[td_block_big_grid]

Artikel Kesehatan

Fenomena Ngantuk Setelah Makan: Penyebab dan Solusi

0
Pernahkah kalian merasa tiba-tiba mengantuk setelah makan? Hal ini mungkin menjadi pengalaman yang umum terjadi namun bisa sangat mengganggu produktivitas kita apabila rasa ngantuk itu terjadi saat jam kerja maupun jam sekolah. Tetapi apa sebenarnya yang menyebabkan rasa kantuk ini? Adakah cara untuk mencegahnya? Berikut Insan Medika ini akan membahas penyebab utama mengantuk setelah makan dan memberikan beberapa tips untuk menghindarinya. Baca juga: 5 Cara Tepat Menghilangkan Ngantuk Paling Jitu, Buktikan! Penyebab Ngantuk Setelah Makan Kenyang setelah makan kadang diiringi dengan rasa ngantuk, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa hal, apa saja? 1. Pencernaan Makanan Salah satu penyebab utama ngantuk setelah makan adalah adanya aktivitas pencernaan dalam tubuh. Ketika kita makan, tubuh kita mengalirkan darah menuju ke saluran pencernaan untuk membantu mencerna makanan. Hal ini mengurangi pasokan darah ke otak, sehingga dapat membuat kita merasa mengantuk. 2. Konsumsi Karbohidrat Berlebihan Makanan yang tinggi karbohidrat terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah naik, tubuh merespons dengan melepaskan insulin untuk mengatasi peningkatan tersebut. Proses ini dapat mengakibatkan penurunan tajam kadar gula darah setelahnya, yang dikenal sebagai "crash" dan hal ini bisa membuat Anda merasa ngantuk. 3. Asupan Gula dan Garam Tinggi Makanan yang mengandung banyak gula dan garam dapat memengaruhi energi dan kondisi tubuh kita. Gula dapat memberikan peningkatan energi yang bersifat sementara, tetapi akhirnya menyebabkan penurunan energi yang lebih dalam, sementara garam yang berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, dan juga dapat membuat kita merasa ngantuk. Cara Mencegah Ngantuk Setelah Makan Berikutnya, setelah kita memahami beberapa penyebab umum mengapa sering mengantuk setelah makan, mari...

Kenali 7 Jenis Pilihan Olahraga untuk Ibu Hamil, Aman dan Mudah!

0
Ketika sedang hamil, menjaga kebugaran fisik untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin adalah hal yang sangat penting. Selain dapat memperlancar persalinan, ibu hamil yang rajin olahraga juga dipercaya dapat melahirkan bayi yang cerdas. Namun, sayangnya tidak semua jenis olahraga cocok untuk ibu hamil, ada beberapa pilihan yang aman dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tanpa mengorbankan keamanan. Kira-kira olahraga seperti apa ya, yang baik untuk ibu hamil? Yuk, simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya. Baca juga: Ibu Hamil Rentan Alami Anemia, Bagaimana Cara Mengatasinya? Jenis Olahraga yang Baik untuk Ibu Hamil Perlu diingat, jika manfaat olahraga bagi ibu hamil rata-rata lebih besar jika dibandingkan dengan kekurangannya. Namun dengan catatan, olahraga yang dilakukan bertujuan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan persiapan kelahiran yang lancar. Berikut ini ada beberapa jenis olahraga yang baik dan aman dilakukan untuk ibu hamil: 1. Berjalan atau berlari ringan Berjalan atau berlari ringan adalah kegiatan kardiovaskular yang baik untuk ibu hamil, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut sebelumnya. Olahraga ini sangat bermanfaat untuk melancarkan kerja jantung, peredaran darah, serta menjaga ibu hamil agar tetap bugar. Rutin jalan kaki atau lari santai ini dapat dilakukan mulai dari trimester pertama hingga timester akhir menjelang melahirkan. Anda dapat melakukannya 30 menit per hari. Cobalah berjalan kaki saat pagi atau sore hari ketika tidak panas. Jangan lupa untuk sedia botol air minum agar ibu tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, juga pastikan untuk menghindari tekanan berlebih dan memakai sepatu yang nyaman dan mendukung. Baca juga: Studi: Jalan Pagi Dapat Bantu Ibu Hamil dan Janin Sehat? Kenali Manfaatnya 2....

Pelihara Hewan Bantu Jaga Kesehatan Mental Lansia: Mitos atau Fakta?

0
Kesehatan mental merupakan aspek yang sangat penting dalam menjalani kehidupan, terutama bagi para lansia yang mungkin menghadapi tantangan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam merawat kesehatan mental lansia adalah dengan memelihara hewan peliharaan. Namun, benarkah memelihara hewan dapat membantu menjaga kesehatan mental lansia? Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui faktanya. Peran Hewan Peliharaan untuk Kesehatan Mental Lansia Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Mental Health Foundation bersama Cats Protection pada 2011, yaitu dengan melibatkan lebih dari 600 responden yang memiliki kucing dan bukan pemilik kucing. Hasilnya, sebanyak 87% dari responden yang memiliki kucing merasa hal itu berdampak positif pada kesejahteraan mereka. Sedangkan 76% mengatakan jika mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik karena memiliki hewan peliharaan. Bahkan, sepertiga respoden juga mengatakan jika mengelus kucing adalah aktifitas paling menyenangkan. Baca juga: 7 Manfaat Berkebun bagi Kesehatan Mental Lansia, Bisa Turunkan Risiko Pikun! Pasalnya, interaksi dengan hewan peliharaan, seperti mengelus atau bermain dengan mereka, dapat merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan menurunkan tingkat stres. Bagi lansia yang sering menghadapi kecemasan, kehadiran hewan peliharaan dapat memberikan kenyamanan emosional dan stabilitas. Salah satu studi yang diterbitkan dalam "Journal of Nervous and Mental Disease" juga menemukan bahwa lansia yang memiliki hewan peliharaan mengalami penurunan tingkat isolasi sosial dan tingkat depresi yang lebih rendah. Manfaat Memelihara Hewan Bagi Lansia Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa hewan peliharaan dapat menjadi sahabat yang baik bagi para lansia. Berikut manfaat yang dapat didapatkan, diantaranya: 1. Meningkatkan kesejahteraan emosional Sebagian besar hewan peliharaan memerlukan rutinitas seperti, makan dan pembersihan. Kegiatan ini dapat...

