HomeLukaDarah Manis Penyebab Bekas Luka di Kulit Susah Hilang,...

Darah Manis Penyebab Bekas Luka di Kulit Susah Hilang, Begini Penjelasannya!

Anda mungkin pernah mendengar dan tak asing dengan istilah “darah manis”. Kondisi ini biasanya terjadi kepada orang-orang yang rentan mengalami gatal hingga bekas luka yang sulit hilang.

Dilansir dari alodokter, penyebab pasti dari darah manis sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat dari alergi dan stress emosional. Darah manis juga tidak ada hubungannya dengan penyakit diabetes. Sebab diabetes tidak menyebabkan gatal kecuali komplikasi lain seperti infeksi jamur.

Lantas, apakah benar darah manis penyebab bekas luka di kulit menjadi susah hilang? Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Apa itu darah manis?

Darah manis atau dalam istilah medis disebut dengan prurigo nodularis, adalah sebuah masalah di kulit yang biasanya muncul rasa gatal hingga menyebabkan luka atau meninggalkan bekas kehitaman.

Darah manis memiliki dua jenis lesi kulit, yaitu primer dan sekunder.

Pada lesi primer berbentuk benjolan seperti jerawat dan berbentuk kubah. Benjolan tersebut terasa sangat gatal dan biasanya muncul di bagian kepala, leher, pantat, dan badan.

Sedangkan lesi sekunder, adalah kondisi kulit yang mengalami penebalan dan bersisik. Jenis ini dapat menyebabkan jaringan parut saat digaruk.

Ketika mengalami gatal, menggaruk adalah solusi yang paling tepat untuk meredakannya rasanya. Namun, jika terlalu keras malah menimbulakn masalah baru, seperti lecet dan luka. Lecet tersebut yang akhirnya membuat kulit menjadi gelap, mengalami penebalan, kering, dan kasar.

Luka yang timbul tersebut lah yang akhirnya dikenal masyakarat sabagai darah manis.

Ciri-ciri darah manis

Adapun ciri-ciri seseorang mengalami darah manis dapat ditandai dengan hal-hal berikut ini:

  • Biasanya muncul benjolan keras bewarna hitam dengan ukuran kurang dari 1 cm pada kulit yang sangat gatal (nodul).
  • Kulit menjadi lebih kasar dan banyak meninggalkan bekas luka
  • Benjolan tersebut akan bertahan selama berbulan-bulan bahkan tahunan
  • Ketika menghilang, benjolan akan meninggalkan bekas warna gelap ataupun terang

Penyebab terjadinya darah manis

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya penyakit kulit darah manis, antara lain:

  • Gigitan serangga. Rasa gatal yang ditimbulkan dari gigitan serangga dapat memicu sensasi untuk menggaruk. Alih-alih dapat meredakan gatal, menggaruk gigitan serangga malah menyebabkan infeksi di kulit hingga meninggalkan bekas luka.
  • Gangguan kesehatan tertentu. Dilansir dari British Association of Dermatology, 80% orang yang mengalami darah manis diduga karena mengalami kondisi masalah kesehatan lain, seperti eksim, demam, asma, dermatitis herpetiformis, atau gangguan kesehatan lainnya.
  • Stress. Stress memang dikenal dapat memicu terjadinya sumber penyakit salah satunya darah manis. Akibat stress dan tidak fokus, menimbulkan perasaan tidak sadar saat menggaruk kulit secara terus menerus hingga menimbulkan luka di kulit.
  • Penggunaan obat-obat tertentu. Penggunaan obat-obatan seperti obat kemoterapi pembrolizumab, paclitaxel, dan carboplatin, diduga dapat memicu terjadinya darah manis.
  • Gangguan saraf. Gangguan saraf dapat memicu terjadinya kondisi akibat darah manis seperti, infeksi herpes, pruritus brakioradial, notalgia paresthecia, neuropati serat kecil, dan polineuropati.

Cara mengatasi gejala darah manis

Sebenarnya, kondisi darah manis sulit untuk ditangani. Meskipun itu, tujuan dari pengobatan darah manis adalah untuk menghilangkan rasa gatal. Sehingga dokter biasanya perlu mengatahui terlebih dahulu penyebabnya.

Dari hal tersebut, muncul beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini agar tidak menimbulkan efek gatal dan bekas luka yang susah hilang. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Konsumsi obat

Ada sejumlah obat yang biasanya disarankan oleh dokter jika Anda mengalami darah manis, diantaranya:

  • Obat Topikal, obat oles yang biasanya digunakan untuk meredakan gatal dan mendinginkan kulit.
  • Obat sistemik. Dokter biasanya akan meresepkan obat sistemik seperti antihistamin OTC untuk meredakan keluhan atau gejala akibat alergi.

2. Terapi lain

Tujuan terapi biasanya untuk mengecilkan jika terdapat benjolan yang disebabkan darah manis. Macam-macam terapi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Cryotherapy
  • Fototerapi
  • Psoralen digunakan dalam Kombinasi dengan UV
  • Perawatan Laser Excimer
  • Laser Pewarna Berdenyut

3. Pengobatan mandiri

Selain cara diatas, darah manis juga dapat diatasi secara mandiri, yaitu dengan cara berikut:

  • Hindari untuk menggaruk di bagian yang gatal
  • Gunakan kain basah yang sudah didinginkan di kulkas kemudian tempel pada bagian yang getel. Tujuannya untuk meredakan rasa gatal
  • Jaga kamar mandi dan kamar tidur untuk tetap dingin dan tidak lembab

Insan Medika adalah perusahaan home care terbaik di Indonesia yang telah banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Terdapat 4 layanan keperawatan profesional: PERAWAT MEDISPERAWAT ORANG SAKITPERAWAT LANSIA dan PERAWAT DISABILITAS. Pemesanan cepat, harga transparan dan garansi tak terbatas. Hubungi sekarang!

Baca juga:

REFERENSI

British Association of Dermatology (2021). Nodular prurigo. Diakses pada 13 November 2022

WebMD (2022). Rare Disease Guide: Prurigo Nodularis. Diakses pada 13 November 2022

Healthline (2022). Prurigo Nodularis and Your Skin. Diakses pada 13 November 2022

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nofollow

Artikel Terbaru

Artikel Populer