Mengatur Pola Makan Lansia untuk Hidup yang Lebih Sehat

0
40
Mengatur Pola Makan Lansia untuk Hidup yang Lebih Sehat
Credit: freepik.com

Time to read: 3 menit

Semakin bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi, nafsu makan dan kebiasaan makan lansia akan mengalami perubahan.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya yaitu ketika usia semakin lanjut sistem metabolisme tubuh akan melambat karena perlambatan pembakaran energi untuk aktivitas sehingga kebutuhan kalori akan semakin sedikit dari sebelumnya.

Tidak jarang orang lanjut usia juga membutuhkan nutrisi tertentu yang artinya sangat penting bagi mereka mengkonsumsi makanan yang bisa memberikan nutrisi terbaik bagi tubuhnya.

Selain itu, memperhatikan asupan nutrisi seimbang perlu juga dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia.

Jika lansia sampai mengalami kurang gizi atau malnutrisi, tentu hal ini akan berisiko meningkatkan berbagai macam penyakit.

Lalu, bagaimana caranya mengatur pola makan lansia?

Lalu, bagaimana caranya mengatur pola makan lansia?
Credit: stock.adobe.com

1. Mengatur porsi makan

Salah satu penyebab berat badan lansia naik turun yaitu karena mereka tidak mengendalikan porsi makannya setiap hari.

Porsi makan untuk lansia setiap hari sebaiknya diberikan secara merata agar mereka bisa makan lebih sering dengan porsi kecil. Lansia dianjurkan makan besar sebanyak 3 kali dan makanan selingan 2 kali sehari.

Dalam sajian sekali makan, isi piring harus meliputi makanan pokok, sayuran, lauk pauk dan buah-buahan.

Pembagiannya adalah setengah piring berisi buah dan sayur, setengah piringnya lagi berisi 1/3 lauk pauk dan 2/3 makanan pokok.

2. Membatasi konsumsi gula, garam dan lemak

Mengingat sistem pencernaan lansia sudah tidak semaksimal dulu, penting bagi mereka untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Apabila tidak dibatasi, lansia akan berisiko mengalami diabetes, stroke, hipertensi, kolesterol tinggi, hiperglikemia dan penyakit jantung

3. Perhatikan asupan gizinya

Hal penting selanjutnya adalah memperhatikan asupan gizi dan kebutuhan nutrisi lansia. Dengan mengkonsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi akan membantu lansia memenuhi kebutuhan protein, mineral, karbohidrat, lemak serta vitamin.

4. Memenuhi asupan kalsium

Asupan kalsium yang cukup bisa mencegah lansia mengalami osteoporosis. Kalsium berperan untuk menjaga kesehatan tulang. Namun seiring bertambahnya usia, penyerapan kalsium pada tulang semakin berkurang.

Jika lansia tidak mendapat cukup kalsium dari makanannya, tubuh akan secara otomatis mengambilnya dari “bank kalsium” pada persendian tangan, kaki dan tulang panjang lainnya.

Apabila hal ini berlangsung lama, kepadatan tulang akan semakin terkikis sehingga bisa mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah.

Jumlah kebutuhan kalsium lansia adalah 1.000 mg sehari. Sumber kalsium bisa didapatkan dari berbagai makanan seperti susu, keju, yogurt, kacang almond, sayuran hijau dan ikan (sarden, ikan teri, dan salmon).

5. Memenuhi kebutuhan cairan

Lansia rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, selain mengatur pola makan, mengatur asupan cairan mereka juga sangat penting.

Agar kebutuhan cairan lansia dapat terpenuhi dengan baik, biasakan lansia untuk mengkonsumsi air putih 8 gelas setiap hari atau bisa juga dengan mengkonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung air.

Adapun jumlah asupan cairan yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI adalah sebagai berikut:

Wanita

  • 60-64 th 2,3 liter
  • 65-80 th 1,6 liter
  • >80 th: 1, 5 liter

Pria

  • 60-64 th: 2,6 liter
  • 65-80 th: 1,9 liter
  • >80 th: 1,6 liter

Contoh menu makananan dalam sehari untuk lansia

Contoh menu makananan dalam sehari untuk lansia
Credit: stock.adobe.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, porsi makan untuk lansia dalam sekali makan harus mencakup makanan pokok, lauk pauk dan buah.

