Tujuan berjemur matahari pagi adalah mendapatkan vitamin D secara alami. Selain itu, berjemur sinar matahari belakangan sering digembor-gemborkan sebagai penangkal virus corona.
Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga tidak mudah jatuh sakit terpapar kuman, bakteri atau virus.
Baca juga: 3 Cara Ampuh Meningkatkan Kekebalan Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit
Cegah Berbagai Penyakit
Tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, berjemur matahari pagi dapat mencegah berbagai penyakit seperti:
1. Osteoporosis
Berjemur di pagi hari sangat bermanfaat untuk orang lanjut usia (lansia), hal ini karena paparan sinar matahari di pagi hari kaya akan vitamin D untuk penyerapan kalsium.
Salah satu bentuk aktif dari vitamin D adalah Calcitriol, yang mana ketika tubuh kekurangan zat tersebut maka tubuh tidak dapat menyerap kalsium dan fosfat secara optimal untuk mencegah osteoporosis.
Baca juga: 5 Vitamin Yang Sangat Baik Untuk Orang Tua. Nomor 3 Sebaiknya Dikonsumsi!
2. Penyakit Jantung
Salah satu jenis penyakit kardiovaskular dapat diatasi dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari untuk memperoleh vitamin D.
Dalam sebuah penelitian mengungkapkan terdapat hubungan antara vitamin D dengan gangguan penyakit jantung.
3. Stroke
Tidak hanya baik untuk menekan risiko penyakit jantung, vitamin D yang didapatkan dari aktivitas berjemur di bawah sinar matahari pagi juga baik untuk menekan risiko penyakit stroke.
Baca juga: Daftar Makanan Untuk Penderita Stroke Ringan
4. Diabetes
Penyakit diabetes yang belum ada obatnya ini dapat dibantu dalam mengelola diabetes dengan cara berjemur di bawah sinar matahari secara langsung.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terdapat model sel yang dapat meningkatkan insulin berkat asupan vitamin D.
Tidak hanya itu saja, fungsi sel pankreas pun juga akan meningkat berkat vitamin D yang didapatkan dari sinar matahari pagi.
5. Kanker
Beberapa jenis kanker seperti kanker ovarium, kanker prostat, kanker payudara dan kanker usus besar risikonya dapat ditekan secara efisien dengan vitamin D.
Kapan Waktu Tepat untuk Berjemur?
Berjemur di bawah sinar matahari memang banyak manfaatnya untuk kesehatan, namun harus diketahui kapan waktu yang tepat untuk berjemur.
Harap perhatikan bawah sinar matahari mengandung gelombang ultraviolet A dan ultraviolet B. Tubuh membutuhkan paparan ultraviolet B bukan ultraviolet A yang malah berbahaya untuk manusia.
Menurut dr Tan Shot Yen, seorang ahli gizi komunitas mengatakan bahwa sangat penting untuk menghindari ultraviolet A karena dapat memicu kanker dan menyebabkan kulit keriput.
Jam 08:00-11:00
Beberapa ahli berpendapat bahwa berjemur antara pukul 08:00-11:00 adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan berbagai manfaatnya.
Kapan lebih tepatnya, hal ini masih menjadi perdebatan karena hasil yang didapatkan para ahli masih berbeda-beda.
Menurut Prof Siti yang pernah melakukan penelitian pada tahun 2003 mengatakan di atas jam 9, “Iya, di atas jam 9, hasil penelitian saya tahun 2003. Mungkin perlu diteliti lagi karena sudah lama,” pungkasnya dilansir dari Detik Health.
Durasi Berjemur
Menurut Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengatakan durasi waktu yang tepat untuk berjemur di bawah sinar matahari adalah selama 30 menit dan mencakup 60 persen luar permukaan tubuh.
Yaitu wajah, tangan, paha dan kaki. dr Andhika juga mengingatkan bahwa berjemur sinar matahari bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan vitamin D.
Mengkonsumsi makanan bernutrisi kaya akan vitamin D seperti ikan, keju, susu atau buah melon adalah sumber vitamin D yang dapat didapatkan secara alami dan baik untuk tubuh.
Baca juga:
- 5 Cara Mudah Mencegah Virus Corona, Yuk Coba
- 5 Buah Kaya akan Vitamin C untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
- Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi 5 Jenis Makan Berikut Ini