Pengertian silent stroke, gejala dan penyebabnya
Pengertian silent stroke, gejala dan penyebabnya. (cardiosmart.org)

Pengertian Silent Stroke

Silent stroke adalah kondisi stroke yang terjadi tanpa adanya tanda-tanda atau gejala yang dialami oleh pasien. Dalam kondisi terburuk, silent stroke dapat menyebabkan gangguan pada sebagian besar fungsi otak.

Kehilangan memory (pelupa), sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan hingga akhirnya menjadi faktor risiko munculnya penyakit demensia.

Munculnya secara diam-diam (senyap) yang sulit untuk dideteksi menyebabkan penyakit ini sulit untuk diketahui sejak dini. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2003 menunjukkan sekitar sepertiga dari lansia usia 70 tahun mengidap silent stroke.

Meski gejala silent stroke tidak mudah untuk dideteksi namun penyebabnya dapat diketahui.

Dokter Silvia Francina Lumempoew, SpS(K) seperti dikutip dari detikHealth mengungkapkan penyebab stroke dapat berasal dari hal-hal berikut ini:

Baca juga: 6 Terapi Dasar Pacsa Stroke untuk Mempercepat Pemulihan

Silent stroke adalah
Pengertian silent stroke. (jim.fr)

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Mempunyai tekanan darah tinggi atau hipertensi berisiko lebih tinggi terkena silent stroke. Pasalnya tekanan darah yang terlalu tinggi akan merusak pembuluh darah pada otak karena terus-menerus mendapatkan tekanan yang besar.

2. Diabetes

Siapa yang tidak suka rasa manis? Hampir semua orang menyukai manis, namun kebanyakan rasa manis saat ini dihasilkan dari gula. Penyebab utama dari diabetes adalah terlalu banyak mempunyai kadar gula yang tinggi. Diabetes yang tidak diobati dan tidak berusaha mengontrol pola makan dapat memicu stroke.

3. Darah Kental

Reaksi inflamasi seperti radang sendi yang disebabkan darah kental dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat memicu sel darah mempunyai trombosit yang tinggi dan menyebabkan kelainan genetik. Otak akan kesulitan mendapatkan aliran darah akibat dari darah kental. Kebanyakan darah kental terjadi pada perokok, obesitas dan mempunyai riwayat genetik.

4. Kolesterol Tinggi

Mengkonsumsi banyak makanan berlemak dan berminyak sangat tidak baik untuk kesehatan. Sumbatan pembuluh darah ke otak akibat lemak sangat berisiko terjadinya stroke. Ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi maka sel-sel otak akan mengalami kerusakan dan mati. Makanan kaya lemak seperti gulai, rendang atau sop buntut harus diwaspadai.

Baca juga: 5 Daftar Penyakit Kronis Lansia Ini Akan Kita Alami Saat Menua

Penyebab gejala stroke dapat diminimalisir dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Lakukan hal-hal berikut ini untuk terhindar dari stroke.

Mulai kontrol pola makan dan hidup sehat
Mulai kontrol pola makan dan hidup sehat. (fitgrammy.com)
  • Menjaga tekanan darah stabil dan tidak sampai ke kondisi hipertensi
  • Menjaga gula darah tidak berlebihan yang mengakibatkan diabetes
  • Menjaga dan kendalikan kolesterol agar tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti stroke
  • Mulai hidup sehat dengan tidak merokok dan mulai melakukan olahraga
  • Konsumsi makanan dari hal yang sehat seperti sayuran, buah dan biji-bijian.
  • Hindari atau mulai berhenti untuk mengkonsumsi makanan berlemak, garam dan gula.
  • Menjaga berat badan tetap ideal dan jangan sampai obesitas.

Kenali tahapan dari silent stroke yang harus diketahui, silent stroke mempunyai tiga tahap, yaitu:

  • Stroke ringan yang tidak menimbulkan gejala
  • Stroke sedang yang menimbulkan gejala sulitnya berkonsentrasi, pelupa dan tempramental
  • Stroke berat berisiko memunculkan penyakit demensia vascular

Anda membutuhkan perawat orang stroke ringan, sedang atau berat di rumah dengan perawatan kelas rumah sakit? Insan Medika menghadirkan perawat home care berpengalaman dan profesional di seluruh Indonesia. Hubungi dan pesan sekarang, dapatkan potongan harga khusus pembaca artikel ini.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here