah virus corona memuncak.

“Sangat dini untuk membuat prediksi,” kata dr Ryan yang dikutip dari NY Times.

Tidak hanya China yang melaporkan jumlah korban tewas akibat virus corona, dua negara di Asia yaitu Filipina dan Hongkong mengkonfirmasi masing-masing satu orang tewas.

Kasus Virus Corona di 28 Negara

Sedangkan, sebanyak 28 negara di seluruh dunia telah mengkonfirmasi terdapat kasus virus corona di negaranya masing-masing.

No.NegaraKasus
1China37.198
2Singapura40
3Thailand32
4Hong Kong29 (1 tewas)
5Korea Selatan27
6Jepang25
7Taiwan18
8Malaysia17
9Australia15
10Vietnam13
11Makau10
12India3
13Filipina3 (1 tewas)
14Nepal1
15Sri Lanka1
16Kamboja1
17Amerika Serikat12
18Kanada7
19Jerman14
20Prancis11
21Inggris4
22Italia3
23Rusia2
24Spanyol2
25Finlandia1
26Swedia1
27Belgia1
28Uni Emirat Arab7

Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS live-in 24 jam. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here