Kudis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

0
100
Kudis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan
Kudis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan. (Img: mamamia.com)

Kudis adalah infeksi kulit yang ditandai dengan rasa gatal, ruam bintik-bintik, bersisik hingga muncul lepuhan kecil pada kulit. Kondisi ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang hidup di kulit dan dapat menyebar ke berbagai tubuh lainnya bahkan dapat menular ke orang lain.

Pada tahap awal, tungau menempel pada kulit lalu membuat lubang dan mulai berkembang biak hingga berjumlah jutaan. Sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap aktivitas tungau seperti menggali lapisan kulit (epidermis), bertelur, hingga kulit terkena air liur atau kotoran tungau.

Ada baiknya segera lakukan pengobatan dengan menggunakan obat kudis dibeli di apotek atau segera temui dokter untuk mendapatkan pertolongan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Baca juga: Stop Meminjam 10 Barang Ini Kepada Orang Lain Demi Kesehatan

Penyebab Kudis

Infeksi kulit kudis disebabkan oleh tungau berkaki delapan yang hidup dan berkembang biak di lapisan kulit epidermis sehingga menimbulkan rasa getal terutama di malam hari.

Tungau akan menggali kulit membuat sebuah terowongan yang dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan telur sekaligus tempat penetasan larva. Dari aktivitas tungau inilah kulit mengalami alergi atau infeksi.

Penularan Kudis

Penyakit kudis yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dapat menular ke orang lain melalu dua cara, yakni:

  • Penularan secara langsung. Penderita kudis dapat menularkan melalui suntuhan langsung dengan orang lain seperti berjabat tangan, berpelukan atau hubungan badan.
  • Penularan tidak langsung. Meski tungau tidak dapat hidup lama di luar tubuh manusia, tungau dapat berpindah ke orang lain melalui benda-benda seperti pakaian, handuk atau benda milik penderita kudis.

Faktor Risiko Kudis

Risiko kudis akan meningkat pada orang-orang yang hidup secara berkelompok seperti:

  • Keluarga.
  • Orang yang tinggal di asrama.
  • Santri yang tinggal di pondok pesantren.
  • Lansia di panti jompo.
  • Pasien di rumah sakit.

Selain itu, orang dengan kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, Kanker atau Imunodefisiensi juga berisiko menderita kudis.

Gejala Kudis

Apa bila Anda dan orang-orang di dekat Anda sering mengalami rasa gatal, kulit berbintik dan adanya lepuhan kecil-kecil, bisa jadi itu akibat adanya tungau dan menjadi penyebab kudis. Lebih lanjut, gejala gudis seperti berikut:

  • Sering merasa gatal pada area tubuh tertentu seperti pergelangan tangan, pinggang, bokong, ketiak, siku, sela-sela jari tangan, pusar hingga selangkangan.
  • Pada penderita perempuan, rasa gatal dapat terjadi pada area payudara seperti puting dan penis pada penderita pria.
  • Adanya benjolan di bawah kulit seperti jerawat dan dapat mengalami luka apa bila digaruk.
  • Adanya ruam seperti gigitan kecil disertai rasa gatal khususnya di malam hari.

Pada bayi, tungau dapat menyerang pada area kepala, wajah, leher, tangan hingga bagian kaki khususnya telapaknya.

Pengobatan Kudis

Ada baiknya seluruh anggota keluarga atau orang-orang terdekat yang mengalami gejala kudis atau pun tidak juga harus menggunakan obat kudis secara bersamaan agar penyebaran tungau dapat dihentikan. Baca aturan pakai obat, hati-hati terhadap bayi, anak-anak atau ibu hamil.

Cara menghilangkan kudis secara permanen dapat dilakukan dengan membasmi tungau yang menjadi penyebab kudis. Dokter kulit biasanya akan meresepkan obat krim khusus kudis, penggunaannya dapat dengan cara dioleskan pada bagian kudis di malam hari atau setiap 8 jam sekali.

Apa bila setelah pengobatan muncul gejala yang lebih buruk, artinya obat kudis tersebut sedang bekerja membunuh tungau. Seiring pengobatan yang rutin, gejala kudis akan semakin berkurang dan setelah 4 minggu umumnya kudis akan sembuh.

Beberapa jenis obat kudis paling ampuh

  • Krimi Elimite. Ampuh membunuh tungau dan menghancurkan telurnya. Aman untuk semua umur.
  • Lation Lindane. Ampuh bunuh tungau namun tidak cocok untuk anak-anak, ibu hamil atau menyusui dan orang dengan berat badan kurang dari 50 Kg.
  • Ivermectin. Obat kudis yang cocok untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Tidak cocok untuk anak-anak, ibu hamil dan menyusui.

Pada tahap awal, pengobatan kudis dapat menimbulkan gejala yang buruk, Anda dapat mengimbanginya dengan melakukan perawatan mandiri seperti:

  • Kompres air dingin pada area yang mengalami gejala.
  • Jangan menggaruk bagian yang diobati meski menimbulkan rasa gatal.

Pencegahan Kudis

Tindakan yang paling mudah agar tidak tertular kudis adalah menghindari faktor risiko seperti bersentuhan dengan orang asing atau orang dengan gejala kudis dan tidak menggunakan barang-barang pribadi milik orang lain seperti handuk atau pakaian.

Tindakan pencegahan lainnya untuk mencegah kudis adalah:

  • Segera mengobati setelah muncul gejala kudis, jika hidup dalam berkelompok sebaiknya seluruh anggota ikut diobati.
  • Jangan menggunakan pakaian atau handuk secara bersama-sama dengan orang lain.
  • Rajin menjemur kasur, mengganti sprei dan sarung bantal.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir.

Khusus benda-benda yang tidak bisa dicuci dapat dibungkus dengan plastik untuk mencegah tungau berpindah ke tempat tersebut. Tungau dapat mati dalam beberapa hari jika tidak menemukan kulit makhluk hidup seperti manusia atau hewan.


Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

lowongan kerja perawat home care insan medika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here