PERAWATAN JANGKA PANJANG BAGI LANSIA

0
56
Source : iisandani11.wordpress.com

A. Pentingnya Perawatan Jangka Panjang Bagi Lansia

Lansia merupakan kelompok usia rentan dimana pada fase ini, seseorang cenderung mengalami kemunduran fungsi baik fisik maupun mental sehingga memerlukan bantuan untuk memenuhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Adapun bantuan yang diberikan harus spesifik dan sesuai agar dapat membantu lansia beraktivitas dengan optimala dan tidak menimbulkan keadaan yang lebih baik buruk atau komplikasi. Untuk itu perawatan jangka panjang yang berkualitas sangat penting dilakukan agar kualitas hidup lansia dapat dipertahankan.

B. Pengelompokan Kondisi Lansia Berdasarkan Tingkat Kemandirian

Penilaian tingkat kemandirian dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan alat penilaian yang disebut “Penilaian Aktifitas Kehidupan Sehari-hari (AKS)” dan “Penilaian Aktivitas Instrumental Kehidupan Sehari-hari (AIKS)”. Petugas melakukan penilaian berdasarkan hasil wawancara terhadap lansia dan caregiver serta hasil pengamatan secara langsung. Hasil penilaian AKS dimaksud dikelompokkan sebagai berikut :

  • Mandiri
  • Ketergantungan ringan
  • Ketergantungan sedang
  • Ketergantungan berat
  • Ketergantungan total

Sedangkan Hasil penilaian AIKS dimaksud dikelompokkan sebagai berikut :

  • Mandiri / tidak perlu bantuan
  • Perlu bantuan
  • Tidak dapat melakukan apa-apa

Kondisi lansia yang membutuhkan PJP adalah berdasarkan penilaian AKS dengan tingkat ketergantungan sedang, berat, dan total, serta berdasarkan penilaian AIKS dengan hasil : mandiri, perlu bantuan dan tidak dapat melakukan apa-apa

C. Pengertian dan Prinsip Perawatan Jangka Panjang (PJP)

PJP merupakan perawatan yang diberikan kepada lansia yang memerlukan pertolongan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari yang disebabkan adanya ketidakmampuan baik secara fisik maupun mental sehingga membutuhkan caregiver untuk mendampingi dan membantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Prinsip-prinsip perawatan pada usia lanjut. Beberapa prinsip etika yang harus dijalankan dalam pelayanan pada lansia adalah :

  1. Ikut memahami apa yang sedang dialami (empati) : ikut merasakan hal yang dialami atas dasar pengertian yang dalam, namun tidak ikut berlarut dalam kondisi lansia.
  2. Tidak merugikan : pelayanan pada lansia selalu didasarkan pada keharusan untuk mengerjakan yang baik dan harus menghindari tindakan yang menambah penderitaan.
  3. Menghargai keputusan atas dirinya sendiri (atonomi) : hak untuk menentukan nasibnya dan mengemukakan keinginannya sendiri oleh lansia.
  4. Keadilan : memberikan perlakukan yang sama bagi semua.
  5. Kesungguhan hati : suatu sikap dan perilaku yang didasari dengan kasih sayang dan keikhlasan terhadap lansiayang dilayani.

Prinsip-prinsip tersebut harus dijalankan untuk membantu memenuhi kebutuhan lansia sehari-hari, baik sebagian maupun keseluruhan dengan segala tindakan yang dapar dipertanggungjawabkan.

D. Perawatan Secara Umum

  1. Pemeliharaan kebersihan diri.
  2. Pencegahan masalah kesehatan kulit
  3. Pemeliharaan kebersihan dan keamanan lingkungan.
  4. Mempertahankan tingkat kemandirian lansia.
  5. Pajanan sinar matahari.
  6. Komunikasi
  7. Rekreasi.
  8. Pemantauan penggunaan obat.
  9. Pelaksanaan ibadah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here