Cara mengatasi pilek pada bayi
Cara mengatasi pilek pada bayi

Bayi belum mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sempurna, oleh sebab itu sangat mudah terserang berbagai jenis virus yang menyebabkan penyakit.

Salah satu penyakit yang umum diderita oleh bayi adalah pilek dan batuk. Terdapat setidaknya 200 jenis virus yang dapat menyebabkan bayi pilek dan batuk, di antaranya:

  • Rhinovirus adalah salah satu jenis virus yang menyebabkan bayi mengalami flu. Sekitar 10-40% bayi pilek disebabkan oleh jenis virus ini.
  • Coronavirus diprediksi menjadi penyebab terjadinya 20% kasus bayi mengalami pilek dan batuk.
  • Parinfluenza dan Respiratory Syncytial Virus (RSC), kedua virus ini menyumbang setidaknya 10% kasus bayi terserang flu.

Bagaimana bayi dapat mengalami flu?

Pada dasarnya setiap bayi telah mempunyai sistem imun atau kekebalan tubuh yang diturunkan oleh ibunya, sistem imun ini digunakan untuk melawan berbagai jenis virus dan bakteri penyebab penyakit.

Namun karena sistem kekebalan tubuh bayi belum begitu matang dan belum siap menghadapi berbagai jenis virus dan bakteri, maka sebagai orang tua harus senantiasa menjaga dan merawat sang bayi.

Pada kebanyakan kasus terjadinya bayi pilek dan batuk di karenakan oleh lingkungan sekitar, seperti orang lain yang berinteraksi dengan bayi atau pun terjangkit virus penyebab pilek dari benda-benda di sekitarnya.

Ketika seseorang sedang mengalami flu dan melakukan interaksi dengan sang bayi maka kemungkinan besar bayi akan tertular oleh virus flu tersebut.

Selain itu, benda-benda yang ada di sekitar bayi seperti pakaian, sarung tangan, mainan, handuk, sendok, mangkuk, dot dan sejenisnya dapat menjadi perantara virus penyebab flu masuk ke tubuh sang bayi.

Jagalah kebersihan lingkungan, benda dan menjauhkan dari orang yang sedang mengalami sakit adalah cara terbaik agar bayi tidak mengalami pilek dan batuk.

Baca nanti:

Gejala Bayi Mengalami Flu

Gejala paling mudah dikenali ketika bayi mengalami flu adalah terjadinya penyumbatan lendir pada sistem pernapasan (hidung).

Jika bayi Anda baru pertama kali mengalami pilek dan batuk maka akan dibarengi dengan beberapa gejala berikut ini:

  • Hidung tersumbat oleh lendir (ingus).
  • Bayi mengalami demam.
  • Bayi menggigil dan kadang tubuh bergetar.
  • Timbul batuk basah atau kering.
  • Bayi terlihat lelah karena napas tidak lancar.
  • Terjadi muntah dan diare walau ini tidak umum.

Ketika bayi Anda mengalami beberapa gejala flu seperti di atas, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama dari dokter.

Lebih cepat maka lebih bagus, ingat bahwa sistem imun tubuh bayi belumlah sempurna sehingga ketika terjangkit virus penyebab flu seperti ini layak untuk segera diperiksakan ke dokter.

Cara mencegah agar bayi tidak mengalami pilek dan batuk

Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? Oleh sebab itu pastikan bayi Anda mendapatkan kesehatan yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit seperti pilek dan batuk dengan melakukan tindakan-tindakan di bawah ini:

  • Budayakan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.
  • Usahakan menggunakan cairan antiseptik sebelum bersentuhan dengan bayi.
  • Jaga perlengkapan dan benda-benda yang sering digunakan oleh bayi dalam keadaan yang bersih.
  • Pastikan pakaian, sarung tangan dan handuk bayi selalu bersih dan steril.
  • Berikan bayi vaksinasi pada waktunya.
  • Larang orang merokok atau setelah merokok untuk menyentuh atau menggendong bayi.
  • Larang juga orang yang sedang mengalami sakit flu atau sakit yang dapat menular untuk berdekatan dengan sang bayi.
  • Penuhi kebutuhan makanan dan minuman sang ibu untuk memberikan imun terbaik untuk sang bayi melalui Air Susu Ibu (ASI).

Cara mengatasi pilek pada bayi

Menyembuhkan bayi yang sedang sakit flu seperti batuk dan pilek haruslah ditangani oleh seorang dokter. Setelah sang bayi mendapatkan pengobatan dari dokter, maka orang tua dapat membantu mempercepat dan meringankan gejala pilek bayi.

Cara tradisional mengatasi hidung tersumbat pada bayi ini dapat diterapkan kepada bayi baru lahir atau pun dengan usia 1 bulan, 2 bulan dan bayi yang telah berusia 3 bulan atau lebih.

  1. Menggunakan larutan air garam dengan meneteskannya pada hidung bayi. Tindakan ini dimaksudkan untuk mengencerkan ingus pada bayi.
  2. Setelah ingus encer maka dapat dilakukan tindakan penyedotan ingus menggunakan alat khusus penyedot ingus bayi.
  3. Atur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin atau panas. Jika Anda menggunakan AC maka imbangilah menggunakan mesin pelembab udara.
  4. Melakukan pemijatan secara lembut pada area hidung dan alis bayi untuk membantu melegakan atau memperlancar aliran udara yang dihirup oleh sang bayi.
  5. Mengatur posisi tidur bayi untuk membantu memperlancar pernapasan bayi ketika tidur. Jika bayi mengalami pilek pada hidung sebelah diri maka miringkanlah bayi ke kanan dan begitu pula sebaliknya.
  6. Mengoleskan minyak telon pada area tubuh bayi seperti perut, dada dan punggung disertai dengan pijatan yang lembuh guna membuat bayi merasa lebih nyaman.
  7. Berikan ASI ekslusif untuk membantu sang bayi dalam pembentukan sistem imun yang lebih baik setidaknya hingga 6 bulan.
  8. Anjurkan orang di sekitar sang bayi menggunakan masker ketika berdekatan dengan sang bayi.

Jangan memberikan obat apa pun kepada sang bayi tanpa adanya resep dari dokter. Pemberian antibiotik tidak dibutuhkan oleh bayi selain pilek tidak disebabkan oleh infeksi bakteri juga dapat membahayakan kesehatan bayi dari efek samping obat tersebut.

Jika Anda membutuhkan perawat bayi yang handal dan berpengalaman, dapat menggunakan jasa home care Insan Medika. Seluruh perawat bayi dan anak di Insan Medika minimal lulusan D3 Kebidanan dari kampus-kampus terbaik di Indonesia. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Pesan sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here