Penyakit Kawasaki
Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki baru-baru ini menghebohkan dunia kesehatan di Indonesia. Beberapa kasus mencuat dan menjadi perhatian khalayak ramai khususnya dokter.

Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang terjadi akibat peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh dan peradangan ini juga terjadi pada arteri koroner pada jantung dari seorang anak.

Seorang anak yang terkena penyakit Kawasaki ini akan mengalami gangguan pada kelenjar getah bening, kulit, membran mukosa mulut, hidung dan tenggorokan.

Oleh para pakar kesehatan, penyakit Kawasaki juga disebut dengan Sindrom Limfonodi Mukokutan.

Sampai sejauh ini penyakit Kawasaki belum diketahui penyebab pastinya, namun beberapa ahli menduga penyakit yang berbahaya bagi anak ini ada kaitannya dengan keturunan genetik, infeksi dan kondisi autoimun pada anak.

Baca juga: Anak Beberapa Kali Kejang? Kenali Epilepsi Dari Gejala Berikut Ini

Gejala Penyakit Kawasaki

Munculnya penyakit Kawasaki mempunyai 3 (tiga) fase yang akan terlihat pada fisik anak. masing-masing fase akan berlangsung kurang lebih 1,5 bulan.

Fase Pertama

Pada tahap pertama akan berlangsung pada minggu kesatu dan minggu kedua. Pada tahap pertama, anak akan mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Demam tinggi mencapai 39 °C atau lebih yang terjadi lebih dari 3 (tiga) hari.
  • Mata anak akan memerah tanpa mengeluarkan air mata atau cairan.
  • Bibir anak akan menjadi berwarna merah, kering, pecah-pecah hingga disertai dengan lidah yang bengkak.
  • Jari tangan dan kaki akan lebab atau bengkak disertai warna kemerahan dan terasa sakit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi pada leher dan bagian tubuh lain.

Fase Kedua

Pada tahap kedua yang terjadi pada minggu kedua hingga minggu keempat anak akan mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Demam tinggi yang terjadi pada tahap pertama akan menurun.
  • Kulit pada ujung-ujung kuku tangan dan kaki akan mengelupas, hal ini juga terjadi pada tangan dan kaki anak.
  • Anak akan mengalami keluhan nyeri dan pembengkakan pada persedian
  • Anak akan mengalami kangguan pada pencernaan seperti diare, muntah dan sakit perut
  • Menurunnya nafsu makan anak

Baca juga: Jasa Perawat Homecare Infal Lebaran Terbaik di Indonesia 2019

Fase Ketiga

Fase terakhir ini dapat mengakibatkan komplikasi seperti aneurisma atau pelebaran pembuluh darah yang diakibatkan oleh rapuhnya dinding pembuluh darah sehingga tidak cukup kuat untuk menahan aliran darah.

Jika tidak ditangani dengan tepat maka dapat terjadinya pendarahan yang serius.

Fase terakhir atau ketiga ini akan terjadi pada mingu keempat hingga minggu keenam.

  • Segala gejala yang dirasakan anak akan berangsur sembuh atau hilang
  • Anak masih lemas dan mudah lelah

Penyebab Penyakit Kawasaki dan Faktor Risikonya

Sampai sejauh ini belum diketahui penyebab dari penyakit Kawasaki, namun melihat dari gejala yang muncul maka dapat diprediksi penyebab penyakit yang paling banyak menyerang balita dengan usia di atas enam bulan ini adalah sebagai berikut:

  • Faktor keturunan
  • Pengaruh infeksi
  • Penyakit Kawasaki lebih banyak dialami oleh balita laki-laki daripada perempuan
  • Penyakit kawasaki lebih banyak dialami oleh balita dengan usia enam bulan hingga lima tahun

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada pengetesan darah, tes urine, pungsi lumbal dan serangkaian tes lainnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengeliminasi kemungkinan penyakit lain yang mempunyai gejala mirip dengan penyakit Kawasaki seperti:

  • Campak
  • Demam Scarlet
  • Juvenile Rheumatoid Arthritis
  • Sindrom Steven-Johnson
  • Sindrom Toxic Shock

Baca juga: [Jangan Panik] Berikut Yang Harus Dilakukan Saat Anak Kejang Demam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here