Mengenal Ekstasi, Tramadol & Riklona Yang Dipakai oleh Lucinta Luna
Mengenal Ekstasi, Tramadol & Riklona Yang Dipakai oleh Lucinta Luna. (Img: Liputan6.com)

Lucinta Luna penyanyi yang pernah tergabung ke dalam grup Duo Bunga pada Selasa (11/2/2020) kemarin diamankan polisi perihal penggunaan Narkotika di apartemen miliknya.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan tiga butir obat yang disinyalir kuat sebagai ekstasi. Tidak hanya itu saja, polisi juga menemukan dua jenis obat lain di dalam tas milik Lucinta, yaitu Tramadol dan Riklona.

Setelah dilakukan tes urin, didapati kandungan benzodiazepine yang mana hal tersebut membuktikan jika Lucinta sebagai pengguna barang haram tersebut.

“Yang bersangkutan dibawa ke Polres Jakarta Barat untuk tes urin. Inisial LL positif mengandung benzo (benzodiazepine), itu termasuk dalam golongan psikotropika,” ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Selain Lucinta, tiga orang lainnya yang berada di apartemen Lucinta juga ikut digelandang ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Selasa Sore.

Menurut Yusri, ketiga orang tersebut negatif menggunakan obat-obatan terlarang setelah dilakukan tes urin.

Apa Itu Ekstasi?

Ekstasi atau 3,4-mehtylenedioxymethamphetamine (MDMA) adalah obat stimultan yang dibuat dari bahan kimia sintetis dan mengandung senyawa halusinogen.

Oleh AS Drug Enforcement (DEA) pada tahun 1985 melarang penggunaan Ekstasi karena menimbulkan kerusakan pada otak. Di Indonesia, ekstasi masuk ke dalam Narkotika Golongan 3 dan paling banyak dikonsumsi oleh pekerja, orang rumah tangga hingga pelajar.

Efek Samping Penggunaan Ekstasi

Penggunaan ekstasi akan terasa setelah 30 menit dan menimbulkan efek jangka pendek seperti:

  • Tidak nafsu makan.
  • Gangguan tidur.
  • Merasakan pusing hingga demam.
  • Kram pada otot.
  • Mengeluarkan keringat dingin.
  • Gangguan penglihatan seperti buram.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Mulut, wajah dan dagu menjadi tegang.
  • Tremor.

Sedangkan efek jangka panjang akibat penggunaan ekstasi adalah:

  • Kecanduan hingga menimbulkan sakau.
  • Panik.
  • Gangguan tidur (insomnia).
  • Bingung atau linglung.
  • Sulit membedakan kenyataan dan khayalan.
  • Mengalami delusi paranoid.
  • Stres hingga depresi.

Apa itu Tramadol?

Mempunyai nama lengkap Tramadol Hydrochloride (HCI) adalah obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit pada luka pasca operasi, cidera parah, patah tulang dan sejenisnya dengan cara kerja memengaruhi sistem saraf dalam otak untuk mengurangi rasa sakit.

Selain efek mengurangi rasa sakit, tramadol sering disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi teler dan fly seperti ketika orang sedang mabuk alkohol.

Efek Samping Penggunaan Tramadol

Penggunaan obat tramadol harus sesuai dengan resep dokter untuk menghindari penyalahgunaan hingga menimbulkan efek kecanduan.

Selain kecanduan, seseorang yang kerap mengkonsumsi tramadol akan mengalami efek seperti:

  • Mual hingga muntah.
  • Sembelit atau susah buang air besar.
  • Pusing hingga sakit kepala.
  • Rasa kantuk tak tertahan.

Selain efek tersebut, seseorang yang telah kecanduan tramadol dan seketika berhenti mengkonsumsi obat tersebut maka akan menimbulkan efek:

  • Sakit perut hingga diare.
  • Keringat dingin.
  • Restless leg syndrome.
  • Mual dan muntah.
  • Gelisah.
  • Gangguan tidur atau insomnia.
  • Terjadi tremor hingga nyeri otot.

Apa itu Riklona?

Dikenal juga dengan nama Riklona Clonazepam merupakan turunan obat jenis benzodiazepine untuk mengatasi kecemasan seperti fobia, panik, kejang-kejang (epilepsi) dan membuat penggunanya menjadi lebih tenang.

Riklona termasuk obat antikonvulsi dan antiepilepsi yang bekerja dengan cara memengaruhi neurotransmiter di dalam otak untuk mengurangi aktivitas saraf dan sumsum tulang belakang.

Penggunaan Riklona dalam jangka panjang dan tanpa resep dari dokter dapat menyebabkan efek sakau terutama bagi peminum alkohol atau pemakai narkotika.

Efek Samping Penggunaan Riklona

Pada umumnya, pengguna obat Riklona akan merasakan efek-efek seperti:

  • Kantuk.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Tidak nafsu makan.
  • Kelelahan yang luar biasa.
  • Gangguan koordinasi anggota tubuh.
  • Produksi air liur yang berlebih (khusus anak-anak).
  • Banyak berbicara yang tidak jelas.
  • Mudah lupa hingga sulit untuk berkonsentrasi.
  • Mengalami flu seperti batuk, pilek dan hidung tersumbat.
  • Gangguan tidur atau insomnia.
  • Reaksi berlebihan seperti terlalu gembira.

Hati-hati dalam menggunakan berbagai jenis obat dan pastikan selalu berdasarkan resep dari dokter.

Penyalah gunaan obat dapat menyebabkan ketergantungan dan memengaruhi perilaku, pola pikir dan kehidupan sehari-hari.


Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS live-in 24 jam. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here