Lakukan 5 Hal Ini Untuk Melindungi Kesehatan Bayi Baru Lahir
Lakukan 5 Hal Ini Untuk Melindungi Kesehatan Bayi Baru Lahir. (Mom365.com)

Mempunyai anak adalah keinginan banyak orang setelah menikah, tak jarang segala usaha dilakukan untuk mendapatkan kehamilan pada sang ibu.

Setelah kurang lebih 9 bulan lamanya mengandung, akhirnya sang buah hati lahir di dunia. Beberapa hal tentu sudah disiapkan dengan baik mulai dari perlengkapan sang bayi hingga cara merawat bayi baru lahir.

Bayi baru lahir belum mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik, sehingga bunda harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan bayi.

Proses transisi yang harus dilewati sang bayi dari dalam rahim ke dunia luar tentu membutuhkan adabtasi. Sebagai orang tua sebaiknya mengupayakan tumbuh kembang sang bayi selalu dalam keadaan yang baik.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi baru lahir sejak ia dilahirkan.

Baca juga: [Jangan Panik] Berikut Yang Harus Dilakukan Saat Anak Kejang

1. Selalu Mencuci Tangan Sebelum Menyentuh Bayi

Mencuci tangan sebelum menyentuh bayi
Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. (deseretnews.com)

Kondisi tangan yang tidak bersih terbukti mempunyai jutaan bakteri atau kuman yang sangat berbahaya untuk kesehatan bayi dan anak-anak.

Dikutip dari Calmic.co.id, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan air, sabun atau sanitiser tangan dapat menurunkan risiko terkena penyakit hingga 50%.

Kegiatan mencuci tangan tidaklah membutuhkan waktu yang lama namun jika dilakukan secara rutin sebelum menyentuh sang buah hati tentu dapat menjaga kesehatan bayi dari berbagai kuman dan bakteri.

2. Batasi Seseorang Menyentuh Bayi

Batasi seseorang menyentuh bayi
Batasi seseorang menyentuh bayi. (fennellseeds.com)

Menjaga kesehatan bayi baru lahir membutuhkan ketegasan dari orang tua agar sang bayi benar-benar tidak terkontaminasi virus atau kuman yang dibawa oleh orang lain.

Menghindarkan orang lain menyentuh tangan dan bagian wajah bayi adalah keputusan yang bijak, pasalnya bayi baru lahir hanya mempunyai sisa antibodi dari sang ibu sebagai imunitas sementara.

Dalam jangka waktu 1 hari hingga 2 bulan bayi benar-benar masih dalam keadaan rentan terhadap kuman, bakteri dan virus. Kekebalan tubuh atau imunitas bayi mulai matang ketika berusia setidaknya 2 bulan atau 3 bulan.

3. Larangan Orang Lain Mencium Bayi

Melarang orang lain mencium bayi
Melarang orang lain mencium bayi. (healthline.com)

Sampaikan kepada saudara atau kerabat yang sedang mengunjungi Anda dan buah hati untuk tidak mencium bayi. Katakan bahwa saran ini dari dokter agar mereka memahami dan tidak melanggar aturan.

Jika aturan ini dilanggar maka risikonya sangat berbahaya, berbagai penyakit seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV), virus ini yang menyebabkan infeksi paru-paru dan pernapasan.

Sebuah kasus yang dialami oleh bayi dari Brianna Nichols harus menerima kenyataan bahwa bayinya mengalami infeksi pernapasan akibat ciuman dari orang lain.

Dikutip dari Haibunda.com, Brianna menyampaikan agar orang lain tidak sembarangan untuk mencium bayi baru lahir dan memastikan orang dewasa hendaknya mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Selain infeksi pernapasan, ternyata masih banyak risiko mencium baru lahir seperti Hepes Simpleks (HSV) Tipe 1, Kissing Disease (Mononukleosis), Sariawan Jamur Kandida (Thrush), Meningitis Bakteri dan berbagai penyakit menular lainnya.

4. Membatasi Penjenguk dan Menghindarkan Bayi dari Keramaian

Menjaga kesehatan bayi baru lahir dengan Membatasi penjenguk dan menghindarikan bayi dari keramaian
Membatasi penjenguk dan menghindarikan bayi dari keramaian. (sciencenews.org)

Membatasi bukan berarti melarang setiap orang yang datang menjenguk tidak bertemu sang bayi, berikanlah informasi jika bayi butuh istirahat sehingga pengunjung bisa memahaminya.

Jika memang ada yang memaksa untuk melihat sang bayi dikarenakan orang penting maka izinkanlah salah satu orang saja yang menjadi perwakilan.

Jangan membawa bayi ke luar rumah ke tempat-tempat ramai yang mempunyai interaksi tinggi terhadap orang lain seperti toko, restoran, mall, pasar atau lingkungan ramai lainnya.

Lindungi kesehatan sang bayi di dalam rumah terlebih dahulu hingga imunitas sang bayi sempurna. Jika memang ingin keluar rumah maka cukup sampai ke depan atau halaman rumah saja.

Jangan biarkan bayi terkena polusi udara dari kendaraan bermotor, pembakaran sampah atau asap cerobong pabrik.

5. Mengikuti Vaksinasi dan Imunisasi Sesuai Anjuran Dokter

vaksinasi dan imunisasi bayi
Menjaga kesehatan bayi dengan mengikuti program vaksinasi dan imunisasi. (timesofisrael.com)

Walau belakangan ada beberapa pihak yang menolak vaksinasi dan imunisasi terhadap bayi dan anak, namun harus diketahui bahwa vaksinasi dan imunisasi amatlah sangat penting bagi kesehatan bayi di masa depan.

Beberapa orang tidak mengetahui bahwa vaksinasi dan imunisasi adalah dua hal yang berbeda. Berikut penjelasan singkat mengenai vaksinasi dan imunisasi.

Berdasarkan penjelasan dari Klikdokter, Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin (bakteri dan virus yang telah dilemahkan) ke dalam tubuh manusia untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) secara aktif terhadap suatu penyakit. Terdapat dua jenis imunisasi, yaitu imunisasi aktif (vaksinasi) dan imunisasi pasif yang di dapat dari ASI dan antibodi yang dibawa oleh bayi dari sang ibu saat masih di dalam kandungan.

Menurut peraturan pemerintah melalui Menteri Kesehatan, vaksinasi dan imunisasi wajib dilakukan oleh orang tua terhadap bayi dan anak mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraannya.

Itulah 5 cara menjaga kesehatan bayi baru lahir sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter dan pemerintah.

Butuh perawat bayi baru lahir atau perawat anak oleh para bidan dan baby sitter? Gunakan saja jasa home care Insan Medika. Perusahaan penyalur perawat profesional dan berpengalaman ke seluruh kota di Indonesia. Hubungi sekarang dan dapatkan promonya!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here