Skoliosis: Penyebab, Bahaya, Gejala dan Pengobatan

0
326
Skoliosis - Penyebab, Bahaya, Gejala dan Pengobatan
Skoliosis - Penyebab, Bahaya, Gejala dan Pengobatan. (yogabydayna.com)

Apakah Anda pernah melihat postur tubuh seseorang yang terlihat tidak tegak lurus melainkan melengkung seperti huruf C atau S?

Kelainan pada tulang belakang (kurvatura) yang melengkung seolah membentuk huruf C atau S disebut dengan Skoliosis.

Kelainan tulang belakang ini paling banyak diderita oleh anak-anak terutama remaja yang sedang pubertas.

Jenis Skoliosis

Sejauh ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami skoliosis, namun skoliosis dapat dibedakan berdasarkan jenis penyebabnya.

Berikut empat jenis skoliosis yang dikutip dari Gleneagles.com:

  • Skoliosis Kongenital. Kelainan tulang belakang ini umumnya diakibatkan oleh bawaan lahir atau cacat.
  • Skoliosis Degeneratif. Degenerasi cakram yang memisahkan vertebrata atau artirtis dalam persendian yang menautkannya disinyalir sebagai penyebab utama.
  • Skoliosis Otot Sarah. Disebabkan oleh tidak terkendalinya saraf atau otot yang bertanggung jawab terhadap tulang bekalang.
  • Skoliosis dari Penyebab yang Tidak Diketahui (Idiopathic). Skoliosis yang paling banyak dialami oleh anak-anak dan remaja.

Baca juga: Kanker Ginjal: Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Bahaya Skoliosis

Beberapa kasus skoliosis yang terjadi pada anak-anak dan remaja dapat semakin berisiko apa bila tidak segera mendapatkan pertolongan.

Kelengkungan tulang belakang yang ekstrem dapat menyebabkan rongga dada menyempit sehingga mengganggu sistem pernapasan hingga timbul rasa nyeri pada area punggung.

Selain itu, beberapa bagian organ dalam seperti paru-paru dan jantung juga terancam terjadi gangguan karena perubahan tulang belakang yang mengalami skoliosis.

Baik anak laki-laki atau perempuan sama-sama berisiko menderita skoliosis namun pada anak perempuan hal ini juah lebih berat dan harus mendapatkan penanganan khusus.

Gejala Skoliosis

Secara kasat mata untuk mengetahui seseorang menderita skoliosis dapat dilihat dari postur tubuh ketika seseorang berdiri.

Ciri-ciri Skoliosis:

  • Punggung tidak simetris dan cenderung bengkok seperti huruf C atau S ketika berdiri.
  • Garis punggung miring ke sebelah kanan atau kiri.
  • Salah satu bahu lebih tinggi atau tidak sejajar.
  • Muncul tonjolan tulang pada salah satu bagian punggung atau pinggang.

Sedangkan seseorang yang menderita skoliosis dapat merasakan rasa tidak nyaman ketika dalam posisi tidur.

Rasa tidak nyaman tersebut juga dapat dirasakan ketika seseorang sedang membungkuk atau dalam posisi melengkung.

Pengobatan Skoliosis

Jenis pengobatan akan disesuaikan dengan berbagai faktor seperti usia, jenis lengkungan dan jenis skoliosis.

Penderita Skoliosis yang masih dalam masa pertumbuhan umunya tidak merasakan nyeri pada area punggung dan tidak membutuhkan terapi khusus.

Sedangkan apa bila lengkungan tulang punggung menimbulkan rasa nyeri dan sesak napas maka wajib mendapatkan terapi secepat mungkin.

Dokter akan memberikan obat antinyeri dan obat antiinflamasi untuk meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan dari skoliosis.

Ada pula metode pengobatan lanjutan seperti pemasangan alat khusus untuk mencegah lengkungan bertambah parah.

1. Pemasangan Bracing

Cara mencegah kelainan tulang skoliosis pada penderita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat disarankan untuk menggunakan brace.

Penggunaan alat brace sedini mungkin pada penderita skoliosis akan mencegah lengkungan tulang belakang semakin parah.

Anak-anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan berisiko mengalami Skoliosis maka diwajibkan menggunakan brace selama 16-23 jam sehari.

Sebanyak 70% anak yang menderita skoliosis bisa sembuh atau minimal tidak membutuhkan tindakan operasi ketika rutin menggunakan brace selama masa pertumbuhan.

2. Operasi

Tindakan operasi dapat dilakukan apa bila kelengkungan tulang belakang sudah mencapai 40 derajat dan mengganggu aktivitas harian hingga menyebabkan rasa tidak nyaman.

Dalam tindakan operasi, dokter akan menyatukan tulang belakang dengan cangkok tulang. Metode ini disebut dengan Spinal fusion.

Pencegahan Skoliosis

Anggapan anak terlalu berat menggendong tas punggung bisa menyebabkan skoliosis itu tidaklah benar.

Tidak ada cara yang terbukti berhasil untuk mencegah skoliosis. Namun beberapa tindakan berikut ini dapat bermanfaat untuk mengatasi skoliosis:

  • Selalu menggunakan brace selama masa pertumbuhan pada anak.
  • Lakukan terapi fisik atau fisioterapi.
  • Kunjungi dokter untuk mendeteksi komplikasi sejak dini pada anak.
  • Lakukan olahraga skoliosis apabila direkomendasikan oleh dokter.

Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here