Telinga Sering Berdenging? Awas, Bisa Jadi Tanda Infeksi

0
Bunyi mendengung atau berdenging di telinga dapat menjadi pengalaman yang mengganggu dan kadang-kadang mengkhawatirkan. Tidak jarang, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk infeksi. Benarkah? Yuk simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini. Baca juga: 5 Bahaya Bersihkan Telinga Menggunakan Cotton Bud, Awas Bisa Sebabkan Infeksi! Penyebab Telinga Berdenging Sebelum mengetahui lebih lanjut, berikut ada beberapa hal yang menyebabkan telinga berdenging, diantaranya: Ketidakseimbangan tekanan telinga. Perubahan tekanan pada telinga, seperti ketika Anda naik pesawat atau menyelam, dapat menyebabkan telinga berdenging. Ini terjadi ketika tekanan udara di luar telinga tidak seimbang dengan tekanan di dalam telinga. Terjadi kerusakan telinga. Kerusakan pada bagian dalam telinga, seperti cedera atau trauma, bisa menjadi penyebab telinga berdenging. Gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran, termasuk tinnitus (istilah medis untuk telinga berdenging), dapat menyebabkan bunyi berdenging yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Infeksi telinga. Infeksi telinga adalah salah satu penyebab umum telinga berdenging. Infeksi telinga tengah, terutama pada anak-anak, dapat menyebabkan rasa penuh atau bunyi berdenging di telinga. Infeksi telinga yang biasanya terjadi disebut otitis media atau infeksi telinga tengah. Apa Itu Otitis Media? Otitis media adalah infeksi yang terjadi di telinga bagian tengah yaitu ruang di belakang gendang telinga. Kondisi sering menjadi penyebab telinga berdenging. Penyakit ini dapat terjadi sama siapa saja namun lebih sering dialami bayi yang berusia 6 sampai 15 bulan dan anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Dibandingkan dengan anak-anak, orang dewasa lebih jarang mengalami infeksi ini karena memiliki bentuk dan ukuran tuba eustachius yang sudah lebih berkembang. Orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami infeksi telinga adalah perokok aktif...

Demensia Usia Muda, Apakah Mungkin Terjadi?

0
Banyak yang menganggap bahwa demensia hanya dirasakan oleh mereka yang berusia lanjut. Padahal anak muda memiliki resiko yang sama, apalagi jika melakukan pola hidup tak sehat. Demensia usia muda memiliki pola yang sama, yakni mempengaruhi dan menurunkan kemampuan otak untuk mengingat, berpikir, serta berbahasa. Bagi anak muda, demensia yang dialami disebut sebagai YOD atau Young Onset Dementia. Serupa dengan demensia yang dialami oleh orang tua, demensia usia muda juga diawali dengan gejala-gejala yang akan memburuk ke depannya. Penyebab Demensia Usia Muda Meski penderita demensia di usia muda memiliki presentase yang rendah, namun kasusnya tetap bertambah sepanjang tahun. Biasanya penyebab dari demensia di usia muda adalah: Mengalami Neuronal Ceroid Lipofuscinoses atau NCL, kondisi ini merupakan kelainan langka yang menyerang sel saraf karena penumpukan di lipofuscin otak. Memiliki riwayat orang tua yang mengalami NCL, sebab kemungkinan besar anak akan mewarisi genetik tersebut dari orang tua. Memiliki riwayat Batten Disease, yakni kondisi langka dimana sistem saraf mengalami masalah, sehingga pasien sering kejang dan mengalami gangguan tidur atau bergerak. Mengalami Niemann Pick, yakni semacam penyakit dimana tubuh kesulitan untuk memproses metabolism lemak. Sehingga fungsi otak, saraf, sumsum tulang belakang, dan paru paru tak bisa bekerja dengan baik. Memiliki penyakit lafora, yakni sejenis epliepsi mioklonus progresif yang diturunkan dari keluarga. Pasien yang mengalami penyakit lafora sering mengalami epilepsi, kesulitan berjalan ataupun mengalami kejang otot. Pasien yang mengalami down syndrome, ada kemungkinan besar mereka mengembangkan penyakit demensia ketika dewasa. Baca juga: Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Pikun di Usia Muda, Ini Penelitiannya! Faktor lain yang menyebabkan anak muda mengalami demensia adalah bertambahnya usia, depresi, hingga sleep apnea....

