Perut Buncit Pada Lansia dan Cara Mengatasinya

0
4090
Perut Buncit Pada Lansia dan Cara Mengatasinya
Credit: Freepik.com

Time to read: 3 menit

Perut buncit sering sekali kita jumpai pada lansia – karena pada umumnya lansia cenderung menimbun lebih banyak lemak daripada orang yang usianya lebih muda.

Tapi, lemak bukan satu-satunya penyebab perut lansia menjadi buncit. Pada kasus lansia, selain pertambahan usia perut buncit juga disebabkan karena faktor-faktor berikut.

1. Hormon

Memasuki usia 40-50 tahun, wanita akan mengalami menopause. Pada masa sebelum, saat dan sesudah menopause produksi hormon estrogen mulai berkurang dan metabolisme akan melambat sehingga sulit untuk lansia wanita menurunkan berat badan terutama dibagian perut.

Sedangkan pada laki-laki yang berusia diatas 40 tahun akan mengalami penurunan produksi hormon testosterone yang mengakibatkan peningkatan penyimpanan lemak di perut.

Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Perut di Pagi Hari Paling Efektif

2. Kehilangan massa otot

Seiring bertambahnya usia, lansia akan kehilangan massa otot – terutama jika lansia tersebut tidak aktif secara fisik.

Lansia kira-kira akan kehilangan massa otot sebanyak 3-5% setiap 10 tahun setelah usia diatas 30 tahun.

Kehilangan massa otot dapat mempengaruhi kemampuan tubuh menggunakan kalori, sehingga lebih sulit untuk mempertahankan berat badan yang ideal.

Menurut 2015-2020 Dietary Guidelines for Americans yang dilansir dari laman U.S. Department of Health and Human Services, pria berusia 50 an membutuhkan sekitar 200 kalori lebih sedikit setiap harinya dari pada di usia 30 an karena kehilangan massa otot ini.

3. Gaya hidup sedentary

Selain mengalami perubahan fisik, lansia juga mengalami perubahan gaya hidup. Sebagian besar lansia memiliki gaya hidup sedentary.

Menurut Kemenkes, gaya hidup sedentary merupakan salah satu jenis gaya hidup di mana seseorang kurang melakukan gerak atau aktivitas fisik yang berarti.

Melansir dari laman World Health Organization (WHO),  gaya hidup sedentary dapat meningkatkan semua penyebab kematian, melipatgandakan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas serta meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, gangguan lipid, depresi, serta kecemasan.

4. Sindrom iritasi usus besar

Penyebab lain perut buncit pada lansia adalah sindrom iritasi usus besar atau disebut juga Irritable Bowel Syndrome (IBS).

IBS adalah gangguan yang menyebabkan kram dan nyeri pada perut. Gejala lainnya juga dapat menyebabkan kembung dan penumpukan gas di perut.

5. Intoleransi pada laktosa

Intoleransi pada laktosa adalah kondisi dimana tubuh tidak bisa mencerna laktosa. Laktosa merupakan salah satu jenis gula yang dapat ditemukan dalam produk susu dan olahannya.

Gejala yang ditimbulkan termasuk kembung dan penumpukan gas di perut. Gejala-gejala ini dapat menyebabkan perut lansia seperti membengkak.

Jika lansia mengalami kembung dalam waktu 2 jam setelah minum susu, bisa jadi ia mengalami intoleransi laktosa.

Baca Juga : Seberapa Penting Lansia Mengkonsumsi Susu untuk Menjaga Kesehatannya?

Bahaya dibalik perut buncit pada lansia

Lansia yang mengalami perut buncit berpotensi mengalami resiko kesehatan seperti:

Yang bisa dilakukan untuk mengurangi perut buncit

Yang bisa dilakukan untuk mengurangi perut buncit
NCredit: Freepik.com

Untuk menghilangkan kelebihan lemak diperut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan lansia seperti berikut ini:

1. Olahraga

Olahraga menjadi jawaban terbaik untuk orang yang ingin mengurangi penumpukan lemak di perut.

Untuk lansia, disarankan untuk melakukan jenis olahraga yang juga bermanfaat untuk menguatkan  jantung; seperti olahraga kardiovaskular. Olahraga kardio mencakup: berlari, bersepeda, berenang, angkat beban, squat atau push up.

Baca Juga : Olahraga untuk Lansia: 3 Jenis Olahraga Yang Mudah Dilakukan Oleh Orang Tua

2. Mengurangi stres

Stres juga dapat menyebabkan perut buncit pada lansia. Ini karena saat sedang stres, tubuh melepaskan hormon yang bernama kortisol. Hormon ini yang meningkatkan berapa banyak lemak visceral (lemak aktif) yang dapat disimpan dalam tubuh.

Jika perut buncit timbul akibat stres, cobalah untuk mengurangi stres dengan cara relaksasi seperti meditasi dan menarik napas yang dalam.

3. Diet

Yang terakhir, lansia bisa mencoba untuk diet sehat. Yang dimaksud diet sehat adalah tentang mengatur pola makan, termasuk dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.

Jenis makanan diet sehat untuk menghilangkan lemak perut dapat mencakup:

  • Makanan rendah gula
  • Buah dan sayur-sayuran
  • Protein tanpa lemak; ikan, daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa gajih, telur ayam bagian putihnya saja.
  • Karbohidrat kompleks; ubi jalar, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Agar makanan lebih sehat dan rendah lemak, tipsnya adalah mengolah makanan dengan cara  direbus, dikukus dan dipanggang.

Layanan home care perawat medis, perawat orang sakit, perawat lansia dan perawat bayi atau anak

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDIS, PERAWAT ORANG SAKIT, PERAWAT LANSIA dan PERAWAT BAYI/ANAK live-in 24 jam. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

REFERENSI:

Mayo Clinic (2021). Men’s Health. Belly fat in men: Why weight loss matters. Diakses pada 14 Desember 2021.

Mayo Clinic (2021). Women’s Health. Belly fat in women: Taking — and keeping — it off. Diakses pada 14 Desember 2021.

Healthline (2019). What You Need to Know About Abdominal Swelling. Diakses pada 14 Desember 2021.

Medical News Today (2018). What is the best way to get rid of visceral fat?. Diakses pada 14 Desember 2021.

Live Strong.com (2021). Obesity. What Causes Hard Belly Fat in Men?. Diakses pada 14 Desember 2021.

Everyday Health (2021). Menopause. 12 Ways to Beat Menopausal Belly Fat. Diakses pada 14 Desember 2021.

Office of Disease Prevention and Health Promotion (2015). Dietary Guidelines. Previous Dietary Guidelines  2015. Diakses pada 14 Desember 2021.

World Health Organization (2002). News. Physical inactivity a leading cause of disease and disability, warns WHO. Diakses pada 14 Desember 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here