Tugas Perawat Dalam Proses Menua

0
50
penuaan adalah sebuah proses berkelanjutan, belum tentu seseorang meninggal hanya karena usia tua sebab individu memiliki perbedaan yang unik terhadap genetik, sosial, psikologi, dan faktor-faktor ekonomi yang saling terjalin dalam kehidupannya yang menyebabkan peristiwa menua berbeda pada setiap orang. Sepanjang kehidupannya, seseorang mengalami pengalaman traumatik, baik fisik maupun emosional, yang bisa melemahkan kemampuan seseorang untuk memperbaiki atau mempertahankan dirinya.
Source : musaayu.blogspot.com

Proses penuaan dipandang sebagai sebuah proses total dan sudah dimulai saat masa konsepsi. Meskipun penuaan adalah sebuah proses berkelanjutan, belum tentu seseorang meninggal hanya karena usia tua sebab individu memiliki perbedaan yang unik terhadap genetik, sosial, psikologi, dan faktor-faktor ekonomi yang saling terjalin dalam kehidupannya yang menyebabkan peristiwa menua berbeda pada setiap orang. Sepanjang kehidupannya, seseorang mengalami pengalaman traumatik, baik fisik maupun emosional, yang bisa melemahkan kemampuan seseorang untuk memperbaiki atau mempertahankan dirinya. Akhirnya, periode akhir dari hidup yang disebut senescence terjadi saat organisme biologik tidak dapat menyeimbangkan lagi mekanisme “Pengerusakan dan Perbaikan”.

Tugas – Tugas Perawat dalam Setiap Teori Penuaan

1. Tugas Perawat dalam Teori Biologi

Menurut Teori Biologi tugas perawat adalah memperhatikan kesehatan objektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang dialami klien lansia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bisa dicapai dan dikembangkan, penyakit yang dapat dicegah atau ditekan progresivitasnya. Perawatan fisik secara umum bagi klien lansia dapat dibagi atas 2 bagian, yakni :

  • Klien lansia yang masih aktif, di mana keadaan fisiknya masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga untuk kebutuhannya sehari-hari masih mampu melakukan sendiri.
  • Klien lansia yang pasif atau tidak dapat bangun, di mana keadaan fisiknya mengalami kelumpuhan atau sakit.

Perawat harus mengetahui dasar perawatan klien lansia ini, terutama hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan perorangan untuk mempertahankan kesehatannya. Kebersihan perorangan sangat penting dalam usaha mencegahtimbulnya penyakit/peradangan, mengingat sumber infeksi dapat timbul bila kebersihan kurang mendapat perhatian. Disamping itu, kemunduran kondisi fisik akibat proses penuaan dapat mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap gangguan atau serangan infeksi dari luar. Untuk klien lansia yang aktif dapat diberikan bimbingan mengenai kebersihan mulut dan gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kuku dan rambut, kebersihan tempat tidur kursi atau sebaliknya. Komponen pendekatan fisik yang lebih mendasar adalah memperhatikan dan membantu para klien lansia untuk bernapas dengan lancar, makan (termasuk memilih dan menentukan makanan), minum, melakukan eliminasi, tidur, menjaga sikap tubuh waktu berjalan, duduk, mengubah posisi tiduran, beristirahat, kebersihan tubuh, memakai dan menukar pakaian, mempertahankan suhu badan, melindungi kulit dari kecelakaan. Dari hasil rangkuman Pertemuan Kesehatan Persiapan Usia Lanjut oleh Depkes (1995) ditetapkan Penjaringan Kesehatan Lansia dengan cara sebagai berikut:

A. Gizi

  1. Pengamatan
    • D = disease
    • E = eating poorly
    • T = tooth loss
    • E = economic hardship
    • R = reduced social contact
    • M = multiple medicine
    • I = involuntary wight loss and gains
    • N = need assistance in self care
    • E = elder years
  1. Pendidikan gizi dan konseling diet.
  1. Prinsip gizi yang harus diikuti oleh lansia ;
    • Kecukupan kalori 5-10% dari usia 20-25 tahun.
    • Kecukupan lemak maksimal 25% diutamakan lemak tak jenuh.
    • Protein normal 10-12% dari kecukupan energi, 10% berasal hewani.
    • Hidrat arang, gula murni dikurangi.
    • Vitamin dan mineral harus cukup, terutama vitamin B, vitamin C, asam folat, kalsium dan fe.