Ketahui 7 Mitos dan Fakta Terkait Penyakit Stroke

0
Penyakit stroke jadi salah satu pembunuh yang mematikan di dunia. Ada banyak mitos yang sering dipercayai ketika seseorang mengalami stroke, dari usia hingga cara penyembuhannya. Padahal mitos-mitos ini muncul akibat pemahaman yang minim terkait stroke. Karena percaya dengan mitos-mitos tersebut, stroke yang harusnya bisa dicegah dan dirawat dengan baik menjadi stroke fatal yang mematikan. Agar tak salah lagi dalam mengenali gejala, merawat, serta pencegahan terkait penyakit stroke, simak penjelasan berikut ini! Mengenal Stroke Stroke merupakan kondisi medis ketika pasokan darah menuju ke otak terhambat. Ada dua jenis stroke yang sering terjadi, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan darah menuju otak. Sedangkan stroke hemoragik merupakan stroke yang terjadi karena adanya pembuluh darah yang pecah di otak. Kedua jenis stroke tersebut merupakan kondisi yang harus ditangani secepat mungkin. Apabila terlambat dalam penanganan, bisa saja kesehatan pasien terganggu atau bahkan tak bisa diselamatkan sama sekali. Penanaganan dan perawatan stroke yang tepat juga bisa mengurangi resiko komplikasi yang mungkin terjadi, mulai dari kejang, gangguan berbicara dan menelan, serta mengalami lumpuh permanen. Baca juga: Perawatan Setelah Stroke Ringan, Apa yang Harus Dilakukan? Mitos dan Fakta Stroke yang Harus Diketahui Beredarnya mitos terkait stroke tak hanya menyesatkan, tapi juga membuat pasien jadi terlambat memperoleh penanangan medis. Beberapa mitos stroke yang umum ditemui antara lain: 1. Mitos: Stroke Hanya Menyerang Lansia Sering beredar pernyataan bahwa stroke hanya terjadi pada lansia, padahal anggapan tersebut salah dan termasuk mitos. Meski sering terjadi pada lansia yang berusia lanjut atau diatas 50 tahun, faktanya mitos bisa terjadi pada siapa saja...

Artikel Homecare

Cara Menemukan Perawat Lansia Profesional

7 Cara Menemukan Perawat Lansia Profesional: Panduan Lengkap untuk Perawatan Terbaik

0
Bagi keluarga yang sibuk, menemukan perawat lansia profesional menjadi solusi ideal untuk memastikan mereka mendapatkan pendampingan dan perawatan terbaik. Namun, menemukan perawat lansia yang profesional dan terpercaya bisa menjadi tantangan tersendiri. Simak cara menemukan perawat lansia profesional, sehingga Anda dapat memberikan perawatan terbaik bagi orang tua tercinta. Langkah-langkah Menemukan Perawat Lansia Profesional Tidak mudah dalam menemukan perawat yang terbaik, namun dengan Anda mengikuti cara menemukan perawat lansia profesional berikut akan memudahkan. Berikut cara yang bisa Anda ikuti: 1. Menentukan Kebutuhan Perawatan Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan perawatan orang tua Anda. Apakah mereka membutuhkan bantuan untuk aktivitas dasar seperti mandi, makan, dan berpakaian? Atau, mereka membutuhkan perawatan medis khusus seperti pemberian obat atau fisioterapi? Mengetahui kebutuhan spesifik akan membantu Anda memilih perawat yang tepat dengan keahlian yang sesuai. 2. Mencari Referensi Mintalah rekomendasi dari orang-orang terdekat yang mungkin pernah menggunakan jasa perawat lansia. Tanyakan tentang pengalaman mereka, kualifikasi perawat, dan apakah mereka merasa puas dengan layanan yang diberikan. Konsultasikan juga dengan dokter atau tenaga medis yang merawat orang tua Anda. Mereka mungkin memiliki informasi tentang perawat lansia profesional di daerah Anda yang memiliki reputasi baik dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan orang tua Anda. Kunjungi situs web resmi APLI (https://www.instagram.com/pp_ipegeri/) untuk mendapatkan daftar anggota perawat lansia yang terdaftar dan memenuhi standar kompetensi. 3. Memeriksa Kualifikasi dan Pengalaman Pastikan perawat yang Anda pilih memiliki kualifikasi dan pengalaman yang relevan dalam merawat lansia. Tanyakan tentang pendidikan dan pelatihan mereka, serta pengalaman mereka dalam menangani kondisi medis khusus yang mungkin dimiliki orang tua Anda. 4. Melakukan Wawancara Adakan wawancara dengan beberapa calon perawat lansia untuk...
Tugas perawat semi medis

Pengabdian Tanpa Batas untuk Kesembuhan Pasien, Kenali Tugas Perawat Semi Medis Ini!