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, bahan makanan yang dianjurkan untuk lansia yaitu:

  • Makanan sebagai sumber karbohidrat seperti nasi (nasi putih atau nasi merah), jagung, ubi, singkong, sagu, kentang,talas, sukun, bihun, mie, roti dan gandum.
  • Makanan sebagai sumber protein, lemak dan mineral seperti ikan, ayam, daging sapi, talur, susu, tempe, tahun serta kacang-kacangan.
  • Makanan sebagai sumber zat besi seperti hati sapi dan ayam, daging sapi dan ayam, bayam dan kacangan-kacangan.
  • Makanan sebagai sumber kalsium, seperti ikan, sayuran hijau dan buah-buahan.
  • Makanan sebagai sumber vitamin dan mineral yang didapatkan dari sayuran dan buah-buahan berwarna seperti bayam, kangkung, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam, papaya, alpukat, pisang, apel, dll.

Menu makanan sehari untuk lansia sehat terdiri dari makan pagi, siang dan malam serta makanan selingan setiap habis makan besar.

Makan pagi

Sarapan dengan nasi (100gr) dan 1 butir telur rebus, 1 buah tomat yang dilumatkan, sayuran segar sebagai lalap (daun kemangi dan timun) dan 1 potong buah pepaya. Lalu, untuk makanan selingan pagi dengan 1 buah pisang.

Makan siang

Pada siang hari, siapkan satu piring nasi (150gr) lengkap dengan 1 ekor ikan (tongkol atau bandeng), 1 potong tempe goreng, semangkuk kecil sayur dan 1 buah jeruk. Kemudian, untuk cemilan siang bisa disiapkan ubi atau singkong rebus dipotong sedang.

Makan malam

Untuk malam hari, siapkan 100 gr nasi, 1 potong ayam panggang, 1 potong tempe bacem, semangkuk kecil sayur asem dan 1 buah melon. Selanjutnya, siapkan 1 gelas susu rendah lemak (150-200 ml) sebagai cemilan malam hari.

Menu makanan sehari untuk lansia dengan penyulit

Menu makanan sehari untuk lansia dengan penyulit
Credit: freepik.com

Bagi lansia dengan kondisi kesehatan tertentu seperti lansia tanpa gigi dan konstipasi, menu makanan sehari-harinya bisa dibedakan dari lansia dengan kondisi normal.

Lansia tanpa gigi

  • Untuk memulai harinya, Anda dapat menyiapkan makan pagi berupa nasi tim ayam, telor ceplok rebus dan jus tomat. Kemudian, untuk selingan pagi, Anda bisa menyiapkan bubur kacang hijau untuk lansia.
  • Saat makan siang dan malam, berikan lansia nasi lembik, semur hati ayam, pepes tahu dan semangkuk sayur rebus labu siam. Sebagai cemilan sore, bisa diberikan 1 buah pisang atau pepaya.

Lansia dengan konstipasi

Pertimbangan nutrisi untuk lansia dengan konstipasi atau sembelit harus individual sesuai dengan kebutuhan setiap masing-masing orang. Perawatan akan tergantung pada penyebabnya, tetapi strategi nutrisinya dapat mencakup:

Meningkatkan asupan serat – rekomendasi umum untuk mereka yang berusia di atas 70 tahun adalah 25-30g serat setiap hari. Sumber serat yang baik termasuk sereal gandum, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

Bagi beberapa lansia makanan seperti susu, keju, nasi putih, tepung putih dan daging merah dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu asupan harus dipantau.

Untuk menu makanannya, anda dapat memberikan lansia bubur ayam, bagian putih telur rebus dan jus wortel untuk sarapan. Untuk selingannya berikan 1 potong buah pepaya.

Makan siang dan malam siapkan nasi lembik, 1 ekor ikan pindang, tumis tempe, sayur bayam bening dan jus mangga.

REFERENSI:

Healthline (2019). Healthy Eating for Seniors. Diakses pada 16 November 2021.

Eat Well Nutrition. Dietary Management of Constipation in Aged Care. Diakses pada 16 November 2021.

Website Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan. Buku Kesehatan Lanjut Usia. Diakses pada 16 November 2021.

Hello Sehat (2020). Gizi Lansia. Seperti Apa Pola Makan yang Terbaik Bagi Lansia?. Diakses pada 16 November 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here