B. Olahraga

Latihan olahraga yang baik dan benar serta teratur harus memenuhi komponen sebagai berikut :

  • Peregangan dan pemanasan 10-15 menit.
  • Latihan 15-60 menit.
  • Pendinginan 10-15 menit.

Toleransi terhadap kekurangan O2 sangat menurun pada klien lansia. Untuk itu kekurangan O2 yang mendadak harus dicegah dengan cara posisi bersandar pada beberapa bantal, jangan makan terlalu banyak, jangan melakukan gerak badan yang berlebihan, dan sebagaianya. Seorang perawat harus dapat memotivasi para klien lansia agar mau dan menerima makanan yang disajikan. Kurangnya kemampuan mengunyah sering dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghidangkan makanan lunak atau memakai gigi palsu. Waktu makan yang teratur, menu bervariasi dan bergizi, makanan yang serasi, serta suasana yang menyenangkan dapat menambah selera makan. Bila ada penyakit tertentu perawat harus mengatur makanan sesuai diet yang dianjurkan. Perawat perlu mengadakan pemeriksaan kesehatan terutama pada klien lansia yang diduga menderita penyakit tertentu atau secara berkala dilakukan bila terdapat kelainan tertentu. Perawat perlu memberikan penjelasan dan penyuluhan kesehatan, mengkaji penyebab keluhan, kemudian mengosumsikan dengan klien tentang cara pemecahannya.

2. Tugas Perawat dalam teori Sosial

Perawat sebaiknya memfasilitaso sosialisasi antar lansia dengan mengadakan diskusi dan tukar pikiran serta berbicara sebagai salah satu upaya pendekatan sosial. Memberi kesempatan untuk berkumpul bersama berarti menciptakan sosialisasi antar manusia, yang menjadi pegangan bagi perawat bahwa orang yang tercipta adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Hubungan yang tercipta adalah hubungan sosial antara wreda dengan wreda maupun wreda dengan perawat sendiri. Perawat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para wreda untuk mengadakan komunikasi, melakukan rekreasi seperti jalan pagi, menonton film, atau hiburan-hiburan lain karena mereka perlu dirangsang untuk mengetahui dunia luar. Dapat disadari bahwa pendekatan komunikasi dalam perawatan tidak salah kalah pentingnya denganupaya pengobatan medis dalam proses penyembuhan atau ketenangan para klien lansia.

3. Tugas Perawat dalam Teori Psikologi

Perawat mempunyaiperanan penting untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lansia, perawat dapat berperan sebagai supporter maupun interpreter terhadap segala sesuatu yang asing sebagai penampung rahasia yang pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. Perawat hendaknya memiliki kesabaran dan ketelitian dalam memberikan kesempatan dan waktu yang cukup banyak untuk menerima berbagai bentuk keluhan agarmereka merasa puas. Pada dasarnya klien lansia membutuhkan rasa aman dan cinta kasih dari lingkungannya, termasuk perawat yang memberikan perawatan. Untuk itu perawat harus menciptakan suasana yang aman, tidak gaduh, membiarkan mereka melakukan kegiatan dalam batas kemampuan dan hobi yang dimilikinya.

Perawat harus dapat membangkitkan semangat dan kreasi klien lansia dalam memecahkan dan mengurangi rasa putus asa, rasa rendah diri, rasa keterbatasan, sebagai akibat dari ketidakmampuan fisik dan kelainan yang di deritanya. Hal ini perlu dilakukan karena perubahan psikologi terjadi bersama dengan makin lanjutnya usia. Perawat harus sabar mendengarkan cerita-cerita yang membosankan, jangan mentertawakan atau memarahi bila klien lansia lupa atau bila melakukan kesalahan. Harus diingat, kemunduran ingatan akan mewarnai tingkah laku mereka dan kemunduran ingatan jangan dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Bila perlu diusahakan agar di masa lansia ini mereka tetap merasa puas dan bahagia.

Jasa Layanan Perawat Home Care Terbaik di Rumah
Insan Medika adalah purusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesiona: Perawat Medis, Perawat Orang Sakit, Perawat Lansia dan Perawat Anak. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Pesan sekarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here