0
Sudah tahu tugas perawat semi medis? Di balik senyum lembut dan tutur kata yang ramah, perawat semi medis menyimpan dedikasi dan pengabdian tanpa batas dalam merawat pasien. Jauh dari seragam putih steril dan hiruk pikuk rumah sakit, mereka adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan penuh kasih sayang. Tugas perawat semi medis bukan hanya sebatas membantu dokter dalam memberikan perawatan medis, tetapi juga menjadi pendamping, motivator, dan penghibur bagi para pasien. Mereka bagaikan malaikat penjaga yang selalu siap sedia membantu pasien dalam setiap langkah pemulihan mereka. Mari kita selami lebih dalam tentang peran mulia perawat semi medis dan bagaimana mereka menjadi pilar utama dalam dunia kesehatan. Tugas Perawat Semi Medis Perawat semi medis memiliki berbagai tugas penting dalam membantu pasien. Berikut tugas perawat semi medis yang perlu Anda ketahui: Perawatan Dasar Merencanakan pola dan menyiapkan makanan: Memastikan pasien mendapatkan asupan gizi yang tepat sesuai dengan kondisinya. Membantu memberikan makan pasien: Membantu pasien makan secara normal atau menggunakan alat bantu seperti NGT (sonde) jika diperlukan. Memandikan pasien: Menjaga kebersihan dan kenyamanan pasien dengan memandikannya. Memasang pampers / popok: Membantu pasien yang membutuhkan popok untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Membersihkan kamar pasien: Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasien dengan membersihkan kamarnya. Baca Juga: Biaya Rawat Luka Homecare: Perawatan Luka Berkualitas di Rumah Anda Jasa Pasang NGT di Rumah yang Nyaman, Aman dan Profesional Jasa Pasang Alat Medis di Rumah yang Profesional dan Nyaman Perawatan Medis Memeriksa tanda – tanda vital: Memonitor kondisi kesehatan pasien dengan memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, nadi, respirasi, dan SpO2. Melakukan tindakan keperawatan Nebulizer: Membantu pasien dengan masalah...
Tips memilih perawat orang sakit

7+ Tips Memilih Perawat Orang Sakit yang Tepat untuk Mendukung Pemulihan Tercinta

0
Membutuhkan bantuan dalam merawat orang sakit di rumah? Memilih perawat orang sakit yang tepat merupakan kunci untuk memastikan pemulihan optimal bagi tercinta. Perawat yang profesional dan berpengalaman tidak hanya memberikan perawatan medis yang berkualitas, tetapi juga pendampingan emosional dan rasa nyaman bagi pasien. Simak yuk tips memilih perawat orang sakit yang tepat untuk membantu Anda menemukan pendamping terbaik bagi tercinta di bawah ini! 7 Tips Memilih Perawat Orang Sakit yang Tepat Memilih perawat orang sakit merupakan langkah krusial dalam proses pemulihan anggota keluarga tercinta. Perawat yang tepat tidak hanya memberikan perawatan medis yang profesional, tetapi juga pendampingan emosional dan rasa nyaman bagi pasien. Berikut 7 tips memilih perawat orang sakit yang tepat: 1. Kualifikasi dan Pengalaman Pastikan perawat memiliki kualifikasi dan pengalaman yang relevan dengan kondisi pasien. Perawat dengan sertifikasi resmi dan pengalaman di bidang yang sesuai dengan kebutuhan pasien, seperti perawat lansia, perawat anak, atau perawat dengan spesialisasi penyakit tertentu, akan lebih mampu memberikan perawatan yang optimal. 2. Referensi dan Rekam Jejak Carilah referensi dari keluarga, teman, atau dokter mengenai perawat atau agen penyalur perawat yang terpercaya. Tanyakan tentang rekam jejak dan reputasi mereka dalam memberikan layanan perawatan. Anda juga bisa baca pada ulasan online dan juga memeriksa testimoni dari klien sebelumnya supaya bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas akan semua kualitas layanan yang diberikan. 3. Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal Perawat yang baik memiliki kemampuan komunikasi yang baik, baik secara verbal maupun nonverbal. Mereka harus mampu memahami kebutuhan dan keinginan pasien, serta menjelaskan kondisi dan rencana perawatan dengan cara yang mudah dimengerti. Kemampuan interpersonal yang baik...
Tugas Perawat Orang Sakit

18 Tugas Perawat Orang Sakit Dalam Merawat Orang Tercinta dengan Kasih Sayang

0
Memiliki anggota keluarga yang sakit tentu menjadi sebuah dilema. Di satu sisi, kita ingin memberikan perawatan terbaik, namun di sisi lain, kesibukan dan keterbatasan pengetahuan medis bisa menjadi hambatan. Dalam situasi seperti ini, peran perawat orang sakit menjadi sangatlah penting. Perawat orang sakit adalah profesional kesehatan yang terlatih untuk memberikan perawatan langsung kepada pasien di rumah. Mereka bukan hanya membantu tugas-tugas fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan edukasi kesehatan. Tugas-Tugas Utama Perawat Orang Sakit Perawat orang sakit dapat memberikan perawatan terbaik bagi orang tercinta dan memastikan mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk sembuh dan menjalani hidup yang berkualitas. Berikut tugas perawat orang sakit yang sangat penting: 1. Merencanakan dan Menyiapkan Makanan Perawat orang sakit bertanggung jawab untuk memastikan pasien mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan kondisinya. Mereka akan merencanakan menu makanan, menyiapkan makanan, dan membantu pasien makan, baik melalui mulut ataupun dengan alat bantu seperti NGT (sonde) atau kateter. 2. Membantu Pemberian Makan Perawat orang sakit akan membantu pasien makan dengan aman dan nyaman, memastikan mereka mendapatkan cukup nutrisi dan terhindar dari risiko tersedak. 3. Memindahkan Pasien Memindahkan pasien dengan aman dan nyaman adalah salah satu tugas penting perawat orang sakit. Mereka akan membantu pasien berpindah tempat, seperti dari tempat tidur ke kursi roda, dengan hati-hati dan tanpa menyebabkan rasa sakit. 4. Mengatur Jadwal dan Mendampingi Check-Up Perawat orang sakit akan membantu pasien dalam mengatur jadwal check-up ke dokter atau fisioterapi, dan mengantar mereka ke tempat tersebut. Mereka juga akan membantu menjelaskan kondisi pasien kepada tenaga medis dan memastikan pasien mendapatkan perawatan yang tepat. 5. Menemani Pasien Perawat orang sakit akan...
13 Keuntungan Menggunakan Perawat Orang Sakit yang Perlu Diketahui

