Cara tepat merawat bayi baru lahir
Cara tepat merawat bayi baru lahir

Merawat bayi tidaklah sama seperti merawat anak yang telah dapat berjalan, membutuhkan ketekunan, kesabaran dan tentu saja pengetahuan.

Banyak orang tua yang baru pertama kali mempunyai bayi masih kebingungan dalam merawat sang buah hati, alhasil beberapa masalah sederhana sering terlewatkan.

Untuk merawat bayi baru lahir dapat melakukan hal-hal berikut ini agar tumbuh kembang sang anak dapat terus terawasi dan terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Butuh Perawat Bayi Terbaik di Indonesia? Baby Sitter dan Bidan Siap Membantu Bunda di Rumah.

1. Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Hal pertama yang harus diperhatikan saat bayi baru lahir adalah merawat tali pusat bayi. Tidak jarang hal ini menjadi sumber masalah utama dan sangat fatal jika penanganannya tidak tepat.

Tali pusat atau dalam bahasa Jawa disebut dengan “Wudhel” mudah terkena infeksi, oleh sebab itu menjaganya untuk tetap kering dan bersih adalah sebuah kewajiban.

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti tali pusar bayi berubah warna menjadi kemerahan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, segera untuk membawa bayi ke dokter.

2. Merawat Seluruh Panca Indra Bayi

Seluruh panca indera bayi baru lahir belumlah optimal, sehingga membutuhkan perawatan khusus dan sangat berhati-hati. Lima panca indera bayi yang harus di rawat adalah:

  • Mata bayi. Dalam membersihkan kotoran pada mata bayi gunakanlah kapas steril yang telah dibasahi menggunakan air hangat. Usaplah bagian bawah mata bayi menggunakan kapas baru untuk masing-masing bagian mata.
  • Kulit bayi. Menjaga kulit bayi baru lahir amatlah penting, perhatikan akan kebersihan kulit bayi mulai dari memandikan, menjaga bokong bayi tetap bersih dan kering hingga menjaga kulit kepala bayi dari kerak kulit.
  • Hidung bayi. Pada umumnya sistem pembersihan diri yang ada pada hidung bayi sudah cukup bagus, tinggal membersihkan jika terdapat kotoran atau lendir pada bagian luar hidung.
  • Telinga bayi. Membersihkan telinga bayi dari kotoran amatlah harus berhati-hati. Jangan menggunakan cutton buds untuk mengeluarkan kotoran di dalam telinga. Alangkah baiknya menggunakan baby oil dengan meneteskannya pada lubang telingan, dengan sendirinya kotoran akan keluar pada hari berikutnya.
  • Mulut bayi. Jangan biarkan benda asing atau kotor masuk ke mulut bayi, jagalah tangan bunda tetap bersih.

3. Waktu Yang Tepat Menyusui sang Bayi

Memenuhi kebutuhan nutrisi dan makanan bayi baru lahir hanya melalui ASI (Air Susu Ibu) saja, untuk menyusui sang bayi dilakukan setiap 1-2 jam dalam sehari.

Tanda paling umum ketika bayi ingin menyusu adalah menangis hingga menghisap tangan dan mulut bayi mengecap seperti mencari puting susu.

Saat bayi menyusu beberapa kali akan mengalami refluks gastroesofageal atau sang bayi mengeluarkan kembali susu dari mulutnya (gumoh). Hal ini dikarenakan ukuran lambung bayi masih amat kecil sehingga susu yang tidak dapat ditampung oleh lambung akan kembali dimuntahkan.

Untuk meminimalisir gumoh dapat dengan menegakkan bayi setelah selesai menyusu sekitar 30 menit, mungkin dalam waktu tersebut bayi juga akan bersendawa.

4. Waktu Istirahat Bayi

Bayi baru lahir membutuhkan banyak waktu untuk istirahat atau tidur, dalam sehari bayi dapat terlelap dalam tidur selama 16-18 jam. Walau waktu tidur bayi cukup lama, namun hanya berlangsung dalam waktu 1-2 jam setiap kali tertidur.

Semakin tumbuh besar, sang bayi akan mengalami penurunan jam tidur menjadi hanya 6 jam saja dalam sehari ketika telah berusia minimal 6 bulan.

Untuk mencegah bayi rewel (menangis) di malam hari, usahakan bayi banyak melakukan aktifitas di siang hari.

5. Menjaga Bayi Tetap Hangat

Saat bayi baru lahir maka kulit dan jaringan lemak belumlah optimal, hal yang paling sensitif adalah ketika bayi terkena udara terlalu dingin dan terlalu panas.

Menjaga suhu ruangan tetap terjaga dan nyaman untuk bayi amatlah sangat penting. Usahakan bayi tidak mengalami kedinginan atau kepanasan. Untuk menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat, Anda dapat memakaikan pakaian hangat, memasang topi atau membedong bayi.

Itulah 5 cara merawat bayi baru lahir yang dapat menambah wawasan dan persiapan calon ibu. Jika bunda membutuhkan perawat bayi dari tenaga perawat profesional yaitu baby sitter dan bidan, dapat menghubungi Insan Medika.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here