Tindakan medis pada lansia di ICU
Tindakan medis pada lansia di ICU

Tahu kah kamu apa yang dilakukan oleh pihak medis ketika orang tua lanjut usia masuk ke ruang ICU? Yuk cari tahu di artikel berikut ini.

Ketika seseorang mengalami sebuah kondisi yang mengakibatkan harus berada di ruang ICU (Intensive Care Unit) rumah sakit, maka harus mendapatkan tindakan yang cepat dan tepat oleh pihak medis.

Beberapa kondisi yang menyebabkan lansia harus berada di ICU rumah sakit, diantaranya: serangan jantung, stroke, kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Penempatan pasien di ruang ICU bertujuan untuk membantu proses pemulihan kondisi kesehatan pasien dengan peralatan medis khusus. Peralatan ini akan memantau setiap detik dan menit kondisi kesehatan pasien.

Selain itu juga akan dokter, perawat dan para medis profesional lainnya akan memberikan perhatian khusus kepada penghuni ruang ICU.

Baca juga:

Apakah semua pasien lansia akan berada di ruang ICU?

Tidak semua pasien harus dirawat di ruang ICU untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Ada pun pasien yang harus dirawat di ruang ICU adalah mereka yang mempunyai kondisi kesehatan yang buruk (kritis) atau kondisi yang menyebabkan kematian.

Kondisi seperti gangguan organ tubuh vital seperti pernapasan, aliran darah dan detak jantung dapat menyebabkan seseorang harus dirawat di ruang ICU.

Berikut 5 contoh kondisi seseorang dapat di kantegorikan masuk ke ruang ICU:

  • Hilangnya kesadaran yang diakibatkan oleh beberapa penyakit kronis seperti stroke atau serangan jantung.
  • Memonitoring tanda-tanda vital yang tidak wajar seperti frekuensi pernapasan, tekanan darah dan aliran darah (nadi).
  • Terjadinya infeksi di dalam tubuh seperti sepsis, pneumonia dan Tuberkulosis paru.
  • Mengalami kecelakaan parah seperti terjatuh dari ketinggian, tabrakan saat berkendara atau mengalami luka bakar yang serius.
  • Pasien penyakit kronis seperti serangan jantung, gagal ginjal dan operasi pembedahan.

Tindakan prosedur yang dilakukan kepada pasien lansia di ICU

Tindakan untuk menjalankan prosedur di setiap rumah sakit umumnya sama saja, tujuan utamanya adalah untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien lansia membaik.

Semakin cepat pasien lansia mendapatkan tindakan yang tepat, maka dapat meminimalisir terjadinya keadaan terburuk seperti kematian pasien.

Beberapa tindakan medis yang bertujuan untuk membantu pasien lansia saat di ICU:

  • Pemasangan alat bantu pernapasan. Pemasangan alat medis khusus seperti Endotrakeal Tube (ETT) melalui hidung dan mulut untuk membantu pernapasan pasien. Selain itu, prosedur Tracheostomy juga dapat dilakukan dengan membuat lubang pada leher guna memasukkan alat bantu napas.
  • Prosedur pemberian makan kepada pasien. Ketika pasien lansia masuk ke ruang ICU tentu harus tetap mendapatkan gizi yang baik untuk menghindari kondisi malnutrisi pada lansia. Prosedur pemasangan Nasogastric Tue (NGT) sangat dibutuhkan ketika pasien lansia berada di ruang ICU. Sebuah selang tipis yang panjang dimasukkan melalui hidung hingga sampai ke kerongkongan untuk membantu memasukkan makanan atau minuman yang dibutuhkan oleh pasien.
  • Pemasangan alat bantu keluarnya urine. Alat bantu ini disebut dengan kateter urine yang digunakan dengan cara memasukkan selang fleksibel melalui lubang pada kemaluan. Pemasangan kateter ini cukup penting untuk mengosongkan kandung kemih dari urin ketika pasien tidak sadarkan diri atau bed rest.
  • Pemasangan alat rekam jantung. Alat ini disebut dengan Echocardiography yang berfugnsi untuk merekam detak jantung dan mengindentifikasi terjadinya kebocoran katup hingga mencari gumpalan darah pada jantung.

Beberapa tindakan medis lainnya mungkin masih ada yang perlu Anda ketahui lebih lanjut ketika berada di rumah sakit. Setiap rumah sakit tentu mempunyai peralatan yang berbeda-beda, namun setiap rumah sakit akan mempunyai prosedur yang hampir sama.

Begitulah prosedur rumah sakit ketika pasien orang tua atau lansia mengalami masa kritis lalu harus berada di ruang ICU. Mengetahui tindakan-tindakan ini dapat membantu Anda untuk cukup tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada dokter dan perawat rumah sakit.

Prinsip utama dari tindakan medis bagi setiap pasien baik itu lansia atau bukan adalah bersifat bantuan (suportif) atau hanya bertujuan merawat dan membantu memulihkan kondisi pasien hingga normal.

Kini pelayanan kesehatan home care juga dapat merawat pasien yang menggunakan alat medis di rumah. Tersedia perawat medis yang mempunyai pendidikan minimal S1 Kesehatan, STR aktif dan pengalaman yang baik. Tanpa perlu sewa ruangan, lakukan perawatan orang tercinta di rumah sendiri dengan menggunakan jasa perawat home care Insan Medika. Pesan sekarang!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here