13 Keuntungan Menggunakan Perawat Orang Sakit yang Perlu Diketahui

0
Sudah tahu apa belum keuntungan menggunakan perawat orang sakit? Memiliki anggota keluarga yang sakit tentu menjadi hal yang mengkhawatirkan. Selain kesedihan dan kecemasan, Anda juga mungkin dihadapkan pada berbagai tantangan dalam merawat mereka, terutama jika mereka membutuhkan perawatan khusus dan intensif. Di sinilah peran perawat orang sakit menjadi sangat penting. Perawat orang sakit yang profesional dan terlatih dapat memberikan berbagai macam manfaat, baik bagi pasien maupun bagi keluarga. Ketahui keuntungan menggunakan perawat orang sakit di bawah ini! Keuntungan Menggunakan Perawat Orang Sakit Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan perawat orang sakit: 1. Perawatan yang Lebih Baik dan Terpersonalisasi Perawat orang sakit memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas dalam merawat berbagai macam kondisi kesehatan. Mereka dapat memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien, memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik yang mereka butuhkan. 2. Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Dengan bantuan perawat orang sakit, pasien dapat menjalani hidup yang lebih berkualitas. Perawat dapat membantu mereka dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mandi, makan, berpakaian, dan mobilitas. Hal ini dapat membantu pasien untuk lebih mandiri dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. 3. Memberikan Dukungan Emosional Selain perawatan fisik, perawat orang sakit juga dapat memberikan dukungan emosional bagi pasien. Mereka dapat menjadi pendengar yang baik dan membantu pasien untuk mengatasi stres, kecemasan, dan depresi yang mungkin mereka alami. 4. Membebaskan Waktu dan Tenaga Keluarga Merawat orang sakit bisa menjadi tugas yang sangat melelahkan dan menyita waktu. Dengan menggunakan jasa perawat orang sakit, keluarga dapat terbebas dari beberapa tugas ini dan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan, keluarga, dan diri mereka sendiri. 5. Ketenangan Pikiran Mengetahui bahwa orang...
Berapa Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah

Berapa Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah? Ternyata Segini

0
Berapa biaya panggil perawat medis ke rumah? Mencari layanan perawat medis panggilan yang tepat dan terjangkau? Di era modern ini, kemudahan akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin penting.  Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan layanan perawat medis panggilan ke rumah. Layanan ini menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas bagi pasien yang tidak dapat atau tidak ingin pergi ke klinik atau rumah sakit. Namun, banyak orang yang ragu untuk menggunakan layanan ini karena khawatir biayanya akan mahal. Benarkah demikian? Berapa Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah? Untuk tahu berapa biaya panggil perawat medis ke rumah, ini sangat kompleks karena sebenarnya bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, antara lain: Lokasi pasien: Semakin jauh lokasi pasien dari tempat praktik perawat medis, semakin tinggi biayanya. Waktu kunjungan: Biaya di luar jam kerja normal (malam hari, akhir pekan, hari libur) biasanya lebih mahal. Spesialisasi perawat medis: Perawat medis spesialis biasanya memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan perawat medis umum. Tindakan medis: Biaya tambahan mungkin berlaku untuk tindakan medis tertentu, seperti infus, pemasangan kateter, atau jahitan. Berikut adalah perkiraan biaya panggil perawat medis ke rumah: Perawat medis umum: Rp200.000 - Rp500.000 Perawat medis spesialis: Rp300.000 - Rp700.000 Tindakan medis: Rp100.000 - Rp500.000 Jadi, berapa biaya panggil perawat medis ke rumah? Semua tergantung dari beberapa faktor sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Untuk itu, Anda sebaiknya langsung konsultasikan ke Insan Medika untuk dapat dipastikan soal biayanya. Baca Juga: Biaya Rawat Luka Homecare: Perawatan Luka Berkualitas di Rumah Anda Jasa Pasang NGT di Rumah yang Nyaman, Aman dan Profesional Jasa Pasang Alat Medis di Rumah yang Profesional dan Nyaman Hemat Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah dengan Tips...
Peran perawat medis

Peran Perawat Semi Medis dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lansia

0
Perawat semi medis, sering disebut juga dengan asisten keperawatan, memainkan peran penting dalam sistem kesehatan Lansia. Mereka bekerja sama dengan perawat terdaftar dan profesional...
cara menemukan perawat medis

Cara Menemukan Perawat Medis yang Tepat untuk Kebutuhan Anda

0
Belum tahu cara menemukan perawat medis? Membutuhkan perawatan medis di rumah bisa menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Di tengah rasa cemas dan ketidakpastian, menemukan...
Tugas perawat semi medis

Pengabdian Tanpa Batas untuk Kesembuhan Pasien, Kenali Tugas Perawat Semi Medis...

0
Sudah tahu tugas perawat semi medis? Di balik senyum lembut dan tutur kata yang ramah, perawat semi medis menyimpan dedikasi dan pengabdian tanpa batas...
Berapa Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah

Berapa Biaya Panggil Perawat Medis ke Rumah? Ternyata Segini

0
Berapa biaya panggil perawat medis ke rumah? Mencari layanan perawat medis panggilan yang tepat dan terjangkau? Di era modern ini, kemudahan akses terhadap layanan...
Biaya Rawat Luka Homecare

Biaya Rawat Luka Homecare: Perawatan Luka Berkualitas di Rumah Anda

0
Merawat luka di rumah kini semakin mudah dengan layanan rawat luka homecare. Layanan ini menawarkan perawatan luka profesional oleh perawat terlatih dan berpengalaman langsung...
perawat lansia di rumah

Perawat Lansia di Rumah: Solusi Tepat untuk Orang Tua Tercinta

0
Mencari perawat lansia di rumah yang terpercaya dan berpengalaman? Menua adalah proses alami yang membawa banyak perubahan dalam hidup. Bagi lansia, menjaga kemandirian dan...

