Air Seni Bisa Berbau dan Berbusa ?

0
52
Source : itstime.id

Air Seni atau Urine ternyata berpengaruh pada kesehatan kita. Normalnya Urine berwarna kuning keemasan dan jernih bisa juga berwarna gelap. Teksturnya pun berupa cairan encer dan tidak bergelembung. Namun, Jika Air Seni tampak berbusa. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya bisa karena penyakit atau efek samping dari obat – obatan.

Untuk lebih jelasnya ini adalah alasan kenapa urine kita bisa berbusa atau bergelembung dan berbau menyengat.

  1. Dehidrasi : Busa urine bisa timbul karena dehidrasi. Bila kita mengalami dehidrasi. urine cenderung memiliki protein dan beberapa bahan kimia dalam proporsi yang lebih tinggi sehingga menimbulkan busa.
  2. Stres : Jika kita merasakan cemas atau stres, urine cenderung berbusa atau berbuih. Karena saat mengalami stres, protein albumin juga bisa bocor ke dalam urine.
  3. Penyakit Ginjal : Orang dengan penyakit ginjal sebagai kompikasi dari diabetes atau batu ginjal juga dapat mengalami air kencing berbusa. Untuk mendiagnosis penyakit ginjal urinalisis dapat dilakukan dengan tes dipstick dan tes darah lainnya.
  4. Diabetes : Diabetes bisa mempengaruhi ginjal dan menyebabkan urine berbusa. kadar gula darah tinggi sangat buruk bagi kesehatan dan kinerja ginjal. Jika kadar protein dalam urine terlalu tinggi, maka kondisi ini dikenal dengan proteinuria.
  5. Infeksi Saluran Kemih (ISK) : Saat bakteri yang menginfeksi saluran kandung kemih, bisa juga menyebabkan urine berbusa. Bahkan ISK bisa menyebabkan kebocoran protein ke dalam urine.
  6. Masalah Jantung : Urine berbusa juga bisa menjadi gejala msalah kardiovaskuler. Tingkat protein yang tinggi pada urine terkait dengan masalah seperti penyakit stroke juga.
  7. Konsumsi Makanan atau Obat Tertentu : Kencing berbau bisa disebabkan makanan tertentu, misalkan petai, jengkol dll. Kedua jenis makanan ini mengandung senyawa sulfur alami yang membuat urine kita berbau tajam. Selain itu, ada beberapa jenis obat dan vitamin, seperti suplemen vitamin B, juga diketahui dapat mempengaruhi aroma pada uribne kita. Kencing berbau akibat makanan atau obat-obatan segera hilang apabila zat penyebab bau sudah dikeluarkan dari tubuh
  8. Hamil : Pada saat hamil, kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang diproduksi selama kehamilan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut menyebabkan kadar urine berbau menyengat, terutama pada saat kehamilan trimester awal.
  9. Penyakit Hati : Gangguan pada fungsi hati sering ditandai dengan urine yang tampak lebih gelap menyerupai warna teh dan bau yang menyengat.
  10. Feniketonuria : Kondisi ini terjadi ketika tubuh kita tidak dapat memecah asam amino fenilalanin yang ada di dalam tubuh kita. Akibatnya, zat tersebut akan menumpuk di urine dan membuat urne mengeluarkan bau khas.

Waspadai jika Anda Mengalami Air Seni Berbusa ?

Jika urine kita berbusa, maka kita juga mencari penyebab dan gejala lainnya. Gejala tambahan bisa menjadi petunjuk bahwa ada penyakit serius yang menyebabkannya. Berikut adalah gejala yang ditimbulkan :

  • Pembengkakan pada tangan, kaki, wajah, dan perut, yang bisa menjadi tanda dari penumpukan cairan dari ginjal yang rusak
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan jumlah urine yang dihasilkan
  • Urine keruh
  • Urin berwarna gelap

Tips Menjaga Kesehatan pada Saluran Kencing

Salah satu tips untuk mencegah atau mengurangi risiko kencing berbau menyengat dan berbusa adalah dengan menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Perbanyak minum air putih, minimal dalam sehari 8 gelas atau setara dengan 2 liter per harinya.
  • Tidak menahan buang air kecil.
  • Tidak terburu-buru atau mengejan saat buang air kecil.
  • Bersihkan penis atau vagina dengan air bersih yang mengalir setelah buang ai kecil.
  • Lakukan olahraga secara rutin.
  • Batasi konsumsi kopi dan minuman beralkohol.

Perhatikan ! Jika kita mengalami kencing berbau menyengat dan berbusa, terutama jika bukan disebabkan oleh makanan atau obat-obatan tertentu. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter urologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here