Artikel Lansia

Muncul Milia pada Wajah Lansia? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

0
Milia adalah masalah kulit yang umumnya muncul pada berbagai kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan orang dewasa yang lebih tua, termasuk lansia. Umumnya, milia berbentuk seperti benjolan kecil yang letaknya berada di bawah mata. Lantas, apa yang menyebabkan munculnya milia? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini. Apa itu Milia? Milia adalah benjolan kecil, putih atau kuning, yang sering kali muncul di area wajah, terutama di sekitar mata dan pipi. Kondisi ini juga sering disebut sebagai kista kecil. Pada wajah lansia, masalah ini dapat menjadi perhatian tersendiri karena dapat memengaruhi penampilan dan kesehatan kulit. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penumpukan keratin, protein yang terdapat dalam rambut dan lapisan atas kulit. Sel-sel kulit mati ini terperangkap di dalam folikel rambut atau kelenjar minyak dan membentuk benjolan kecil yang disebut sebagai milium atau milia. Selain itu, milia juga adalah salah satu kondisi yang tidak menimbulkan rasa sakit. Milia umumnya terbagi menjadi dua jenis kategori, yaitu primer dan sekunder. Berikut penjelasannya: Milia primer: Kondisi ini terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap di bawah kulit. Kista ini umumnya ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa. Milia sekunder: Kondisi ini memiliki bentuk yang mirip dengan milia primer, namun jenis milia sekunder berkembang setelah sesuatu menyumbat saluran yang mengarah ke permukaan kulit. Contohnya seperti, setelah cedera, terbakar, atau kulit melepuh. Baca juga: Memahami Keamanan dan Efektivitas Konsumsi Collagen Drink untuk Memutihkan Kulit Tanda dan Gejala Milia Mengidentifikasi tanda-tanda milia cukup mudah. Berikut adalah beberapa ciri-ciri khas yang dapat membantu Anda mengenali milia pada wajah: Berbentuk benjolan kecil. Milia biasanya...

Pelihara Hewan Bantu Jaga Kesehatan Mental Lansia: Mitos atau Fakta?

0
Kesehatan mental merupakan aspek yang sangat penting dalam menjalani kehidupan, terutama bagi para lansia yang mungkin menghadapi tantangan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam merawat kesehatan mental lansia adalah dengan memelihara hewan peliharaan. Namun, benarkah memelihara hewan dapat membantu menjaga kesehatan mental lansia? Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui faktanya. Peran Hewan Peliharaan untuk Kesehatan Mental Lansia Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Mental Health Foundation bersama Cats Protection pada 2011, yaitu dengan melibatkan lebih dari 600 responden yang memiliki kucing dan bukan pemilik kucing. Hasilnya, sebanyak 87% dari responden yang memiliki kucing merasa hal itu berdampak positif pada kesejahteraan mereka. Sedangkan 76% mengatakan jika mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik karena memiliki hewan peliharaan. Bahkan, sepertiga respoden juga mengatakan jika mengelus kucing adalah aktifitas paling menyenangkan. Baca juga: 7 Manfaat Berkebun bagi Kesehatan Mental Lansia, Bisa Turunkan Risiko Pikun! Pasalnya, interaksi dengan hewan peliharaan, seperti mengelus atau bermain dengan mereka, dapat merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan menurunkan tingkat stres. Bagi lansia yang sering menghadapi kecemasan, kehadiran hewan peliharaan dapat memberikan kenyamanan emosional dan stabilitas. Salah satu studi yang diterbitkan dalam "Journal of Nervous and Mental Disease" juga menemukan bahwa lansia yang memiliki hewan peliharaan mengalami penurunan tingkat isolasi sosial dan tingkat depresi yang lebih rendah. Manfaat Memelihara Hewan Bagi Lansia Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa hewan peliharaan dapat menjadi sahabat yang baik bagi para lansia. Berikut manfaat yang dapat didapatkan, diantaranya: 1. Meningkatkan kesejahteraan emosional Sebagian besar hewan peliharaan memerlukan rutinitas seperti, makan dan pembersihan. Kegiatan ini dapat...

Mengenal Aritmia: Gangguan Irama Jantung yang Sering Menyerang Lansia

0
Salah satu gangguan pada jantung yang sering terjadi terutama pada lansia adalah Aritmia. Aritmia jantung merupakan suatu kondisi di mana detak jantung tidak berjalan sesuai dengan irama normalnya. Lantas, apa yang menyebabkan Aritmia bisa terjadi? Apa saja gejalanya? Yuk, simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini. Baca juga: Kenali Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung, Jangan Sampai Keliru! Apa itu Aritmia Jantung? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Aritmia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada irama jantung, yang menyebabkan detak jantung terasa tidak teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat. Hal ini dapat terjadi ketika sistem listrik yang mengatur detak jantung mengalami kelainan. Normalnya, jantung manusia memilikii irama detak yang teratur, karena diatur oleh impuls listrik yang berasal dari nodus sinoatrial (SA) yang terletak di atrium jantung. Namun, pada Aritmia impuls ini bisa terjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak sesuai dengan urutannya. Dari ketiga hal ini yang paling berakibat fatal adalah detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu rendah, sebab bisa sama-sama menimbulkan kematian secara mendadak. Terkadang banyak orang yang tidak sadar jikakondisi Aritmia bisa membahayakan diri sendiri. Sebab, gangguan ini sangat berkaitan dengan kondisi kardiovaskular, seperti penyakit katup antung, arteri koroner, tekanan darah tinggi, stroke, hingga gagal jantung. Penyebab Aritmia Jantung Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya aritmia jantung. Beberapa diantaranya, yaitu: Penuaan. Lansia cenderung mengalami degenerasi alami pada jaringan dan sel-sel jantung, yang dapat memicu terjadinya aritmia. Penyakit jantung. Gangguan struktural pada jantung, seperti serangan jantung atau gagal jantung, dapat meningkatkan risiko aritmia. Tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat memberikan tekanan tambahan pada jantung, meningkatkan risiko aritmia. Gangguan hormonal. Perubahan...
mengatasi lansia tantrum

Tips Mengatasi Lansia Tantrum dan Panduan Pencegahannya

0
Ketika seseorang menua, tak hanya tubuhnya yang mengalami penurunan fungsi, proses ini juga membawa perubahan mental dan emosionalnya. Tidak jarang, perubahan mental dan emosional ini membuat lansia mengalami tantrum. Tantrum pada lansia punya berbagai faktor penyebab, mulai dari kebingungan, perasaan frustasi, hingga ketidak nyamanan atas kesulitan yang sedang dihadapi. Dalam beberapa kasus, lansia yang mengalami tantrum juga cenderung memiliki masalah kesehatan mental atau gangguan kepribadian. Agar lebih mudah merawat lansia yang mudah tantrum atau melakukan kebiasaan agresivitas, berikut adalah tips dan panduan yang bisa dilakukan. Mengenal Tantrum pada Lansia Tantrum merupakan respon singkat dengan perilaku yang ekstrim, seringkali berupa emosi marah, frustasi, atau sikap yang agresif. Perilaku tantrum pada lansia cukup beragam, bisa berupa teriakan, ocehan, makian, memukul atau melempar benda-benda, serta memberikan tuduhan jahat pada orang sekitar. Ledakan amarah atau tantrum juga bisa dalam bentuk sikap diam tanpa bicara, mondar-mandir menghalangi jalan, hingga enggan untuk mendengarkan ucapan orang lain. Lansia yang mengalami tantrum kerap terjadi pada mereka yang mengalami perubahan fisik, mental, maupun emosional. Baca juga: Tips Meredakan Marah Bagi Lansia Penderita Alzheimer dan Demensia Penyebab Lansia Mengalami Tantrum Ada berbagai penyebab mengapa lansia mengalami tantrum, diantaranya adalah: Perubahan hormonal, bisa disebabkan oleh menopause bagi wanita lanjut usia. Mengalami perasaan bahwa mereka diperlakukan tidak adil, sehingga memicu rasa frustasi. Memiliki tekanan hidup yang besar, yang akhirnya memicu rasa stress dan marah. Penyakit seperti demensia atau alzheimer, lansia yang melakukan pengobatan penyakit tersebut biasanya kesulitan mengontrol emosi sebagai bentuk efek samping obat. Mengalami gangguan bipolar, gangguan stress pasca trauma, hingga OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Memiliki gangguan kepribadian narsistik atau kepribadian ambang. Mengalami gangguan...

Catat! 7 Gangguan Penglihatan ini Rentan Dialami Lansia

0
Gangguan penglihatan seringkali menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan penglihatan dapat mengalami penurunan secara alami. Hal ini tentu saja menyebabkan penderitanya akan sulit melakukan kegiatan sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, hingga meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan para lansia mengalami depresi akibat keterbatasan dalam melihat. Gangguan penglihatan yang rentan dialami lansia Beberapprsbiopia gangguan penglihatan yang umum terjadi pada lansia diantaranya: 1. Glaukoma Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf mata dan dapat menyebabkan kerusakan penglihatan permanen. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan aliran cairan bola mata, sehingga menyebabkan cairan tersebut menumpuk dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam bola mata. Tekanan yang tinggi inilah yang akhirnya merusak serabut saraf penglihatan. Umumnya, gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami glaukoma seperi, penglihatan kabur, mual, muntah, dan sakit kepala. 2. Katarak Katarak adalah kondisi yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan berawan. Kondisi ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur, muncul lingkaran cahaya saat melihat sumber cahaya, ketidakmampuan melihat dalam cahaya yang redup, silau ketika melihat cahaya, hingga penglihatan ganda. Katarak dapat berkembang perlahan. Meskipun awalnya tidak terasa mengganggu, namun lama kelamaan dapat mengganggu penglihatan dan membuat penderitanya merasa sulit melihat, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari 3. Mata kering Gangguan mata kering seringkali terjadi tak hanya di lansia saja. Kondisi ini terjadi ketika air pada mata tidak cukup melumasi mata. Hingga akhirnya menyebabkan gejala, seperti mata merah yang terasa perih, iritasi, mengganjal, dan sensitif terhadap cahaya. 4. Presbiopi Presbiopi adalah gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada dalam jarak dekat. Kondisi ini terjadi akibat penurunan elastisitas lensa...

7 Manfaat Berkebun bagi Kesehatan Mental Lansia, Bisa Turunkan Risiko Pikun!

0
Berkebun tidak hanya merupakan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental salah satunya bagi para lansia. Dilansir dari Health Benefits, berkebun dapat membuat lansia tetap aktif sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mental dan kesehatan lansia. Ingin mengenal lebih lanjut mengenai manfaat berkebun lansia lainnya? Yuk, simak ulasan berikut ini. Baca juga: Isi TTS dapat Cegah Kepikunan Dini pada Lansia, Mitos atau Fakta? Manfaat berkebun bagi lansia Kegiatan berkebun nyatanya bisa menjadi terapi alami untuk para lansia. Berikut adalah beberapa manfaat berkebun bagi kesehatan lansia: 1. Relaksasi dan mengurangi stres Berkebun juga dapat menjadi bentuk relaksasi yang efektif bagi lansia. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam dan merasakan ketenangan dari lingkungan hijau. Tanaman dan taman yang indah dapat membantu meredakan stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan mood secara keseluruhan. Selain itu, menanam tanaman yang disukai dan melihat perkembangannya setiap hari juga dapat memberikan rasa senang dan bangga para lansia. 2. Menjaga kesehatan fisik Berkebun melibatkan berbagai aktivitas fisik seperti membongkar tanah, menanam, mencabut rumput, dan merawat tanaman. Aktivitas ini membantu meningkatkan kekuatan fisik dan fleksibilitas tubuh lansia. Bahkan tugas-tugas sehari-hari seperti menyalakan selang penyiraman atau membawa ember air dapat berperan dalam menjaga tingkat kebugaran lansia. 3. Menstimulasi kognitif Merawat tanaman memerlukan perencanaan dan perawatan yang teratur. Ini dapat membantu melatih fungsi kognitif lansia, seperti pemecahan masalah, ingatan, dan kreativitas. Mengetahui kapan dan bagaimana merawat berbagai jenis tanaman juga dapat menjadi tantangan yang menyenangkan. Selain itu, aktivitas ini juga dapat membuat pikiran tetap fokus dan membuka peluang interaksi sosial dengan orang di luar rumah. 4....

Mitos atau Fakta: Minum Es Teh Usai Makan Bakso Bahaya bagi...

0
Makan bakso terasa tidak lengkap jika tidak disandingkan dengan es teh. Jadi jangan heran, jika makan bakso dengan minum es teh sering dilakukan oleh...

Kenali 7 Manfaat Bawang Hitam untuk Kesehatan, Bantu Turunkan Kolesterol?

0
Akhir-akhir ini mungkin Anda sering mendengar black garlic atau bawang hitam di media sosial. Bawang hitam adalah salah satu bumbu dapur yang ternyata memiliki...

Rahasia Kesehatan Tersembunyi: Kenali 5 Manfaat Buah Tin bagi Tubuh

0
Anda pasti tidak asing bukan dengan buah di atas? Yup, buah tersebut adalah buah tin atau ara. Buah ini memiliki rasa manis, bertesktur lembut,...

Tampak Nikmat, Kenali Bahaya Terlalu Sering Makan Gorengan Saat Berbuka Puasa

0
Buka puasa dengan gorengan nampaknya masih menjadi favorit pilihan bagi banyak orang. Selain karena lezat, gorengan memiliki beraneka jenis pilihan yang tentunya menggiurkan. Namun, dibalik...

Kenali 5 Jenis Makanan Fermentasi yang Baik untuk Melancarkan Pencernaan

0
Masalah pencernaan kerap menjadi kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Menghindari hal tersebut perlu mengonsumsi makanan yang baik untuk melancarkan pencernaan, salah satunya adalah dengan...

Mengenal Lotus Root Powder, Akar Teratai yang Kaya Khasiat

0
Sempat viral di media sosial, makanan yang dikenal dengan lotus root powder saat ini banyak diminati masyarakat. Selain karena lezat, makanan ini ternyata juga...

Kenali 7 Jenis Penyakit Infeksi Bakteri yang Mudah Menyerang Anak, Simak!

0
Anak-anak, terutama yang berada di usia sekolah, rentan terhadap berbagai penyakit infeksi bakteri. Sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, dan interaksi sosial di lingkungan...

Mengintip Risiko: Dampak Merokok pada Anak Usia Dini

0
Merokok hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global yang telah lama menjadi fokus perhatian, sebab banyak merenggut jutaan nyawa manusia di setiap tahunnya. Namun,...

Pahami Bahaya dan Cara Mencegah Rabies pada Anak, Penting!

0
Anda mungkin tak asing dengan istilah 'rabies'. Virus yang lebih dikenal dengan anjing gila ini, merupakan salah satu jenis virus berbahaya yang bisa menularkan...

Mengenal Progeria, Penyakit Langka yang Bikin Wajah Anak Tua Seperti Lansia

0
Wajah yang menua umumnya terjadi pada seorang yang sudah lanjut usia. Namun ternyata, memiliki wajah tua bisa terjadi sejak manusia masih bayi. Kondisi ini...

Mengenal Inner Child, Trauma Masa Kecil dan Cara Penyembuhannya

0
Setiap orang pasti memiliki memori buruk saat masih kecil. Peristiwa-peristiwa buruk inilah yang akhirnya tertanam dalam bawah sadar mereka hingga dewasa. Kemudian akhirnya berpengaruh...

Mengenal Stunting pada Anak: Ciri, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

0
Stunting atau yang lebih dikenal dengan 'kurang gizi' hingga kini masih menjadi masalah serius karena pengaruhnya terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Dampaknya bukan hanya...